<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Suara Radio &#124; Situs Kolaborasi Radio &#187; Inspirasi</title>
	<atom:link href="http:///category/inspirasi/feed/podcast" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Suara Radio &#124; Situs Kolaborasi Radio</description>
	<pubDate>Sun, 20 May 2012 14:07:39 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<!-- podcast_generator="podPress/8.8" -->
		<copyright>&#xA9; </copyright>
		<managingEditor>suararadio@yahoo.com ()</managingEditor>
		<webMaster>suararadio@yahoo.com()</webMaster>
		<category></category>
		<ttl>1440</ttl>
		<itunes:keywords></itunes:keywords>
		<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
		<itunes:summary>e-Broadcasting Institute</itunes:summary>
		<itunes:author></itunes:author>
		<itunes:category text="Music"/>
<itunes:category text="Technology"/>
		<itunes:owner>
			<itunes:name></itunes:name>
			<itunes:email>suararadio@yahoo.com</itunes:email>
		</itunes:owner>
		<itunes:block>No</itunes:block>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:image href="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/podpress/images/suararadio_300.png" />
		<image>
			<url>http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/podpress/images/suararadio_128.png</url>
			<title>Suara Radio &#124; Situs Kolaborasi Radio</title>
			<link></link>
			<width>144</width>
			<height>144</height>
		</image>
		<item>
		<title>WS Rendra - Doa Di Jakarta</title>
		<link>/2012/05/ws-rendra-doa-di-jakarta/</link>
		<comments>/2012/05/ws-rendra-doa-di-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 May 2012 10:40:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[Talk]]></category>

		<category><![CDATA[Variety]]></category>

		<category><![CDATA[topfm951]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/05/ws-rendra-doa-di-jakarta/</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan yang Maha Esa,
alangkah tegangnya
melihat hidup yang tergadai,
fikiran yang dipabrikkan,
dan masyarakat yang diternakkan.
Malam rebah dalam udara yang kotor.
Di manakah harapan akan dikaitkan
bila tipu daya telah menjadi seni kehidupan?
Dendam diasah di kolong yang basah
siap untuk terseret dalam gelombang edan.
Perkelahian dalam hidup sehari-hari
telah menjadi kewajaran.
Pepatah dan petitih
tak akan menyelesaikan masalah
bagi hidup yang bosan,
terpenjara, tanpa jendela.
Tuhan yang Maha Faham,
alangkah tak masuk akal
jarak selangkah
yang bererti empat puluh tahun gaji seorang buruh,
yang memisahkan
sebuah halaman bertaman tanaman hias
dengan rumah-rumah tanpa sumur dan W.C.
Hati manusia telah menjadi acuh,
panser yang angkuh,
traktor yang dendam.
Tuhan yang Maha Rahman,
ketika air mata ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tuhan yang Maha Esa,<br />
alangkah tegangnya<br />
melihat hidup yang tergadai,<br />
fikiran yang dipabrikkan,<br />
dan masyarakat yang diternakkan.</p>
<p>Malam rebah dalam udara yang kotor.<br />
Di manakah harapan akan dikaitkan<br />
bila tipu daya telah menjadi seni kehidupan?<br />
Dendam diasah di kolong yang basah<br />
siap untuk terseret dalam gelombang edan.<br />
Perkelahian dalam hidup sehari-hari<br />
telah menjadi kewajaran.<br />
Pepatah dan petitih<br />
tak akan menyelesaikan masalah<br />
bagi hidup yang bosan,<br />
terpenjara, tanpa jendela.</p>
<p>Tuhan yang Maha Faham,<br />
alangkah tak masuk akal<br />
jarak selangkah<br />
yang bererti empat puluh tahun gaji seorang buruh,<br />
yang memisahkan<br />
sebuah halaman bertaman tanaman hias<br />
dengan rumah-rumah tanpa sumur dan W.C.<br />
Hati manusia telah menjadi acuh,<br />
panser yang angkuh,<br />
traktor yang dendam.</p>
<p>Tuhan yang Maha Rahman,<br />
ketika air mata menjadi gombal,<br />
dan kata-kata menjadi lumpur becek,<br />
aku menoleh ke utara dan ke selatan -<br />
di manakah Kamu?<br />
Di manakah tabungan keramik untuk wang logam?<br />
Di manakah catatan belanja harian?<br />
Di manakah peradaban?<br />
Ya, Tuhan yang Maha Hakim,<br />
harapan kosong, optimisme hampa.<br />
Hanya akal sihat dan daya hidup<br />
menjadi peganganku yang nyata.</p>
<p>Ibumu mempunyai hak yang sekiranya kamu mengetahui tentu itu besar sekali<br />
Kebaikanmu yang banyak ini<br />
Sungguh di sisi-Nya masih sedikit<br />
Berapa banyak malam yang ia gunakan mengaduh karena menanggung bebanmu<br />
Dalam pelayanannya ia menanggung rintih dan nafas panjang<br />
Ketika melahirkan andai kamu mengetahui keletihan yang ditanggungnya<br />
Dari balik sumbatan kerongkongannya hatinya terbang<br />
Berapa banyak ia membasuh sakitmu dengan tangannya<br />
Pangkuannya bagimu adalah sebuah ranjang<br />
Sesuatu yang kamu keluhkan selalu ditebusnya dengan dirinya<br />
Dari susunya keluarlah minuman yang sangat enak buatmu<br />
Berapa kali ia lapar dan ia memberikan makanannya kepadamu<br />
Dengan belas kasih dan kasih sayang saat kamu masih kecil<br />
<a href="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/05/rendra-doa2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3513" title="rendra-doa2" src="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/05/rendra-doa2.jpg" alt="rendra-doa2" /></a>Aneh orang yang berakal tapi masih mengikuti hawa nafsunya<br />
Aneh orang yang buta mata hatinya sementara matanya melihat<br />
Wujudkan cintaimu dengan memberikan doamu yang setulusnya pada ibumu<br />
Karena kamu sangat membutuhkan doanya padamu<br />
<a href="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/05/ws-rendra-doa-di-jakarta1.mp3"></a></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F05%2Fws-rendra-doa-di-jakarta%2F&amp;linkname=WS%20Rendra%20-%20Doa%20Di%20Jakarta"><img src="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/05/ws-rendra-doa-di-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/70600/0/8c19ac4d0de85388dbf584cbf2eab418.mp3" length="1810560" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>3:46</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Tuhan yang Maha Esa,
alangkah tegangnya
melihat hidup yang tergadai,
fikiran yang dipabrikkan,
dan masyarakat yang diternakkan.

