<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Suara Radio &#124; Situs Kolaborasi Radio &#187; Kalimantan - Sulawesi</title>
	<atom:link href="http:///category/kalimantan-sulawesi/feed/podcast" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Suara Radio &#124; Situs Kolaborasi Radio</description>
	<pubDate>Sat, 25 May 2013 19:04:14 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<!-- podcast_generator="podPress/8.8" -->
		<copyright>&#xA9; </copyright>
		<managingEditor>suararadio@yahoo.com ()</managingEditor>
		<webMaster>suararadio@yahoo.com()</webMaster>
		<category></category>
		<ttl>1440</ttl>
		<itunes:keywords></itunes:keywords>
		<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
		<itunes:summary>e-Broadcasting Institute</itunes:summary>
		<itunes:author></itunes:author>
		<itunes:category text="Music"/>
<itunes:category text="Technology"/>
		<itunes:owner>
			<itunes:name></itunes:name>
			<itunes:email>suararadio@yahoo.com</itunes:email>
		</itunes:owner>
		<itunes:block>No</itunes:block>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:image href="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/podpress/images/suararadio_300.png" />
		<image>
			<url>http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/podpress/images/suararadio_128.png</url>
			<title>Suara Radio &#124; Situs Kolaborasi Radio</title>
			<link></link>
			<width>144</width>
			<height>144</height>
		</image>
		<item>
		<title>Jembatan Lengkung Ketiga Dunia &#8220;Jembatan IV Palu Sulawesi Tengah&#8221;</title>
		<link>/2012/05/12/jembatan-lengkung-ketiga-dunia-jembatan-iv-palu-sulawesi-tengah/</link>
		<comments>/2012/05/12/jembatan-lengkung-ketiga-dunia-jembatan-iv-palu-sulawesi-tengah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2012 14:51:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kalimantan - Sulawesi]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<category><![CDATA[trijaya-palembang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/05/jembatan-lengkung-ketiga-dunia-jembatan-iv-palu-sulawesi-tengah/</guid>
		<description><![CDATA[Jembatan IV di teluk palumerupakan objek wisata primadona di Kota Palu. Lokasinya berada di Palu  Timur sekitar dua kilometer dari pusat Kota Palu. Untuk mencapai lokasi  tersebut tidaklah terlalu sulit. (Deddy)
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.trijayafmplg.co.id/wp-content/uploads/2012/05/jembatan-4-kota-palu.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-4276" title="jembatan-4-kota-palu" src="http://www.trijayafmplg.co.id/wp-content/uploads/2012/05/jembatan-4-kota-palu.gif" alt="jembatan-4-kota-palu" /></a><a href="http://www.trijayafmplg.co.id/wp-content/uploads/2012/05/jembatan-4.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-4277" title="jembatan-4" src="http://www.trijayafmplg.co.id/wp-content/uploads/2012/05/jembatan-4.jpg" alt="jembatan-4" width="391" height="232" /></a>Jembatan IV di teluk palumerupakan objek wisata primadona di Kota Palu. Lokasinya berada di Palu  Timur sekitar dua kilometer dari pusat Kota Palu. Untuk mencapai lokasi  tersebut tidaklah terlalu sulit. (Deddy)</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F05%2F12%2Fjembatan-lengkung-ketiga-dunia-jembatan-iv-palu-sulawesi-tengah%2F&amp;linkname=Jembatan%20Lengkung%20Ketiga%20Dunia%20%26%238220%3BJembatan%20IV%20Palu%20Sulawesi%20Tengah%26%238221%3B"><img src="http://www.diradio.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/05/12/jembatan-lengkung-ketiga-dunia-jembatan-iv-palu-sulawesi-tengah/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.diradio.net/podpress_trac/feed/68671/0/travelling-11-mei-palu-sulteng1.mp3" length="12871889" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>26:49</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Jembatan IV di teluk palumerupakan objek wisata primadona di Kota Palu. Lokasinya berada di Palu  Timur sekitar dua kilometer dari pusat Kota Palu. Untuk ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Jembatan IV di teluk palumerupakan objek wisata primadona di Kota Palu. Lokasinya berada di Palu  Timur sekitar dua kilometer dari pusat Kota Palu. Untuk mencapai lokasi  tersebut tidaklah terlalu sulit. (Deddy)</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Kalimantan,-,Sulawesi,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Pulau Bunaken Manado Sulawesi Utara</title>
		<link>/2012/05/10/pulau-bunaken-manado-sulawesi-utara/</link>
		<comments>/2012/05/10/pulau-bunaken-manado-sulawesi-utara/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2012 03:25:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kalimantan - Sulawesi]]></category>

