<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Suara Radio &#124; Situs Kolaborasi Radio &#187; Maluku - Papua</title>
	<atom:link href="http:///category/maluku-papua/feed/podcast" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Suara Radio &#124; Situs Kolaborasi Radio</description>
	<pubDate>Wed, 22 May 2013 16:51:26 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<!-- podcast_generator="podPress/8.8" -->
		<copyright>&#xA9; </copyright>
		<managingEditor>suararadio@yahoo.com ()</managingEditor>
		<webMaster>suararadio@yahoo.com()</webMaster>
		<category></category>
		<ttl>1440</ttl>
		<itunes:keywords></itunes:keywords>
		<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
		<itunes:summary>e-Broadcasting Institute</itunes:summary>
		<itunes:author></itunes:author>
		<itunes:category text="Music"/>
<itunes:category text="Technology"/>
		<itunes:owner>
			<itunes:name></itunes:name>
			<itunes:email>suararadio@yahoo.com</itunes:email>
		</itunes:owner>
		<itunes:block>No</itunes:block>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:image href="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/podpress/images/suararadio_300.png" />
		<image>
			<url>http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/podpress/images/suararadio_128.png</url>
			<title>Suara Radio &#124; Situs Kolaborasi Radio</title>
			<link></link>
			<width>144</width>
			<height>144</height>
		</image>
		<item>
		<title>Suku Asmat - Papua</title>
		<link>/2012/04/03/suku-asmat-papua/</link>
		<comments>/2012/04/03/suku-asmat-papua/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Apr 2012 05:41:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Maluku - Papua]]></category>

		<category><![CDATA[Papua]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<category><![CDATA[rasikafm-semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/04/suku-asmat-papua/</guid>
		<description><![CDATA[Suku Asmat sangat terkenal di Manca Negara karena seni patungnya patung suku asmat sangat Unik , Artistik dan mempesona, dan dapat  dikatakan bahwa patung tersebut  merupakan hasil karya budaya dunia.  Ribuan ukiran seni patung bernilai tinggi karya putra-putri suku Asmat, Papua, mendominasi acara pesta budaya suku Asmat yang berlangsung pada setiap awal oktober //  selain menampilkan ukiran seni patung, pesta budaya Asmat , juga menampilkan atraksi tarian dan lagu yang dibawakan oleh kelompok penari tifa dari ratusan kampung.
Pada puncak pesta budaya Asmat digelar lelang dua ratusan ukiran Asmat bernilai tinggi ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rasikafm.co.id/wp-content/uploads/2012/04/asmat1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-22257" title="asmat1" src="http://www.rasikafm.co.id/wp-content/uploads/2012/04/asmat1.jpg" alt="asmat1" width="215" height="176" /></a>Suku Asmat sangat terkenal di Manca Negara karena seni patungnya patung suku asmat sangat Unik , Artistik dan mempesona, dan dapat  dikatakan bahwa patung tersebut  merupakan hasil karya budaya dunia.  Ribuan ukiran seni patung bernilai tinggi karya putra-putri suku Asmat, Papua, mendominasi acara pesta budaya suku Asmat yang berlangsung pada setiap awal oktober //  selain menampilkan ukiran seni patung, pesta budaya Asmat , juga menampilkan atraksi tarian dan lagu yang dibawakan oleh kelompok penari tifa dari ratusan kampung.</p>
<p>Pada puncak pesta budaya Asmat digelar lelang dua ratusan ukiran Asmat bernilai tinggi yang merupakan ukiran terbaik . ukiran asmat selalu lebih dari 50 persen yg terjual dengan nilai transaksi mencapai ratusan juta sampai Miliaran rupiah.<a href="http://www.rasikafm.co.id/wp-content/uploads/2012/04/fest-suku-asmat1.gif"><img class="alignright size-full wp-image-22259" title="fest-suku-asmat1" src="http://www.rasikafm.co.id/wp-content/uploads/2012/04/fest-suku-asmat1.gif" alt="fest-suku-asmat1" width="233" height="148" /></a></p>
<p>Untuk mencapai Asmat, para turis harus menyinggahi Timika. Selanjutnya, dengan menggunakan pesawat perintis menuju Distrik Ewer dengan waktu tempuh 40-45 menit. Dari Ewer harus menempuh perjalanan menggunakan speedboat selama 15-20 menit ke Agats.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F04%2F03%2Fsuku-asmat-papua%2F&amp;linkname=Suku%20Asmat%20-%20Papua"><img src="http://www.diradio.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/04/03/suku-asmat-papua/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.diradio.net/podpress_trac/feed/55436/0/festival-suku-asmat-v.mp3" length="1567765" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>1:38</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Suku Asmat sangat terkenal di Manca Negara karena seni patungnya patung suku asmat sangat Unik , Artistik dan mempesona, dan dapatnbsp; dikatakan bahwa patung tersebutnbsp; ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Suku Asmat sangat terkenal di Manca Negara karena seni patungnya patung suku asmat sangat Unik , Artistik dan mempesona, dan dapatnbsp; dikatakan bahwa patung tersebutnbsp; merupakan hasil karya budaya dunia.nbsp; Ribuan ukiran seni patung bernilai tinggi karya putra-putri suku Asmat, Papua, mendominasi acara pesta budaya suku Asmat yang berlangsung pada setiap awal oktober //nbsp; selain menampilkan ukiran seni patung, pesta budaya Asmat , juga menampilkan atraksi tarian dan lagu yang dibawakan oleh kelompok penari tifa dari ratusan kampung.