Malam rebah dalam udara yang kotor.
Di manakah harapan akan dikaitkan
bila tipu daya telah ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Tuhan yang Maha Esa,
alangkah tegangnya
melihat hidup yang tergadai,
fikiran yang dipabrikkan,
dan masyarakat yang diternakkan.

Malam rebah dalam udara yang kotor.
Di manakah harapan akan dikaitkan
bila tipu daya telah menjadi seni kehidupan?
Dendam diasah di kolong yang basah
siap untuk terseret dalam gelombang edan.
Perkelahian dalam hidup sehari-hari
telah menjadi kewajaran.
Pepatah dan petitih
tak akan menyelesaikan masalah
bagi hidup yang bosan,
terpenjara, tanpa jendela.

Tuhan yang Maha Faham,
alangkah tak masuk akal
jarak selangkah
yang bererti empat puluh tahun gaji seorang buruh,
yang memisahkan
sebuah halaman bertaman tanaman hias
dengan rumah-rumah tanpa sumur dan W.C.
Hati manusia telah menjadi acuh,
panser yang angkuh,
traktor yang dendam.

Tuhan yang Maha Rahman,
ketika air mata menjadi gombal,
dan kata-kata menjadi lumpur becek,
aku menoleh ke utara dan ke selatan -
di manakah Kamu?
Di manakah tabungan keramik untuk wang logam?
Di manakah catatan belanja harian?
Di manakah peradaban?
Ya, Tuhan yang Maha Hakim,
harapan kosong, optimisme hampa.
Hanya akal sihat dan daya hidup
menjadi peganganku yang nyata.

Ibumu mempunyai hak yang sekiranya kamu mengetahui tentu itu besar sekali
Kebaikanmu yang banyak ini
Sungguh di sisi-Nya masih sedikit
Berapa banyak malam yang ia gunakan mengaduh karena menanggung bebanmu
Dalam pelayanannya ia menanggung rintih dan nafas panjang
Ketika melahirkan andai kamu mengetahui keletihan yang ditanggungnya
Dari balik sumbatan kerongkongannya hatinya terbang
Berapa banyak ia membasuh sakitmu dengan tangannya
Pangkuannya bagimu adalah sebuah ranjang
Sesuatu yang kamu keluhkan selalu ditebusnya dengan dirinya
Dari susunya keluarlah minuman yang sangat enak buatmu
Berapa kali ia lapar dan ia memberikan makanannya kepadamu
Dengan belas kasih dan kasih sayang saat kamu masih kecil
Aneh orang yang berakal tapi masih mengikuti hawa nafsunya
Aneh orang yang buta mata hatinya sementara matanya melihat
Wujudkan cintaimu dengan memberikan doamu yang setulusnya pada ibumu
Karena kamu sangat membutuhkan doanya padamu
</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Bisnis,,Inspirasi,,Talk,,Variety</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Kata Mutiara - Mahatma Gandhi</title>
		<link>/2012/05/kata-mutiara-mahatma-gandhi/</link>
		<comments>/2012/05/kata-mutiara-mahatma-gandhi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2012 09:13:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[Talk]]></category>

		<category><![CDATA[Variety]]></category>

		<category><![CDATA[topfm951]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/05/kata-mutiara-mahatma-gandhi/</guid>
		<description><![CDATA[Tujuan Ahir manusia adalah mencapai Tuhan, dan semua aktifitasnya di bidang politik ,sosial maupun keagamaan harus dibimbing oleh tujuan ahir ini (Mahatma Gandhi)


