Sukesti melamun di meja dapur. Tangan kirinya menopang dagu sementara jari-jari tangan lainnya mengetuk-ngetuk meja tak beraturan. Nadanya terdengar gusar. Semakin cepat, semakin kuat, dan pada akhirnya…..
Sukesti bangkit berdiri. Sambil berjalan mondar-mandir ia berpikir bagaimana caranya mendapatkan uang untuk melunasi hutang suaminya pada bos preman bernama Parwito. Sore tadi ia mendatanginya untuk mengambil alih kepemilikan rumah Sukesti. Karena ternyata diam-diam Sunyoto telah menjaminkan sertifikat rumah itu pada Parwito. Kini hanya ada dua pilihan. Sukesti harus merelakan rumah warisan orang tuanya, dan hidup menggelandang?. Atau mengangsur hutangnya demi mempertahankan rumahnya tapi dengan jaminan anak-anaknya?. Sukesti harus segera memutuskan, karena Parwito hanya memberinya waktu dua hari untuk berpikir.
Standard Podcast [20:52m]: Play Now | Play in Popup
YouTube: Play Now | Play in PopupTags: rasikafm-semarang
11
0