		<category><![CDATA[Sulawesi]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<category><![CDATA[citrafmmanado]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/05/pulau-bunaken-manado-sulawesi-utara/</guid>
		<description><![CDATA[Bunaken adalah sebuah pulau seluas 8,08 km² di Teluk Manado, yang terletak di utara pulau Sulawesi, Indonesia. Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Pulau Bunaken dapat di tempuh dengan kapal cepat (speed boat) atau kapal sewaan dengan perjalanan sekitar 30 menit dari pelabuhan kota Manado. Di sekitar pulau Bunaken terdapat taman laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bunaken. Taman laut ini memiliki biodiversitas kelautan salah satu yang tertinggi di dunia. Selam scuba menarik banyak pengunjung ke pulau ini. Secara keseluruhan taman ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.citrafmmanado.com/wp-content/uploads/2012/03/bunaken-baleho1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2200" title="bunaken-baleho1" src="http://www.citrafmmanado.com/wp-content/uploads/2012/03/bunaken-baleho1.jpg" alt="bunaken-baleho1" width="117" height="78" /></a>Bunaken</strong> adalah sebuah pulau seluas 8,08 km² di <a title="Teluk Manado" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teluk_Manado">Teluk Manado</a>, yang terletak di utara pulau <a title="Sulawesi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi">Sulawesi</a>, <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>. Pulau ini merupakan bagian dari kota <a class="mw-redirect" title="Manado" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manado">Manado</a>, <a title="Ibu kota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibu_kota">ibu kota</a> <a title="Provinsi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Provinsi">provinsi</a> <a title="Sulawesi Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Utara">Sulawesi Utara</a>, <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>. Pulau Bunaken dapat di tempuh dengan kapal cepat (<em>speed boat</em>) atau kapal sewaan dengan perjalanan sekitar 30 menit dari pelabuhan kota <a class="mw-redirect" title="Manado" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manado">Manado</a>. Di sekitar pulau Bunaken terdapat taman laut Bunaken yang merupakan bagian dari <a title="Taman Nasional Bunaken" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Bunaken">Taman Nasional Bunaken</a>. Taman laut ini memiliki <a class="mw-redirect" title="Biodiversitas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biodiversitas">biodiversitas</a> kelautan salah satu yang tertinggi di dunia. <a title="Selam scuba" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Selam_scuba">Selam scuba</a> menarik banyak pengunjung ke pulau ini. Secara keseluruhan taman laut  Bunaken meliputi area seluas 75.265 hektare dengan lima pulau yang  berada di dalamnya, yakni <a class="new" title="Pulau Manado Tua (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pulau_Manado_Tua&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pulau Manado Tua</a>, Pulau Bunaken, <a class="new" title="Pulau Siladen (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pulau_Siladen&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pulau Siladen</a>, <a class="new" title="Pulau Mantehage (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pulau_Mantehage&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pulau Mantehage</a> berikut beberapa anak pulaunya, dan <a title="Pulau Naen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Naen">Pulau Naen</a>. Meskipun meliputi area 75.265 hektare, lokasi penyelaman (<em>diving</em>) hanya terbatas di masing-masing pantai yang mengelilingi kelima pulau itu.</p>
<p>Taman laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman (<em>dive spot</em>)  dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu,  12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Dua belas  titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi penyelam dan  pecinta keindahan pemandangan bawah laut.</p>
<p>Sebagian besar dari 12 titik penyelaman di Pulau Bunaken berjajar  dari bagian tenggara hingga bagian barat laut pulau tersebut. Di wilayah  inilah terdapat <em>underwater great walls</em>, yang disebut juga <em>hanging walls</em>,  atau dinding-dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan  melengkung ke atas. Dinding karang ini juga menjadi sumber makanan bagi  ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F05%2F10%2Fpulau-bunaken-manado-sulawesi-utara%2F&amp;linkname=Pulau%20Bunaken%20Manado%20Sulawesi%20Utara"><img src="http://www.diradio.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/05/10/pulau-bunaken-manado-sulawesi-utara/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.diradio.net/podpress_trac/feed/67749/0/web-citrafm-wisata-22.mp3" length="2421504" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>2:31</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Bunaken adalah sebuah pulau seluas 8,08 kmsup2; di Teluk Manado, yang terletak di utara pulau Sulawesi, Indonesia. Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Bunaken adalah sebuah pulau seluas 8,08 kmsup2; di Teluk Manado, yang terletak di utara pulau Sulawesi, Indonesia. Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Pulau Bunaken dapat di tempuh dengan kapal cepat (speed boat) atau kapal sewaan dengan perjalanan sekitar 30 menit dari pelabuhan kota Manado. Di sekitar pulau Bunaken terdapat taman laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bunaken. Taman laut ini memiliki biodiversitas kelautan salah satu yang tertinggi di dunia. Selam scuba menarik banyak pengunjung ke pulau ini. Secara keseluruhan taman laut  Bunaken meliputi area seluas 75.265 hektare dengan lima pulau yang  berada di dalamnya, yakni Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Naen. Meskipun meliputi area 75.265 hektare, lokasi penyelaman (diving) hanya terbatas di masing-masing pantai yang mengelilingi kelima pulau itu.