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/05/mahatma-gandhi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3469" title="mahatma-gandhi" src="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/05/mahatma-gandhi.jpg" alt="mahatma-gandhi" /></a>Tujuan Ahir manusia adalah mencapai Tuhan, dan semua aktifitasnya di bidang politik ,sosial maupun keagamaan harus dibimbing oleh tujuan ahir ini (Mahatma Gandhi)</p>
<p><a href="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/05/kata-mutiara-mahatma-gandhi.mp3"><br />
</a></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F05%2Fkata-mutiara-mahatma-gandhi%2F&amp;linkname=Kata%20Mutiara%20-%20Mahatma%20Gandhi"><img src="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/05/kata-mutiara-mahatma-gandhi/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/70304/0/8ce87c5851104a5d92cfe028c90f6a17.mp3" length="511488" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>1:04</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Tujuan Ahir manusia adalah mencapai Tuhan, dan semua aktifitasnya di bidang politik ,sosial maupun keagamaan harus dibimbing oleh tujuan ahir ini (Mahatma Gandhi)


 </itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Tujuan Ahir manusia adalah mencapai Tuhan, dan semua aktifitasnya di bidang politik ,sosial maupun keagamaan harus dibimbing oleh tujuan ahir ini (Mahatma Gandhi)


</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Bisnis,,Inspirasi,,Talk,,Variety</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Kata Mutiara - Pythagoras</title>
		<link>/2012/05/kata-mutiara-pythagoras/</link>
		<comments>/2012/05/kata-mutiara-pythagoras/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2012 08:38:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[Talk]]></category>

		<category><![CDATA[Variety]]></category>

		<category><![CDATA[topfm951]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/05/kata-mutiara-pythagoras/</guid>
		<description><![CDATA[Jangan tidur malam sebelum mengajukan tiga pertanyaan yang bersangkutan dengan tingkah lakumu sepanjang hari, yaitu : dalam apa aku berdosa, apa yang telah kulaksanakan dan apa yang belum kusempurnakan. ( Pythagoras )
Phytagoras berkata,jika engkau ingin hidup senang ,mka hendaklah engkau rela di anggap sebgai tidak berakal atau di anggap orang bodoh.
 Pukulan dari sahabatmu lebih baik dari pada ciuman dari musuhmu.
 Phytagoras berkata,jangan sekali-kali percaya paada kasih saying yang datang tiba-tiba,karena dia akan meninggalkanmu dengan tiba-tiba pula.
 Jangan membanggakan apa yang kamu lakukan hari ini, sebab engkau tidaka akan tahu ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/05/pythagoras.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-3463" title="pythagoras" src="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/05/pythagoras.jpeg" alt="pythagoras" /></a>Jangan tidur malam sebelum mengajukan tiga pertanyaan yang bersangkutan dengan tingkah lakumu sepanjang hari, yaitu : dalam apa aku berdosa, apa yang telah kulaksanakan dan apa yang belum kusempurnakan. ( Pythagoras )</p>
<p style="text-align: justify;">Phytagoras berkata,jika engkau ingin hidup senang ,mka hendaklah engkau rela di anggap sebgai tidak berakal atau di anggap orang bodoh.</p>
<p style="text-align: justify;"> Pukulan dari sahabatmu lebih baik dari pada ciuman dari musuhmu.</p>
<p style="text-align: justify;"> Phytagoras berkata,jangan sekali-kali percaya paada kasih saying yang datang tiba-tiba,karena dia akan meninggalkanmu dengan tiba-tiba pula.</p>
<p style="text-align: justify;"> Jangan membanggakan apa yang kamu lakukan hari ini, sebab engkau tidaka akan tahu apa yang akan di berikan oleh hari esok.<br />
<a href="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/05/kata-mutiara-pythagoras.mp3"><br />
</a></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F05%2Fkata-mutiara-pythagoras%2F&amp;linkname=Kata%20Mutiara%20-%20Pythagoras"><img src="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/05/kata-mutiara-pythagoras/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/70281/0/5d93cd3ee66274d3d932411a1687f295.mp3" length="578112" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>1:12</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Jangan tidur malam sebelum mengajukan tiga pertanyaan yang bersangkutan dengan tingkah lakumu sepanjang hari, yaitu : dalam apa aku berdosa, apa yang telah kulaksanakan dan ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Jangan tidur malam sebelum mengajukan tiga pertanyaan yang bersangkutan dengan tingkah lakumu sepanjang hari, yaitu : dalam apa aku berdosa, apa yang telah kulaksanakan dan apa yang belum kusempurnakan. ( Pythagoras )
Phytagoras berkata,jika engkau ingin hidup senang ,mka hendaklah engkau rela di anggap sebgai tidak berakal atau di anggap orang bodoh.
 Pukulan dari sahabatmu lebih baik dari pada ciuman dari musuhmu.
 Phytagoras berkata,jangan sekali-kali percaya paada kasih saying yang datang tiba-tiba,karena dia akan meninggalkanmu dengan tiba-tiba pula.

 Jangan membanggakan apa yang kamu lakukan hari ini, sebab engkau tidaka akan tahu apa yang akan di berikan oleh hari esok.