Pada puncak pesta budaya Asmat digelar lelang dua ratusan ukiran Asmat bernilai tinggi yang merupakan ukiran terbaik . ukiran asmat selalu lebih dari 50 persen yg terjual dengan nilai transaksi mencapai ratusan juta sampai Miliaran rupiah.

Untuk mencapai Asmat, para turis harus menyinggahi Timika. Selanjutnya, dengan menggunakan pesawat perintis menuju Distrik Ewer dengan waktu tempuh 40-45 menit. Dari Ewer harus menempuh perjalanan menggunakan speedboat selama 15-20 menit ke Agats.</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Maluku,-,Papua,,Papua,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Istana Kesultanan Ternate</title>
		<link>/2012/03/31/istana-kesultanan-ternate/</link>
		<comments>/2012/03/31/istana-kesultanan-ternate/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Mar 2012 03:31:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>

		<category><![CDATA[Maluku - Papua]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<category><![CDATA[rasikafm-semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/03/istana-kesultanan-ternate/</guid>
		<description><![CDATA[Istana Kesultanan Ternate
Benda-benda cagar budaya yang memperlihatkan bukti  kejayaan Kesultanan Ternate, terdiri dari berbagai monumen baik artefak  mau pun bangunan yang tersebar di seluruh bagian Pulau Ternate.  Peninggalan-peninggalan itu antara lain istana (kedaton) yang didirikan  oleh Sultan Mohammad Ali tahun 1823, runtuhan Mesjid Raya yang didirikan  oleh Sultan Mohammad Zain abad XVII M.
Selain itu terdapat pula  perbentengan yang mengelilingi istana kompleks makam dan berbagai benda  keraton yang kini dihimpun dalam istana, yang telah dialihkan fungsinya  sebagai keraton.
Menurut Prof. DR. Hasan M. Ambary, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 class="post-title entry-title"><a href="http://uun-halimah.blogspot.com/2007/12/istana-kesultanan-ternate_07.html"></a><a href="http://www.suararadio.com/wp-content/uploads/2012/03/istana-kesultanan-ternate1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-57234" title="Istana Kesultanan Ternate" src="http://www.suararadio.com/wp-content/uploads/2012/03/istana-kesultanan-ternate1.jpg" alt="Istana Kesultanan Ternate" /></a>Istana Kesultanan Ternate</h3>
<p>Benda-benda cagar budaya yang memperlihatkan bukti  kejayaan Kesultanan Ternate, terdiri dari berbagai monumen baik artefak  mau pun bangunan yang tersebar di seluruh bagian Pulau Ternate.  Peninggalan-peninggalan itu antara lain istana (kedaton) yang didirikan  oleh Sultan Mohammad Ali tahun 1823, runtuhan Mesjid Raya yang didirikan  oleh Sultan Mohammad Zain abad XVII M.</p>
<p>Selain itu terdapat pula  perbentengan yang mengelilingi istana kompleks makam dan berbagai benda  keraton yang kini dihimpun dalam istana, yang telah dialihkan fungsinya  sebagai keraton.</p>
<p>Menurut Prof. DR. Hasan M. Ambary, setidaknya di  Pulau Ternate terdapat dua kompleks para raja Ternate, pertama di kaki  bukit Foramadyahe dan yang kedua terletak di dekat kompeks Mesjid Agung  Ternate. Yang dimakamkan di Foramadyahe antara lain Sultan Khairun dan  Sultan Baabullah, sedangkan yang dimakamkan di dekat Mesjid Agung adalah  para Sultan (dan eluarganya) yang memerintah antara abad XVIII-XIX.</p>
<p>Makam-makam  yang menarik perhatian adalah makam para sultan yang terdapat di  sekitar Mesjid Agung. Makam tertua di sini adalah makam Sultan Sirajul  Mulk Amiruddin Iskandar Qaulin yang wafat pada Sabtu 10 Syawal 1213 H  atau 13 Maret 1799 M, seperti tertera pada kaligrafi jirat/nisannya.</p>
<p>Seni  kaligrafi di makam-makam Mesjid Agung ini terususun dengan indahnya,  bergaya tulis Naskhi, dengan ragam hias floralistik khas Ternate yang  memiliki persamaan gaya seni Polynesia.</p>
<p>Makam-makam lainnya  bernama Sultan Maulana Tajul Muqayyam (1811) Sultan Maulana Tajul Mulk  Amiruddin Qaulan (1850), Sultan Ayanhar Putra (1896), dan Sultan  Muhammad Uthman (1943).</p>
<p>Museum Istana Kesultanan<br />