Taman laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman (dive spot)  dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu,  12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Dua belas  titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi penyelam dan  pecinta keindahan pemandangan bawah laut.

Sebagian besar dari 12 titik penyelaman di Pulau Bunaken berjajar  dari bagian tenggara hingga bagian barat laut pulau tersebut. Di wilayah  inilah terdapat underwater great walls, yang disebut juga hanging walls,  atau dinding-dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan  melengkung ke atas. Dinding karang ini juga menjadi sumber makanan bagi  ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken.</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Kalimantan,-,Sulawesi,,Sulawesi,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Watu Pinawetengan</title>
		<link>/2012/05/10/watu-pinawetengan/</link>
		<comments>/2012/05/10/watu-pinawetengan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2012 03:25:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kalimantan - Sulawesi]]></category>

		<category><![CDATA[Sulawesi]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<category><![CDATA[citrafmmanado]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/05/watu-pinawetengan/</guid>
		<description><![CDATA[Watu Pinawetengan (yang berarti Batu Tempat Pembagian) yang berada di kecamatan Tompaso kabupaten Minahasa.
Di tempat inilah, sekitar 1000 SM terjadi pembagian sembilan sub  etnis Minahasa yang meliputi suku Tontembuan, Tombulu, Tonsea, Tolowur,  Tonsawang, Pasan, Ponosakan, Bantik dan Siao. Selain membagi wilayah,  para tetua suku-suku tersebut juga menjadikan tempat ini untuk berunding  mengenai semua masalah yang dihadapi.
Goresan-goresan di batu tersebut membentuk berbagai motif dan  dipercayai sebagai hasil perundingan suku-suku itu. Motifnya ada yang  berbentuk gambar manusia, gambar seperti alat kemaluan laki-laki dan  perempuan, motif ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.citrafmmanado.com/wp-content/uploads/2012/04/watu-pinawetengan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2202" title="watu-pinawetengan" src="http://www.citrafmmanado.com/wp-content/uploads/2012/04/watu-pinawetengan.jpg" alt="watu-pinawetengan" width="106" height="66" /></a>Watu Pinawetengan</strong> (yang berarti <em><strong>Batu Tempat Pembagian</strong></em>) yang berada di kecamatan <a title="Tompaso, Minahasa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tompaso,_Minahasa">Tompaso</a> <a title="Kabupaten Minahasa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Minahasa">kabupaten Minahasa</a>.</p>
<p>Di tempat inilah, sekitar 1000 SM terjadi pembagian sembilan sub  etnis Minahasa yang meliputi suku Tontembuan, Tombulu, Tonsea, Tolowur,  Tonsawang, Pasan, Ponosakan, Bantik dan Siao. Selain membagi wilayah,  para tetua suku-suku tersebut juga menjadikan tempat ini untuk berunding  mengenai semua masalah yang dihadapi.</p>
<p>Goresan-goresan di batu tersebut membentuk berbagai motif dan  dipercayai sebagai hasil perundingan suku-suku itu. Motifnya ada yang  berbentuk gambar manusia, gambar seperti alat kemaluan laki-laki dan  perempuan, motif daun dan kumpulan garis yang tak beraturan tanpa makna.</p>
<p>Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, bentuk batu ini seperti orang  bersujud kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, bentuk batu ini juga  seperti peta pulau Minahasa. Batu ini menurut para arkeolog, dipakai  oleh nenek moyang orang Minahasa untuk berunding. Maka tak heran,  namanya menjadi Watu Pinawetengan yang artinya Batu Tempat Pembagian.</p>
<p>Batu ini bisa dikatakan tonggak berdirinya subetnis yang ada di  Minahasa dan menurut kepercayaan penduduk berada di tengah-tengah pulau  Minahasa. Bahkan beberapa orang yang rutin mengunjungi Watu  Pinawetengan, ada ritual khusus yang diadakan tiap 3 Januari untuk  melakukan ziarah. Sementara itu, karena nilai sejarah dan budaya yang  kental, tiap Tgl 7 Juli dijadikan tempat pertunjukan seni dan budaya  yang mulai terkikis di Minahasa.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F05%2F10%2Fwatu-pinawetengan%2F&amp;linkname=Watu%20Pinawetengan"><img src="http://www.diradio.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/05/10/watu-pinawetengan/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.diradio.net/podpress_trac/feed/67737/0/watu-pinawetengan.mp3" length="11515820" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>4:48</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Watu Pinawetengan (yang berarti Batu Tempat Pembagian) yang berada di kecamatan Tompaso kabupaten Minahasa.