</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Bisnis,,Inspirasi,,Talk,,Variety</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Kata Mutiara - Hamka</title>
		<link>/2012/05/kata-mutiara-hamka/</link>
		<comments>/2012/05/kata-mutiara-hamka/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2012 08:38:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[Talk]]></category>

		<category><![CDATA[Variety]]></category>

		<category><![CDATA[topfm951]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/05/kata-mutiara-hamka/</guid>
		<description><![CDATA[berbagai sumber]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/05/hamka.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3457" title="hamka" src="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/05/hamka.jpg" alt="hamka" /></a>Selain aktif dalam soal keagamaan dan politik, HAMKA merupakan seorang wartawan, penulis, editor dan penerbit. Sejak tahun 1920-an, HAMKA menjadi wartawan beberapa buah akhbar seperti Pelita Andalas, Seruan Islam, Bintang Islam dan Seruan Muhammadiyah. Pada tahun 1928, beliau menjadi editor majalah Kemajuan Masyarakat. Pada tahun 1932, beliau menjadi editor dan menerbitkan majalah al-Mahdi di Makasar. HAMKA juga pernah menjadi editor majalah Pedoman Masyarakat, Panji Masyarakat dan Gema Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">HAMKA juga menghasilkan karya ilmiah Islam dan karya kreatif seperti novel dan cerpen. Karya ilmiah terbesarnya ialah Tafsir al-Azhar (5 jilid). Pada 1950, ia mendapat kesempatan untuk melawat ke berbagai negara daratan Arab. Sepulang dari lawatan itu, HAMKA menulis beberapa roman. Antara lain Mandi Cahaya di Tanah Suci, Di Lembah Sungai Nil, dan Di Tepi Sungai Dajlah. Sebelum menyelesaikan roman-roman di atas, ia telah membuat roman yang lainnya. Seperti Di Bawah Lindungan Kabah, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Merantau ke Deli, dan Di Dalam Lembah Kehidupan merupakan roman yang mendapat perhatian umum dan menjadi buku teks sastera di Malaysia dan Singapura. Setelah itu HAMKA menulis lagi di majalah baru Panji Masyarakat yang sempat terkenal karena menerbitkan tulisan Bung Hatta berjudul Demokrasi Kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/05/kata-mutiara-hamka.mp3"><br />
</a></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F05%2Fkata-mutiara-hamka%2F&amp;linkname=Kata%20Mutiara%20-%20Hamka"><img src="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/05/kata-mutiara-hamka/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/70278/0/a4a6c1e9d6179c12fc6513e83d2cab14.mp3" length="555264" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>1:09</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Selain aktif dalam soal keagamaan dan politik, HAMKA merupakan seorang wartawan, penulis, editor dan penerbit. Sejak tahun 1920-an, HAMKA menjadi wartawan beberapa buah akhbar seperti ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Selain aktif dalam soal keagamaan dan politik, HAMKA merupakan seorang wartawan, penulis, editor dan penerbit. Sejak tahun 1920-an, HAMKA menjadi wartawan beberapa buah akhbar seperti Pelita Andalas, Seruan Islam, Bintang Islam dan Seruan Muhammadiyah. Pada tahun 1928, beliau menjadi editor majalah Kemajuan Masyarakat. Pada tahun 1932, beliau menjadi editor dan menerbitkan majalah al-Mahdi di Makasar. HAMKA juga pernah menjadi editor majalah Pedoman Masyarakat, Panji Masyarakat dan Gema Islam.
HAMKA juga menghasilkan karya ilmiah Islam dan karya kreatif seperti novel dan cerpen. Karya ilmiah terbesarnya ialah Tafsir al-Azhar (5 jilid). Pada 1950, ia mendapat kesempatan untuk melawat ke berbagai negara daratan Arab. Sepulang dari lawatan itu, HAMKA menulis beberapa roman. Antara lain Mandi Cahaya di Tanah Suci, Di Lembah Sungai Nil, dan Di Tepi Sungai Dajlah. Sebelum menyelesaikan roman-roman di atas, ia telah membuat roman yang lainnya. Seperti Di Bawah Lindungan Kabah, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Merantau ke Deli, dan Di Dalam Lembah Kehidupan merupakan roman yang mendapat perhatian umum dan menjadi buku teks sastera di Malaysia dan Singapura. Setelah itu HAMKA menulis lagi di majalah baru Panji Masyarakat yang sempat terkenal karena menerbitkan tulisan Bung Hatta berjudul Demokrasi Kita.


</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Bisnis,,Inspirasi,,Talk,,Variety</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>WS Rendra - Pertemuan Mahasiswa</title>
		<link>/2012/05/ws-rendra-pertemuan-mahasiswa/</link>
		<comments>/2012/05/ws-rendra-pertemuan-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 14:28:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[Talk]]></category>

