• Kebangkitan Nasional Era Konseptual
  • suararadio, 20-05-2012 23:59:59
  •           0 vote
    • Tajuk SuaraRadio

      Kebangkitan Nasional Era Konseptual

      harkitnas-104Gelora jiwa kebangkitan nasional kini dalam kondisi surut. Padahal, jiwa dan gerakan kebangkitan nasional adalah energi yang luar biasa untuk transformasi menuju negeri harapan.

      Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-104 Tahun 2012 dikoordinasikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Peringatan hendaknya bisa mencerahkan publik tentang arti dan makna Kebangkitan Nasional sebagai milestones  perjalanan bangsa menuju negeri harapan. Menteri Kominfo Tifatul Sembiring selaku Ketua Umum Peringatan Harkitnas 2012 diharapkan mampu membuka cakrawala baru terkait dengan esensi kebangkitan nasional pada era konseptual yang di akselerasi oleh konvergensi TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).

      Negeri ini sangat membutuhkan tokoh-tokoh inspiratif semacam Wahidin Soedirohoesodo, Soetomo, Soerjadi Soerjaningrat, dan Tjipto Mangoenkoesoemo. Tak pelak lagi, untuk mewujudkan kebangkitan nasional dibutuhkan kepemimpinan yang mampu merubah kondisi inferior menjadi gelora rallying cry. Yakni spirit yang dapat merubah deret keterbelakangan bangsa menjadi terkemuka dalam percaturan dunia.

      Dibalik tema megah peringatan Harkitnas kali ini, terkandung rasa keprihatinan rakyat yang sangat mendalam karena semakin suburnya praktik korupsi dan memudarnya sikap negarawan dari elite politik.  Para elite politik sedang dilanda krisis “budi utomo” yang dalam bahasa Sansekerta berarti perilaku baik atau budi pekerti yang luhur. Pikiran elite politik dan penyelenggara negara masih dipenuhi oleh hasrat untuk memperkaya diri dengan cara korupsi.

      Saat ini dunia tengah memasuki era konseptual  (conceptual age). Era ini dipacu oleh pesatnya perkembangan konvergensi TIK yang sangat menunjang pertumbuhan industri kreatif. Era konseptual ditandai dengan sengitnya kompetisi global untuk menciptakan konten yang menarik dan bernilai tambah tinggi. Dalam era konseptual, konten merupakan raja dari segala bentuk industri kreatif. Sayangnya, negeri ini belum memiliki sistem nasional yang baik untuk mengelola dan mengembangkan konten. Akibatnya, negeri ini dibanjiri oleh konten asing yang sedemikian rakusnya menyedot devisa negara.

      Untuk menggenjot nilai tambah bangsa dan memperluas lapangan kerja, pentingnya mengoptimalkan sumber daya kreatif yang berbasis lokalitas. Sehingga terwujudlah premis  “Content is the King, Locality is the Queen”.  Salah satu bentuk usaha untuk menguatkan sistem nasional pengembangan konten dan menumbuhkan digital preneur adalah penyelenggaraan Indigo Fellowship yang diinisiasi oleh PT Telkom.

      Isu strategis terkait dengan konvergensi TIK di negeri ini adalah pentingnya regulasi yang komprehensif disertai insentif untuk pengembangan konten multimedia. Dengan demikian, ketika mega proyek infrastruktur seperti Palapa Ring telah terbangun, jangan sampai jalan tol informasi itu justru lengang konten lokal. Rencana pemerintah untuk melakukan regulasi industri konten hendaknya menuju kepada kondisi dimana tercipta perkembangan industri konten yang berbasis lokalitas. Pengertian lokalitas menyangkut partisipasi aktif media lokal dalam mengkreasi, memproduksi dan memasarkan konten multimedia. Serta pentingnya pemberian insentif terhadap media lokal baik melalui skema dana USO maupun dengan APBN atau APBD.

      Dalam era konseptual, kemampuan high concept dalam pengembangan konten menjadi sangat penting. Tumbuhnya imajinasi adalah kata kunci untuk mengembangkan industri kreatif. Seperti dinyatakan dalam buku The Imaginary Institution of Societ karya Cornelius Castoriadis seorang filsuf dari Perancis. Dimana kekuatan imajinasi warga bangsa dan tumbuhnya budaya unggah merupakan faktor penentu persaingan global. Apalagi perkembangan teknologi Web 2.0 bisa memanjakan warga bangsa untuk berimajinasi, berinovasi lalu mengunggah hasilnya secara mudah.

      Untuk mengakselerasi gerakan kebangkitan nasional menuju negeri harapan, Tajuk SuaraRadio mengucapkan : “Selamat berimajinasi dan berkreasi kepada segenap generasi unggah. Ayo, banjiri dunia dengan karya-karyamu”.

      (  Salam Jabat Erat,  Hemat Dwi Nuryanto, Founder Suararadio.com )

       
      icon for podpress  Standard Podcast [6:22m]: Play Now | Play in Popup
      Feed: 10, Web: 0, Play: 3607, Total: 3617
      • Share/Bookmark

      Tags: , , , , ,


Komentar

  • 34

  • 0

  • Latest Tune-In
    • 02 Jun 2012 11:35
    • Tuned to: jiwa dan gerakan kebangkitan nasional adalah energi yang luar biasa untuk transformasi menuju negeri harapan.
    • 01 Jun 2012 08:46
    • Tuned to: Gelora jiwa kebangkitan nasional kini dalam kondisi surut.
    • 26 May 2012 11:18
    • Tuned to: test STAYTUNE via Chrome
    • 25 May 2012 15:32
    • Tuned to: share via suararadio.com gambar diambil dari konten pilihan dan url bener
    • 25 May 2012 10:47
    • Tuned to: Tajuk Suara Radio
    • 25 May 2012 04:34
    • Tuned to: Membangkitkan Bangsa di Abad Kreatifitas
    • 24 May 2012 10:13
    • Tuned to:
    • 24 May 2012 09:23
    • Tuned to:
    • 23 May 2012 10:59
    • Tuned to: Kebangkitan Era Konseptual
    • 23 May 2012 09:31
    • Tuned to: ayo bangkit