Di tempat inilah, sekitar 1000 SM terjadi pembagian sembilan sub  etnis ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Watu Pinawetengan (yang berarti Batu Tempat Pembagian) yang berada di kecamatan Tompaso kabupaten Minahasa.

Di tempat inilah, sekitar 1000 SM terjadi pembagian sembilan sub  etnis Minahasa yang meliputi suku Tontembuan, Tombulu, Tonsea, Tolowur,  Tonsawang, Pasan, Ponosakan, Bantik dan Siao. Selain membagi wilayah,  para tetua suku-suku tersebut juga menjadikan tempat ini untuk berunding  mengenai semua masalah yang dihadapi.

Goresan-goresan di batu tersebut membentuk berbagai motif dan  dipercayai sebagai hasil perundingan suku-suku itu. Motifnya ada yang  berbentuk gambar manusia, gambar seperti alat kemaluan laki-laki dan  perempuan, motif daun dan kumpulan garis yang tak beraturan tanpa makna.

Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, bentuk batu ini seperti orang  bersujud kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, bentuk batu ini juga  seperti peta pulau Minahasa. Batu ini menurut para arkeolog, dipakai  oleh nenek moyang orang Minahasa untuk berunding. Maka tak heran,  namanya menjadi Watu Pinawetengan yang artinya Batu Tempat Pembagian.

Batu ini bisa dikatakan tonggak berdirinya subetnis yang ada di  Minahasa dan menurut kepercayaan penduduk berada di tengah-tengah pulau  Minahasa. Bahkan beberapa orang yang rutin mengunjungi Watu  Pinawetengan, ada ritual khusus yang diadakan tiap 3 Januari untuk  melakukan ziarah. Sementara itu, karena nilai sejarah dan budaya yang  kental, tiap Tgl 7 Juli dijadikan tempat pertunjukan seni dan budaya  yang mulai terkikis di Minahasa.</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Kalimantan,-,Sulawesi,,Sulawesi,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Keajaiban Taman Laut Banda</title>
		<link>/2011/07/25/keajaiban-taman-laut-banda/</link>
		<comments>/2011/07/25/keajaiban-taman-laut-banda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 10:09:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kalimantan - Sulawesi]]></category>

		<category><![CDATA[Sulawesi]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<category><![CDATA[klite-bandung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2011/07/keajaiban-taman-laut-banda/</guid>
		<description><![CDATA[Dari sekian banyak lokasi penyelaman di taman laut kepulauan banda, taman laut yang berada di pulau Hatta adalah yang paling eksotis. Dari Banda Neira, Pulau Hatta bisa ditempuh selama satu jam dengan menggunakan speed boat. Di sini terdapat beberapa goa bawah laut baik yang besar dan kecil. Setelah Anda meyelam maka Kemanapun mata Anda memandang, yang tampak hanya terumbu karang warna warni yang dikeliling ribuan ikan. Jika anda adalah seorang penyelam, taman laut pulau Hatta adalah tempat yang wajib dikunjungi bila berada di Banda.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.1071klitefm.com/wp-content/uploads/2011/07/laut-banda.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-6704" title="Laut Banda" src="http://www.1071klitefm.com/wp-content/uploads/2011/07/laut-banda.jpg" alt="Laut Banda" /></a>Dari sekian banyak lokasi penyelaman di taman laut kepulauan banda, taman laut yang berada di pulau Hatta adalah yang paling eksotis. Dari Banda Neira, Pulau Hatta bisa ditempuh selama satu jam dengan menggunakan speed boat. Di sini terdapat beberapa goa bawah laut baik yang besar dan kecil. Setelah Anda meyelam maka Kemanapun mata Anda memandang, yang tampak hanya terumbu karang warna warni yang dikeliling ribuan ikan. Jika anda adalah seorang penyelam, taman laut pulau Hatta adalah tempat yang wajib dikunjungi bila berada di Banda.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2011%2F07%2F25%2Fkeajaiban-taman-laut-banda%2F&amp;linkname=Keajaiban%20Taman%20Laut%20Banda"><img src="http://www.diradio.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2011/07/25/keajaiban-taman-laut-banda/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.diradio.net/podpress_trac/feed/30932/0/keajaiban-taman-laut-banda.mp3" length="262597" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Dari sekian banyak lokasi penyelaman di taman laut kepulauan banda, taman laut yang berada di pulau Hatta adalah yang paling eksotis.nbsp;Dari Banda Neira, Pulau Hatta ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Dari sekian banyak lokasi penyelaman di taman laut kepulauan banda, taman laut yang berada di pulau Hatta adalah yang paling eksotis.nbsp;Dari Banda Neira, Pulau Hatta bisa ditempuh selama satu jam dengan menggunakan speed boat. Di sini terdapat beberapa goa bawah laut baik yang besar dan kecil. Setelah Anda meyelam maka Kemanapun mata Anda memandang, yang tampak hanya terumbu karang warna warni yang dikeliling ribuan ikan. Jika anda adalah seorang penyelam, taman laut pulau Hatta adalah tempat yang wajib dikunjungi bila berada di Banda.</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Kalimantan,-,Sulawesi,,Sulawesi,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Maratua Island Surga bagi Penyelam</title>
		<link>/2011/07/20/maratua-island-tempat-menyelam-kompascom/</link>
		<comments>/2011/07/20/maratua-island-tempat-menyelam-kompascom/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 07:12:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kalimantan]]></category>