		<category><![CDATA[topfm951]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/05/ws-rendra-pertemuan-mahasiswa/</guid>
		<description><![CDATA[Matahari terbit pagi ini
mencium bau kencing orok di kaki langit,
melihat kali coklat menjalar ke lautan,
dan mendengar dengung lebah di dalam hutan.
Lalu kini ia dua penggalah tingginya.
Dan ia menjadi saksi kita berkumpul di sini
memeriksa keadaan.
Kita bertanya :
Kenapa maksud baik tidak selalu berguna.
Kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga.
Orang berkata  Kami ada maksud baik 
Dan kita bertanya :  Maksud baik untuk siapa ?
Ya ! Ada yang jaya, ada yang terhina
Ada yang bersenjata, ada yang terluka.
Ada yang duduk, ada yang diduduki.
Ada yang berlimpah, ada yang terkuras.
Dan kita di sini bertanya ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/05/ws-rendra-9.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-3431" title="ws-rendra-9" src="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/05/ws-rendra-9.jpg" alt="ws-rendra-9" /></a>Matahari terbit pagi ini<br />
mencium bau kencing orok di kaki langit,<br />
melihat kali coklat menjalar ke lautan,<br />
dan mendengar dengung lebah di dalam hutan.<br />
Lalu kini ia dua penggalah tingginya.<br />
Dan ia menjadi saksi kita berkumpul di sini<br />
memeriksa keadaan.<br />
Kita bertanya :<br />
Kenapa maksud baik tidak selalu berguna.<br />
Kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga.<br />
Orang berkata  Kami ada maksud baik <br />
Dan kita bertanya :  Maksud baik untuk siapa ?<br />
Ya ! Ada yang jaya, ada yang terhina<br />
Ada yang bersenjata, ada yang terluka.<br />
Ada yang duduk, ada yang diduduki.<br />
Ada yang berlimpah, ada yang terkuras.<br />
Dan kita di sini bertanya :<br />
Maksud baik saudara untuk siapa ?<br />
Saudara berdiri di pihak yang mana ?<br />
Kenapa maksud baik dilakukan<br />
tetapi makin banyak petani yang kehilangan tanahnya.<br />
Tanah-tanah di gunung telah dimiliki orang-orang kota.<br />
Perkebunan yang luas<br />
hanya menguntungkan segolongan kecil saja.<br />
Alat-alat kemajuan yang diimpor<br />
tidak cocok untuk petani yang sempit tanahnya.<br />
Tentu kita bertanya :<br />
Lantas maksud baik saudara untuk siapa ?<br />
Sekarang matahari, semakin tinggi.<br />
Lalu akan bertahta juga di atas puncak kepala.<br />
Dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya :<br />
Kita ini dididik untuk memihak yang mana ?<br />
Ilmu-ilmu yang diajarkan di sini<br />
akan menjadi alat pembebasan,<br />
ataukah alat penindasan ?<br />
Sebentar lagi matahari akan tenggelam.<br />
Malam akan tiba.<br />
Cicak-cicak berbunyi di tembok.<br />
Dan rembulan akan berlayar.<br />
Tetapi pertanyaan kita tidak akan mereda.<br />
Akan hidup di dalam bermimpi.<br />
Akan tumbuh di kebon belakang.<br />
Dan esok hari<br />
matahari akan terbit kembali.<br />
Sementara hari baru menjelma.<br />
Pertanyaan-pertanyaan kita menjadi hutan.<br />
Atau masuk ke sungai<br />
menjadi ombak di samodra.<br />
Di bawah matahari ini kita bertanya :<br />
Ada yang menangis, ada yang mendera.<br />
Ada yang habis, ada yang mengikis.<br />
Dan maksud baik kita<br />
berdiri di pihak yang mana !</p>
<p>Jakarta 1 Desember 1977<br />
Potret Pembangunan dalam Puisi..</p>
<p>(Sajak ini dipersembahkan kepada para mahasiswa Universitas Indonesia di Jakarta, dan dibacakan di dalam salah satu adegan film Yang Muda Yang Bercinta, yang disutradarai oleh Sumandjaja)</p>
<p><a href="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/05/rendra-puisi-pertemuan-mahasiswa.mp3"><br />
</a></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F05%2Fws-rendra-pertemuan-mahasiswa%2F&amp;linkname=WS%20Rendra%20-%20Pertemuan%20Mahasiswa"><img src="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/05/ws-rendra-pertemuan-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/69737/0/2b72ad028c424f9391d1f9417bc766de.mp3" length="2248128" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>4:41</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Matahari terbit pagi ini
mencium bau kencing orok di kaki langit,
melihat kali coklat menjalar ke lautan,
dan mendengar dengung lebah di dalam hutan.
Lalu kini ia dua penggalah ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Matahari terbit pagi ini
mencium bau kencing orok di kaki langit,
melihat kali coklat menjalar ke lautan,
dan mendengar dengung lebah di dalam hutan.
Lalu kini ia dua penggalah tingginya.
Dan ia menjadi saksi kita berkumpul di sini
memeriksa keadaan.
Kita bertanya :
Kenapa maksud baik tidak selalu berguna.
Kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga.
Orang berkata  Kami ada maksud baik 
Dan kita bertanya :  Maksud baik untuk siapa ?
Ya ! Ada yang jaya, ada yang terhina
Ada yang bersenjata, ada yang terluka.
Ada yang duduk, ada yang diduduki.
Ada yang berlimpah, ada yang terkuras.
Dan kita di sini bertanya :
Maksud baik saudara untuk siapa ?
Saudara berdiri di pihak yang mana ?
Kenapa maksud baik dilakukan
tetapi makin banyak petani yang kehilangan tanahnya.
Tanah-tanah di gunung telah dimiliki orang-orang kota.
Perkebunan yang luas
hanya menguntungkan segolongan kecil saja.
Alat-alat kemajuan yang diimpor
tidak cocok untuk petani yang sempit tanahnya.
Tentu kita bertanya :
Lantas maksud baik saudara untuk siapa ?
Sekarang matahari, semakin tinggi.
Lalu akan bertahta juga di atas puncak kepala.
Dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya :
Kita ini dididik untuk memihak yang mana ?
Ilmu-ilmu yang diajarkan di sini
akan menjadi alat pembebasan,
ataukah alat penindasan ?
Sebentar lagi matahari akan tenggelam.
Malam akan tiba.
Cicak-cicak berbunyi di tembok.
Dan rembulan akan berlayar.
Tetapi pertanyaan kita tidak akan mereda.
Akan hidup di dalam bermimpi.
Akan tumbuh di kebon belakang.
Dan esok hari
matahari akan terbit kembali.
Sementara hari baru menjelma.
Pertanyaan-pertanyaan kita menjadi hutan.
Atau masuk ke sungai
menjadi ombak di samodra.
Di bawah matahari ini kita bertanya :
Ada yang menangis, ada yang mendera.
Ada yang habis, ada yang mengikis.
Dan maksud baik kita
berdiri di pihak yang mana !

