• Maratua Island Surga bagi Penyelam
  • harleyradishow, 20-07-2011 14:12:26
  • 0 votes
    • Maratua, Pulau Terluar di Berau (Borneo) yang Jadi Tujuan – Kabupaten Berau (Borneo) terkenal dengan objek wisata baharinya. Salah satunya adalah wisata bahari di Pulau Maratua. Warga negara asing pun sering berkunjung ke pulau yang merupakan salah satu pulau terluar di gugusan kepulauan Berau (Borneo) itu. Seperti apakah Pulau

      Maratua yang dikenal dengan sebutan Paradise Island itu?

      pulau maratua
      pulau-maratua

      UNTUK menuju Pulau Maratua atau Kecamatan Maratua memerlukan waktu yang cukup lama. Dari Tanjung Redeb, ibu kota kabupaten saja, waktu normalnya sekitar 3

      sampai 4 jam dengan menggunakan speedboat. Jika ingin melalui Tanjung Batu, ibu kota Kecamatan Pulau Derawan, terlebih dulu melalui jalur darat yang dapat ditempuh 2 jam perjalanan dari Tanjung Redeb. Setelah itu menggunakan speedboat sekitar 30 menit lebih.

      Koordinat titik terluar Maratua 20 15’ 12? LU, 1180 38’ 41? BT. Pulau ini berbatasan dengan negara tetangga Malaysia (Malingsia) dan Filipina atau berada di Selat Sulawesi. Ma

      ratua terdiri dari empat kampung, yaitu Kampung Tanjung Harapan Bohebukut, Teluk Alulu, Bohesilian dan Payung Payung. Suku yang bermukim di Maratua mayoritas suku Bajo yang kebanyakan bermata pencaharian sebagai nelayan.

      Sebagai salah satu kecamatan terjauh di Berau (Borneo). Pembangunan infrastuktur di

      pulau yang berpenduduk sekitar 3.168 jiwa ini tidak begitu maju. Infrastruktur jalan saja baru sepersekian persen saja yang beraspal, lebarnya pun menurut warga setempat, hanya tiga meter, yang artinya hanya bisa dilalui satu kendaraan roda empat. Namun, karena tidak ada kendaraan roda empat di pulau ini, maka lebar jalan yang hanya 3 meter sudah cukup.

      Sekadar diketahui, di pulau yang luasnya 2.282,46 hektare itu hanya ada kendaraan

      roda dua saja sebagai alat transportasi warga. Untuk berpergian dari kampung satu ke kampung lainnya, warga pun harus lebih banyak melalui jalan setapak dengan sepeda motor.”Kami akui pembangunan infrastruktur di sini (Maratua, Red) masih kurang.

      Tapi bukannya pemerintah daerah tidak memperhatikan,” tegas Wakil Bupati Berau (Borneo) Ahmad Rifai. Secara bertahap, pemerintah Berau (Borneo) melakukan pembangunan infrastruktur. Mulai jalan hingga kebutuhan dasar masyarakat lainnya, seperti air bersih, pendidikan dan kesehatan. “Kalau listrik memang belum. Karena

      pemerintah daerah masih mencari alternatif yang cocok untuk di Maratua ini,” ujar Rifai.

      Kendati pembangunan infrastruktur belum maju, namun Maratua adalah tujuan wisata bahari yang menjadi andalan Berau (Borneo). Jarak serta besarnya biaya yang dikeluarkan untuk berlibur di pulau yang menjadi “surga” para penyelam ini tidak akan menjadi persoalan. Karena panorama alam yang begitu elok dipandang, tak hanya ketika

      matahari mulai terbenam namun yang menjadi daya tarik para wisatawan adalah pemandangan alam bawah lautnya.

      Wisatawan asing pun seperti enggan beranjak cepat ketika berada di Pulau Maratua, meskipun dolar atau euro yang mereka keluarkan cukup besar. Tapi semua itu terbayarkan dengan kepuasan mendapatkan pemandangan alam yang begitu indah.

      Hamparan laut lepas dan pasir putih memang menjadi daya tarik. Apalagi di Maratua pun banyak pulau-pulau kecil yang juga tak kalah bagus pemandangannya.

      Karena merupakan tempat wisata bahari yang elok, Maratua pun sudah seharusnya mendapat perhatian khusus, baik oleh Pemkab Berau (Borneo), Pemprov Kaltim maupun pemerintah pusat. Apalagi keberadaan pulau ini yang berbatasan dengan negara

      tetangga Malaysia dan Filipina. Jangan sampai kejadian lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan pun terjadi terhadap Pulau Maratua. Apalagi operator wisata di Maratua dikelola oleh warga negara asing. Maratua Paradise Resort misalnya, dikelola oleh seorang warga negara Malaysia (Malingsia).

      “Tapi karena di Maratua ini sudah bermukim masyarakat Berau (Borneo) sejak puluhan

      tahun silam. Saya yakin Maratua tidak akan dicaplok oleh negara tetangga atau orang asing. Apalagi di Maratua sudah ada Polsek dan Koramil yang siap mengamankan pulau ini,” beber Rifai.

      Kendati demikian, Rifai pun tetap mengajak warga di Maratua untuk waspada, meskipun lepasnya Pulau Maratua ke tangan asing sangat-sangat kecil kemungkinannya atau

      bahkan tidak mungkin. Apalagi pemerintah kata Rifai, telah menetapkan Pulau Maratua sebagai salah satu pulau terluar yang harus dijaga agar tidak dicaplok negara asing.

      “Memang kasus Sipadan dan Ligitan berbeda. Karena kedua pulau itu sebelumnya memang dikuasai oleh operator wisata dari Malaysia (Malingsia). Sedangkan Maratua

      sudah berpenghuni sejak puluhan tahun silam. Tapi bagaimanapun juga kita harus waspada,” tekan Rifai.

      Sumber : Radar Tarakan

       
      icon for podpress  Maratua Island- Tempat Menyelam (KOMPAS.com) [2:43m]: Play Now | Play in Popup
      Feed: 0, Web: 2, Play: 532, Total: 534
      • Share/Bookmark

      Tags:

Leave a Reply

  • 4

  • 0

  • Latest Tune-In
    • 08 May 2012 12:35
    • Tuned to: Pemerintah harus melindungi dan memperhatikan masyarakat pulau terluar dan harus waspada terhdp Malaysia(Malingsia)...
    • 01 May 2012 20:35
    • Tuned to: begitu banyak berkah keindahan yg Tuhan berikan utk bangsa Indonesia. tempat ini salah satunya....
    • 14 Apr 2012 15:20
    • Tuned to: sang penyelam pasti sukaa...
    • 30 Mar 2012 17:13
    • Tuned to: buat yang hobby diving.....?