		<category><![CDATA[Kalimantan - Sulawesi]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<category><![CDATA[harleyradishow]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2011/07/maratua-island-tempat-menyelam-kompascom/</guid>
		<description><![CDATA[Maratua, Pulau Terluar di Berau (Borneo) yang Jadi Tujuan – Kabupaten Berau (Borneo) terkenal dengan objek wisata baharinya. Salah satunya adalah wisata bahari di Pulau Maratua. Warga negara asing pun sering berkunjung ke pulau yang merupakan salah satu pulau terluar di gugusan kepulauan Berau (Borneo) itu. Seperti apakah Pulau
Maratua yang dikenal dengan sebutan Paradise Island itu?
pulau maratua

UNTUK menuju Pulau Maratua atau Kecamatan Maratua memerlukan waktu yang cukup lama. Dari Tanjung Redeb, ibu kota kabupaten saja, waktu normalnya sekitar 3
sampai 4 jam dengan menggunakan speedboat. Jika ingin melalui Tanjung Batu, ibu ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Maratua, Pulau Terluar di Berau (Borneo) yang Jadi Tujuan – Kabupaten Berau (Borneo) terkenal dengan objek wisata baharinya. Salah satunya adalah wisata bahari di Pulau Maratua. Warga negara asing pun sering berkunjung ke pulau yang merupakan salah satu pulau terluar di gugusan kepulauan Berau (Borneo) itu. Seperti apakah Pulau</p>
<p>Maratua yang dikenal dengan sebutan Paradise Island itu?</p>
<p>pulau maratua<br />
<a href="http://www.harleyradioshow.com/wp-content/uploads/2011/04/pulau-maratua.jpg"><img class="size-full wp-image-7841 alignright" title="pulau-maratua" src="http://www.harleyradioshow.com/wp-content/uploads/2011/04/pulau-maratua.jpg" alt="pulau-maratua" width="360" height="186" /></a></p>
<p>UNTUK menuju Pulau Maratua atau Kecamatan Maratua memerlukan waktu yang cukup lama. Dari Tanjung Redeb, ibu kota kabupaten saja, waktu normalnya sekitar 3</p>
<p>sampai 4 jam dengan menggunakan speedboat. Jika ingin melalui Tanjung Batu, ibu kota Kecamatan Pulau Derawan, terlebih dulu melalui jalur darat yang dapat ditempuh 2 jam perjalanan dari Tanjung Redeb. Setelah itu menggunakan speedboat sekitar 30 menit lebih.</p>
<p>Koordinat titik terluar Maratua 20 15’ 12? LU, 1180 38’ 41? BT. Pulau ini berbatasan dengan negara tetangga Malaysia (Malingsia) dan Filipina atau berada di Selat Sulawesi. Ma</p>
<p>ratua terdiri dari empat kampung, yaitu Kampung Tanjung Harapan Bohebukut, Teluk Alulu, Bohesilian dan Payung Payung. Suku yang bermukim di Maratua mayoritas suku Bajo yang kebanyakan bermata pencaharian sebagai nelayan.</p>
<p>Sebagai salah satu kecamatan terjauh di Berau (Borneo). Pembangunan infrastuktur di</p>
<p>pulau yang berpenduduk sekitar 3.168 jiwa ini tidak begitu maju. Infrastruktur jalan saja baru sepersekian persen saja yang beraspal, lebarnya pun menurut warga setempat, hanya tiga meter, yang artinya hanya bisa dilalui satu kendaraan roda empat. Namun, karena tidak ada kendaraan roda empat di pulau ini, maka lebar jalan yang hanya 3 meter sudah cukup.</p>
<p>Sekadar diketahui, di pulau yang luasnya 2.282,46 hektare itu hanya ada kendaraan</p>
<p>roda dua saja sebagai alat transportasi warga. Untuk berpergian dari kampung satu ke kampung lainnya, warga pun harus lebih banyak melalui jalan setapak dengan sepeda motor.”Kami akui pembangunan infrastruktur di sini (Maratua, Red) masih kurang.</p>
<p>Tapi bukannya pemerintah daerah tidak memperhatikan,” tegas Wakil Bupati Berau (Borneo) Ahmad Rifai. Secara bertahap, pemerintah Berau (Borneo) melakukan pembangunan infrastruktur. Mulai jalan hingga kebutuhan dasar masyarakat lainnya, seperti air bersih, pendidikan dan kesehatan. “Kalau listrik memang belum. Karena</p>
<p>pemerintah daerah masih mencari alternatif yang cocok untuk di Maratua ini,” ujar Rifai.</p>