Jakarta 1 Desember 1977
Potret Pembangunan dalam Puisi..

(Sajak ini dipersembahkan kepada para mahasiswa Universitas Indonesia di Jakarta, dan dibacakan di dalam salah satu adegan film Yang Muda Yang Bercinta, yang disutradarai oleh Sumandjaja)


</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Inspirasi,,Talk</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Inspirasi Memancing Di Sumur</title>
		<link>/2012/05/cerita-inspirasi-memancing-di-sumur/</link>
		<comments>/2012/05/cerita-inspirasi-memancing-di-sumur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2012 03:25:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[Variety]]></category>

		<category><![CDATA[citrafmmanado]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/05/cerita-inspirasi-memancing-di-sumur/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/05/cerita-inspirasi-memancing-di-sumur/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/67743/0/de91477fac74b37388df6061bc9e5854.mp3" length="1574870" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>1:38</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Cerita Inspirasi Memancing Di Sumur</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>e-Broadcasting Institute</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Inspirasi,,Variety</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Tentang Ayam Jago Dan Naga</title>
		<link>/2012/05/cerita-tentang-ayam-jago-dan-naga/</link>
		<comments>/2012/05/cerita-tentang-ayam-jago-dan-naga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2012 03:25:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[Variety]]></category>

		<category><![CDATA[citrafmmanado]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/05/cerita-tentang-ayam-jago-dan-naga/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.citrafmmanado.com/wp-content/uploads/2012/04/naga2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2146" title="naga2" src="http://www.citrafmmanado.com/wp-content/uploads/2012/04/naga2.jpg" alt="naga2" /></a></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F05%2Fcerita-tentang-ayam-jago-dan-naga%2F&amp;linkname=Cerita%20Tentang%20Ayam%20Jago%20Dan%20Naga"><img src="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/05/cerita-tentang-ayam-jago-dan-naga/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/67740/0/65c324b9d3b3e1a81a9314f82a6c828d.mp3" length="1636728" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>3:25</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Cerita Tentang Ayam Jago Dan Naga</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>e-Broadcasting Institute</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Inspirasi,,Variety</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Kusir Yang  Sombong</title>
		<link>/2012/05/kusir-yang-sombong/</link>
		<comments>/2012/05/kusir-yang-sombong/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2012 03:25:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[Variety]]></category>

		<category><![CDATA[citrafmmanado]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/05/kusir-yang-sombong/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/05/kusir-yang-sombong/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/67735/0/95d866abb259a735f86afdd5849e1eef.mp3" length="1147716" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>2:23</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Kusir Yang  Sombong</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>e-Broadcasting Institute</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Inspirasi,,Variety</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Kata Mutiara - R.A Kartini</title>
		<link>/2012/04/kata-mutiara-ra-kartini/</link>
		<comments>/2012/04/kata-mutiara-ra-kartini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2012 10:01:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[Talk]]></category>

		<category><![CDATA[Variety]]></category>

		<category><![CDATA[topfm951]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/04/kata-mutiara-ra-kartini/</guid>
		<description><![CDATA[RA Kartini-Biografi Lengkap

Raden Adjeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini adalah seorang tokoh dari suku Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan di Indonesia.
Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa. Ayahnya bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ibunya bernama M.A. Ngasirah (Istri Pertama namun bukan istri Utama)*.
Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari semua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya adalah Pangeran Ario Tjondronegoro IV, yang diangkat sebagai bupati dalam ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/04/ra-kartini.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-2203" title="ra-kartini" src="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/04/ra-kartini.jpg" alt="ra-kartini" /></a><strong>RA Kartini-Biografi Lengkap</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
Raden Adjeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini adalah seorang tokoh dari suku Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan di Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa. Ayahnya bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ibunya bernama M.A. Ngasirah (Istri Pertama namun bukan istri Utama)*.</p>
<p style="text-align: justify;">Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari semua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya adalah Pangeran Ario Tjondronegoro IV, yang diangkat sebagai bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini bernama Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa.<br />
Riwayat Pendidikan R.A Kartini</p>
<p style="text-align: justify;">Kartini bersekolah hingga usia 12 tahun di ELS Europese Lagere School). Setelah 12 tahun, beliau harus tinggal dirumah untuk dipingit**. Dalam masa pingitan, Kartini kemudian belajar sendiri di rumah. Dengan bekal kemampuannya berbahasa Belanda, Kartini kemudian menjalin hubungan korespondensi dengan teman-teman dari negeri Belanda. Dari hubungan surat-menyurat itulah Kartini banyak tertarik dengan pemikira-pemikiran maju perempuan Eropa. Dari titik inilah semua berawal, dari sebuah pemikiran seorang perempuan muda Kartini, yang kemudian mengubah sejarah Bangsa Indonesia.<br />
Pernikahan R.A Kartini</p>
<p style="text-align: justify;">Kartini disuruh menikah oleh orang tuanya, dengan Bupati Rembang K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang telah memiliki tiga istri. Kartini kemudian menikah pada tanggal 12 November 1903.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai seorang suami, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat sangat mengerti keinginan Kartini. Beliau kemudian mendukung cita-cita Kartini untuk mendirikan Sekolah wanita. Sekolah Wanita pertama yang didirikan adalah Sekolah Wanita di Rembang, tepatnya di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari pernikahannya dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, Kartini melahirkah seorang putra bernama R.M. Soesalit yang lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari setelah melahirkan putra pertama sekaligus terakhirnya, Kartini menghembuskan nafas terakhir yaitu pada tanggal 17 September 1904. pada saat meninggal, Kartini berusia 25 tahun dan dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.<br />
Sekolah Kartini</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah organisasi bernama Yayasan Kartini kemudia melanjutkan perjuangan Kartini dengan mendirikan Sekolah Wanita di Semarang pada tahun 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah Sekolah Kartini. Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.<br />
Surat-surat R.A Kartini</p>
<p style="text-align: justify;">Habis Gelap Terbitlah Terang adalah buku yang dikarang Kartini. Judul aslinya adalah Dari Gelap Menuju Terang. Kartini mendapatkan inspirasi tersebut dari kalimat Kitab Suci mina dulumati ila nuur.***</p>
<p style="text-align: justify;">Surat Kartini yang legendaries dan banyak diterbitkan dalam bentuk buku adalah Habis Gelap Terbitlah Terang (Door Duisternis Tot Licht). Surat-surat itu pertama kali di bukukan oleh J.H. Abendanon, yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Sekalipun banyak kontroversi yang timbul dari penerbitan buku tersebut, namun buah pemikiran Kartini tersebut banyak sekali memberikan kontribusi bagi Bangsa Indonesia, kini dan masa yang akan datang.</p>
<p style="text-align: justify;">Kutipan :</p>
<p style="text-align: justify;">* Hal ini disebabkan karena M.A Ngasirah bukanlah bangsawan dari kelas yang tinggi. Pada waktu itu untuk menjadi seorang Bupati, harus beristrikan seorang bangsawan. Maka ayah R.A Kartini kemudian menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), yang merupakan keturunan langsung Raja Madura.</p>
<p style="text-align: justify;">** Pada masa itu, seorang perempuan ketika beranjak dewasa haruslah dipingit untuk kemudian di nikahkan dengan calon suaminya kelak.</p>
<p style="text-align: justify;">*** Referensi dari Wikipedia.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F04%2Fkata-mutiara-ra-kartini%2F&amp;linkname=Kata%20Mutiara%20-%20R.A%20Kartini"><img src="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/04/kata-mutiara-ra-kartini/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/56199/0/e6c3a4df4813c66b19a429c53ba9f59a.mp3" length="2305829" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>2:45</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>RA Kartini-Biografi Lengkap


Raden Adjeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini adalah seorang tokoh dari suku Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>RA Kartini-Biografi Lengkap


Raden Adjeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini adalah seorang tokoh dari suku Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan di Indonesia.
Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa. Ayahnya bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ibunya bernama M.A. Ngasirah (Istri Pertama namun bukan istri Utama)*.

Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari semua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya adalah Pangeran Ario Tjondronegoro IV, yang diangkat sebagai bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini bernama Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa.
Riwayat Pendidikan R.A Kartini

Kartini bersekolah hingga usia 12 tahun di ELS Europese Lagere School). Setelah 12 tahun, beliau harus tinggal dirumah untuk dipingit**. Dalam masa pingitan, Kartini kemudian belajar sendiri di rumah. Dengan bekal kemampuannya berbahasa Belanda, Kartini kemudian menjalin hubungan korespondensi dengan teman-teman dari negeri Belanda. Dari hubungan surat-menyurat itulah Kartini banyak tertarik dengan pemikira-pemikiran maju perempuan Eropa. Dari titik inilah semua berawal, dari sebuah pemikiran seorang perempuan muda Kartini, yang kemudian mengubah sejarah Bangsa Indonesia.
Pernikahan R.A Kartini
Kartini disuruh menikah oleh orang tuanya, dengan Bupati Rembang K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang telah memiliki tiga istri. Kartini kemudian menikah pada tanggal 12 November 1903.
Sebagai seorang suami, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat sangat mengerti keinginan Kartini. Beliau kemudian mendukung cita-cita Kartini untuk mendirikan Sekolah wanita. Sekolah Wanita pertama yang didirikan adalah Sekolah Wanita di Rembang, tepatnya di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.