<p>Kendati pembangunan infrastruktur belum maju, namun Maratua adalah tujuan wisata bahari yang menjadi andalan Berau (Borneo). Jarak serta besarnya biaya yang dikeluarkan untuk berlibur di pulau yang menjadi “surga” para penyelam ini tidak akan menjadi persoalan. Karena panorama alam yang begitu elok dipandang, tak hanya ketika</p>
<p>matahari mulai terbenam namun yang menjadi daya tarik para wisatawan adalah pemandangan alam bawah lautnya.</p>
<p>Wisatawan asing pun seperti enggan beranjak cepat ketika berada di Pulau Maratua, meskipun dolar atau euro yang mereka keluarkan cukup besar. Tapi semua itu terbayarkan dengan kepuasan mendapatkan pemandangan alam yang begitu indah.</p>
<p>Hamparan laut lepas dan pasir putih memang menjadi daya tarik. Apalagi di Maratua pun banyak pulau-pulau kecil yang juga tak kalah bagus pemandangannya.</p>
<p>Karena merupakan tempat wisata bahari yang elok, Maratua pun sudah seharusnya mendapat perhatian khusus, baik oleh Pemkab Berau (Borneo), Pemprov Kaltim maupun pemerintah pusat. Apalagi keberadaan pulau ini yang berbatasan dengan negara</p>
<p>tetangga Malaysia dan Filipina. Jangan sampai kejadian lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan pun terjadi terhadap Pulau Maratua. Apalagi operator wisata di Maratua dikelola oleh warga negara asing. Maratua Paradise Resort misalnya, dikelola oleh seorang warga negara Malaysia (Malingsia).</p>
<p>“Tapi karena di Maratua ini sudah bermukim masyarakat Berau (Borneo) sejak puluhan</p>
<p>tahun silam. Saya yakin Maratua tidak akan dicaplok oleh negara tetangga atau orang asing. Apalagi di Maratua sudah ada Polsek dan Koramil yang siap mengamankan pulau ini,” beber Rifai.</p>
<p>Kendati demikian, Rifai pun tetap mengajak warga di Maratua untuk waspada, meskipun lepasnya Pulau Maratua ke tangan asing sangat-sangat kecil kemungkinannya atau</p>
<p>bahkan tidak mungkin. Apalagi pemerintah kata Rifai, telah menetapkan Pulau Maratua sebagai salah satu pulau terluar yang harus dijaga agar tidak dicaplok negara asing.</p>
<p>“Memang kasus Sipadan dan Ligitan berbeda. Karena kedua pulau itu sebelumnya memang dikuasai oleh operator wisata dari Malaysia (Malingsia). Sedangkan Maratua</p>
<p>sudah berpenghuni sejak puluhan tahun silam. Tapi bagaimanapun juga kita harus waspada,” tekan Rifai.</p>
<p>Sumber : Radar Tarakan</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2011%2F07%2F20%2Fmaratua-island-tempat-menyelam-kompascom%2F&amp;linkname=Maratua%20Island%20Surga%20bagi%20Penyelam"><img src="http://www.diradio.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2011/07/20/maratua-island-tempat-menyelam-kompascom/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.diradio.net/podpress_trac/feed/28002/0/maratua-island-tempat-menyelam-kompascom1.mp3" length="2612663" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>2:43</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Maratua, Pulau Terluar di Berau (Borneo) yang Jadi Tujuan ndash; Kabupaten Berau (Borneo) terkenal dengan objek wisata baharinya. Salah satunya adalah wisata bahari di Pulau ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Maratua, Pulau Terluar di Berau (Borneo) yang Jadi Tujuan ndash; Kabupaten Berau (Borneo) terkenal dengan objek wisata baharinya. Salah satunya adalah wisata bahari di Pulau Maratua. Warga negara asing pun sering berkunjung ke pulau yang merupakan salah satu pulau terluar di gugusan kepulauan Berau (Borneo) itu. Seperti apakah Pulau

Maratua yang dikenal dengan sebutan Paradise Island itu?

pulau maratua


UNTUK menuju Pulau Maratua atau Kecamatan Maratua memerlukan waktu yang cukup lama. Dari Tanjung Redeb, ibu kota kabupaten saja, waktu normalnya sekitar 3

sampai 4 jam dengan menggunakan speedboat. Jika ingin melalui Tanjung Batu, ibu kota Kecamatan Pulau Derawan, terlebih dulu melalui jalur darat yang dapat ditempuh 2 jam perjalanan dari Tanjung Redeb. Setelah itu menggunakan speedboat sekitar 30 menit lebih.