Dari pernikahannya dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, Kartini melahirkah seorang putra bernama R.M. Soesalit yang lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari setelah melahirkan putra pertama sekaligus terakhirnya, Kartini menghembuskan nafas terakhir yaitu pada tanggal 17 September 1904. pada saat meninggal, Kartini berusia 25 tahun dan dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.
Sekolah Kartini

Sebuah organisasi bernama Yayasan Kartini kemudia melanjutkan perjuangan Kartini dengan mendirikan Sekolah Wanita di Semarang pada tahun 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah Sekolah Kartini. Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.
Surat-surat R.A Kartini
Habis Gelap Terbitlah Terang adalah buku yang dikarang Kartini. Judul aslinya adalah Dari Gelap Menuju Terang. Kartini mendapatkan inspirasi tersebut dari kalimat Kitab Suci mina dulumati ila nuur.***
Surat Kartini yang legendaries dan banyak diterbitkan dalam bentuk buku adalah Habis Gelap Terbitlah Terang (Door Duisternis Tot Licht). Surat-surat itu pertama kali di bukukan oleh J.H. Abendanon, yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Sekalipun banyak kontroversi yang timbul dari penerbitan buku tersebut, namun buah pemikiran Kartini tersebut banyak sekali memberikan kontribusi bagi Bangsa Indonesia, kini dan masa yang akan datang.
Kutipan :
* Hal ini disebabkan karena M.A Ngasirah bukanlah bangsawan dari kelas yang tinggi. Pada waktu itu untuk menjadi seorang Bupati, harus beristrikan seorang bangsawan. Maka ayah R.A Kartini kemudian menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), yang merupakan keturunan langsung Raja Madura.
** Pada masa itu, seorang perempuan ketika beranjak dewasa haruslah dipingit untuk kemudian di nikahkan dengan calon suaminya kelak.
*** Re</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Bisnis,,Inspirasi,,Motivasi,,Talk,,Variety</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Kata Mutiara - Jenderal Sudirman</title>
		<link>/2012/04/kata-mutiara-jenderal-sudirman/</link>
		<comments>/2012/04/kata-mutiara-jenderal-sudirman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2012 05:53:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[Talk]]></category>

		<category><![CDATA[Variety]]></category>

		<category><![CDATA[topfm951]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/04/kata-mutiara-jenderal-sudirman/</guid>
		<description><![CDATA[WIKIPEDIA]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/03/jenderal-sudirman.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2072" title="jenderal-sudirman" src="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/03/jenderal-sudirman.jpg" alt="JENDERAL SUDIRMAN" width="240" height="302" /></a>Jenderal Besar TNI Anumerta Soedirman (Ejaan Soewandi: Sudirman) (lahir di Bodas Karangjati, Purbalingga, Jawa Tengah, 24 Januari 1916  meninggal di Magelang, Jawa Tengah, 29 Januari 1950 pada umur 34 tahun) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang berjuang pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Dalam sejarah perjuangan Republik Indonesia, ia dicatat sebagai Panglima dan Jenderal RI yang pertama dan termuda. Saat usia Soedirman 31 tahun ia telah menjadi seorang jenderal. Meski menderita sakit tuberkulosis paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya dalam perang pembelaan kemerdekaan RI. Pada tahun 1950 ia wafat karena penyakit tuberkulosis tersebut dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara di Semaki, Yogyakarta.<br />
<a href="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/03/kata-mutiara-jendral-sudirman-mp3.mp3"></a></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F04%2Fkata-mutiara-jenderal-sudirman%2F&amp;linkname=Kata%20Mutiara%20-%20Jenderal%20Sudirman"><img src="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/04/kata-mutiara-jenderal-sudirman/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/55917/0/49232b94009f226526173182fb5645a6.mp3" length="890514" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>1:04</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Jenderal Besar TNI Anumerta Soedirman (Ejaan Soewandi: Sudirman) (lahir di Bodas Karangjati, Purbalingga, Jawa Tengah, 24 Januari 1916  meninggal di Magelang, Jawa Tengah, 29 ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Jenderal Besar TNI Anumerta Soedirman (Ejaan Soewandi: Sudirman) (lahir di Bodas Karangjati, Purbalingga, Jawa Tengah, 24 Januari 1916  meninggal di Magelang, Jawa Tengah, 29 Januari 1950 pada umur 34 tahun) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang berjuang pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Dalam sejarah perjuangan Republik Indonesia, ia dicatat sebagai Panglima dan Jenderal RI yang pertama dan termuda. Saat usia Soedirman 31 tahun ia telah menjadi seorang jenderal. Meski menderita sakit tuberkulosis paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya dalam perang pembelaan kemerdekaan RI. Pada tahun 1950 ia wafat karena penyakit tuberkulosis tersebut dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara di Semaki, Yogyakarta.
</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Bisnis,,Inspirasi,,Motivasi,,Talk,,Variety</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
	</channel>
</rss>