Koordinat titik terluar Maratua 20 15rsquo; 12? LU, 1180 38rsquo; 41? BT. Pulau ini berbatasan dengan negara tetangga Malaysia (Malingsia) dan Filipina atau berada di Selat Sulawesi. Ma

ratua terdiri dari empat kampung, yaitu Kampung Tanjung Harapan Bohebukut, Teluk Alulu, Bohesilian dan Payung Payung. Suku yang bermukim di Maratua mayoritas suku Bajo yang kebanyakan bermata pencaharian sebagai nelayan.

Sebagai salah satu kecamatan terjauh di Berau (Borneo). Pembangunan infrastuktur di

pulau yang berpenduduk sekitar 3.168 jiwa ini tidak begitu maju. Infrastruktur jalan saja baru sepersekian persen saja yang beraspal, lebarnya pun menurut warga setempat, hanya tiga meter, yang artinya hanya bisa dilalui satu kendaraan roda empat. Namun, karena tidak ada kendaraan roda empat di pulau ini, maka lebar jalan yang hanya 3 meter sudah cukup.

Sekadar diketahui, di pulau yang luasnya 2.282,46 hektare itu hanya ada kendaraan

roda dua saja sebagai alat transportasi warga. Untuk berpergian dari kampung satu ke kampung lainnya, warga pun harus lebih banyak melalui jalan setapak dengan sepeda motor.rdquo;Kami akui pembangunan infrastruktur di sini (Maratua, Red) masih kurang.

Tapi bukannya pemerintah daerah tidak memperhatikan,rdquo; tegas Wakil Bupati Berau (Borneo) Ahmad Rifai. Secara bertahap, pemerintah Berau (Borneo) melakukan pembangunan infrastruktur. Mulai jalan hingga kebutuhan dasar masyarakat lainnya, seperti air bersih, pendidikan dan kesehatan. ldquo;Kalau listrik memang belum. Karena

pemerintah daerah masih mencari alternatif yang cocok untuk di Maratua ini,rdquo; ujar Rifai.

Kendati pembangunan infrastruktur belum maju, namun Maratua adalah tujuan wisata bahari yang menjadi andalan Berau (Borneo). Jarak serta besarnya biaya yang dikeluarkan untuk berlibur di pulau yang menjadi ldquo;surgardquo; para penyelam ini tidak akan menjadi persoalan. Karena panorama alam yang begitu elok dipandang, tak hanya ketika

matahari mulai terbenam namun yang menjadi daya tarik para wisatawan adalah pemandangan alam bawah lautnya.

Wisatawan asing pun seperti enggan beranjak cepat ketika berada di Pulau Maratua, meskipun dolar atau euro yang mereka keluarkan cukup besar. Tapi semua itu terbayarkan dengan kepuasan mendapatkan pemandangan alam yang begitu indah.

Hamparan laut lepas dan pasir putih memang menjadi daya tarik. Apalagi di Maratua pun banyak pulau-pulau kecil yang juga tak kalah bagus pemandangannya.

Karena merupakan tempat wisata bahari yang elok, Maratua pun sudah seharusnya mendapat perhatian khusus, baik oleh Pemkab Berau (Borneo), Pemprov Kaltim maupun pemerintah pusat. Apalagi keberadaan pulau ini yang berbatasan dengan negara

tetangga Malaysia dan Filipina. Jangan sampai kejadian lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan pun terjadi terhadap Pulau Maratua. Apalagi operator wisata di Maratua dikelola oleh warga negara asing. Maratua Paradise Resort misalnya, dikelola oleh seorang warga negara Malaysia (Malingsia).

ldquo;Tapi karena di Maratua ini sudah bermukim masyarakat Berau (Borneo) sejak puluhan

tahun silam. Saya yakin Maratua tidak akan dicaplok oleh negara tetan...</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Kalimantan,,Kalimantan,-,Sulawesi,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Wakatobi - Tempat Menyelam (KOMPAS.com)</title>
		<link>/2011/07/20/wakatobi-tempat-menyelam-kompascom/</link>
		<comments>/2011/07/20/wakatobi-tempat-menyelam-kompascom/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 07:12:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kalimantan - Sulawesi]]></category>

		<category><![CDATA[Sulawesi]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<category><![CDATA[harleyradishow]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2011/07/wakatobi-tempat-menyelam-kompascom/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.harleyradioshow.com/wp-content/uploads/2011/04/wakatobi.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-7845" title="wakatobi" src="http://www.harleyradioshow.com/wp-content/uploads/2011/04/wakatobi.jpg" alt="wakatobi" width="519" height="345" /></a></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2011%2F07%2F20%2Fwakatobi-tempat-menyelam-kompascom%2F&amp;linkname=Wakatobi%20-%20Tempat%20Menyelam%20%28KOMPAS.com%29"><img src="http://www.diradio.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2011/07/20/wakatobi-tempat-menyelam-kompascom/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.diradio.net/podpress_trac/feed/27999/0/wakatobi-tempat-menyelam-kompascom.mp3" length="1110100" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>1:09</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Wakatobi - Tempat Menyelam (KOMPAS.com)</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>e-Broadcasting Institute</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Kalimantan,-,Sulawesi,,Sulawesi,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Pulau Takisung</title>
		<link>/2011/07/20/pulau-takisung/</link>
		<comments>/2011/07/20/pulau-takisung/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 07:02:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kalimantan]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<category><![CDATA[harleyradishow]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2011/07/pulau-takisung-kalimantan-selatan-narasi-harley-prayudha-2/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.harleyradioshow.com/wp-content/uploads/2012/05/takisung.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-12478" title="takisung" src="http://www.harleyradioshow.com/wp-content/uploads/2012/05/takisung.jpg" alt="takisung" /></a></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2011%2F07%2F20%2Fpulau-takisung%2F&amp;linkname=Pulau%20Takisung"><img src="http://www.diradio.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2011/07/20/pulau-takisung/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.diradio.net/podpress_trac/feed/27384/0/pulang-takisung.mp3" length="3498318" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>3:58</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Pulau Takisung</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>e-Broadcasting Institute</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Kalimantan,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Kota Muna</title>
		<link>/2011/07/20/kota-muna/</link>
		<comments>/2011/07/20/kota-muna/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 07:01:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sulawesi]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<category><![CDATA[harleyradishow]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2011/07/kota-muna-sulawesi-tenggara-narasi-jeanne-nizomi-2/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.harleyradioshow.com/wp-content/uploads/2010/12/kota-muna-sultra1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-6772" title="kota-muna-sultra1" src="http://www.harleyradioshow.com/wp-content/uploads/2010/12/kota-muna-sultra1.jpg" alt="kota-muna-sultra1" /></a></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2011%2F07%2F20%2Fkota-muna%2F&amp;linkname=Kota%20Muna"><img src="http://www.diradio.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2011/07/20/kota-muna/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.diradio.net/podpress_trac/feed/27380/0/kota-muna-sulawesi-tenggara-jeanne-nizomi2.mp3" length="2260323" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Kota Muna</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>e-Broadcasting Institute</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Sulawesi,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Pulau Termajo</title>
		<link>/2011/07/20/pulau-termajo/</link>
		<comments>/2011/07/20/pulau-termajo/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 07:01:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kalimantan]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<category><![CDATA[harleyradishow]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2011/07/pulau-termajo-pontianak-kalimantan-barat-narasi-jeanne-nizomi-2/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.harleyradioshow.com/wp-content/uploads/2010/12/pulau-termajo-kalbar1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-6769" title="pulau-termajo-kalbar1" src="http://www.harleyradioshow.com/wp-content/uploads/2010/12/pulau-termajo-kalbar1.jpg" alt="pulau-termajo-kalbar1" /></a></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2011%2F07%2F20%2Fpulau-termajo%2F&amp;linkname=Pulau%20Termajo"><img src="http://www.diradio.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2011/07/20/pulau-termajo/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.diradio.net/podpress_trac/feed/27375/0/pulau-termajo-pontianak-kalimantan-barat-jeanne-nizomi1.mp3" length="6117251" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Pulau Termajo</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>e-Broadcasting Institute</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Kalimantan,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Pulau Takisung - Kalimantan Selatan (Narasi : Harley Prayudha)</title>
		<link>/2011/01/19/pulau-takisung-kalimantan-selatan-narasi-harley-prayudha/</link>
		<comments>/2011/01/19/pulau-takisung-kalimantan-selatan-narasi-harley-prayudha/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Jan 2011 08:44:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kalimantan]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2011/01/pulau-takisung-kalimantan-selatan-narasi-harley-prayudha/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2011/01/19/pulau-takisung-kalimantan-selatan-narasi-harley-prayudha/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.diradio.net/podpress_trac/feed/14659/0/pulau-takisung-kalimantan-selatan-harley-prayudha.mp3" length="1" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Pulau Takisung - Kalimantan Selatan (Narasi : Harley Prayudha)</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>e-Broadcasting Institute</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Kalimantan,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
	</channel>
</rss>