Istana  Kesultanan Ternate sesuai dengan pupusnya kesultanan seiring dengan  Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, bukan lagi sebagai pusat  kendali politik atas wilayah-wilayah yang pernah dibawahinya di masa  lalu, sekarang berfungsi sebagai pusat pelestarian benda cagar budaya  bekas Kesultanan Ternate.</p>
<p>Istana dengan bangunan gaya Eropa Abad  XIX ini mengahadap ke arah laut, berada satu kompleks dengan Mesjid  Kesultanan yang didirikan oleh Sultan Hamzah, Sultan Ternate ke-9,  Istana Kesultanan Ternate terletak pada dataran pantai di Kampung  Soa-Sio, Kelurahan Letter C, Kodya Ternate, Kabupaten Maluku Utara.</p>
<p>Istana  kekar yang dikelilingi perbentengan ini, berubah fungsi menjadi Museum  Kesultanan Ternate, yang menyimpan, merawat dan memamerkan benda-benda  pusaka milik kesultanan seperti senjata, pakaian besi, pakaian kerajaan,  perhiasan, mahkota, topi-topi perang (helmet), alat-alat rumah tangga,  naskah-naskah (Al Quran kuna, maklumat, surat-surat perjanjian) dan  sebagainya.</p>
<p>Senjata-senjata yang dipamerkan antara lain senapan, meriam kecil, peluru-peluru bulat, tombak, parang dan perisai.</p>
<p>Mengenai  senjata tradisional (tombak dan pedang/keris/parang) terdapat catatan  penting yang dikemukakan oleh Cornelis Speelman (1670) dan J.H. Toblas  (1857) di mana disebutkan mengenai ekspor senjata (tombak dan pedang)  dari Kerajaan Tobungku (Sulawesi Tenggara) ke Ternate dalam jumlah  besar, terutama sebagai upeti, mengingat pantai timur Sulawesi pada abad  XVI-XVII menjadi wilayah kekuasaan Ternate.</p>
<p>Sebagai kesultanan,  Ternate tentu memiliki tingkat kemakmuran tinggi, setidaknya seperti  yang tampak pada penampilan fisik kerajaan dan keluarga kerajaan. Emas  merupakan salah satu indikatornya. Penggunaan berbagai bentuk emas  sebagai hiasan tubuh, seringkali membuat tercengang orang Eropa yang  menyaksikannya. Catatan Francis Drakke (1580) menggambarkan pakaian  Sultan Ternate yang bertemu dengannya sebagai: Pakaian benang emas  yang mewah, perhiasan-perhiasan dari emas dan kalung raksasa dari emas  murni.</p>
<p>Koleksi emas Kesultanan Ternate baik yang diperagakan  dalam vitrim museum yang disimpan oleh keluarga kesultanan antara lain  berupa mahkota, kelad bahu, kelad lengan, giwang, anting-anting, buah  baju, cincin, gelang, serta bentuk hiasan lainnya.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F03%2F31%2Fistana-kesultanan-ternate%2F&amp;linkname=Istana%20Kesultanan%20Ternate"><img src="http://www.diradio.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/03/31/istana-kesultanan-ternate/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.diradio.net/podpress_trac/feed/54502/0/istana-kesultanan-ternate.mp3" length="4781035" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>3:19</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Istana Kesultanan Ternate
Benda-benda cagar budaya yang memperlihatkan bukti  kejayaan Kesultanan Ternate, terdiri dari berbagai monumen baik artefak  mau pun bangunan yang tersebar di ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Istana Kesultanan Ternate
Benda-benda cagar budaya yang memperlihatkan bukti  kejayaan Kesultanan Ternate, terdiri dari berbagai monumen baik artefak  mau pun bangunan yang tersebar di seluruh bagian Pulau Ternate.  Peninggalan-peninggalan itu antara lain istana (kedaton) yang didirikan  oleh Sultan Mohammad Ali tahun 1823, runtuhan Mesjid Raya yang didirikan  oleh Sultan Mohammad Zain abad XVII M.

Selain itu terdapat pula  perbentengan yang mengelilingi istana kompleks makam dan berbagai benda  keraton yang kini dihimpun dalam istana, yang telah dialihkan fungsinya  sebagai keraton.

Menurut Prof. DR. Hasan M. Ambary, setidaknya di  Pulau Ternate terdapat dua kompleks para raja Ternate, pertama di kaki  bukit Foramadyahe dan yang kedua terletak di dekat kompeks Mesjid Agung  Ternate. Yang dimakamkan di Foramadyahe antara lain Sultan Khairun dan  Sultan Baabullah, sedangkan yang dimakamkan di dekat Mesjid Agung adalah  para Sultan (dan eluarganya) yang memerintah antara abad XVIII-XIX.

Makam-makam  yang menarik perhatian adalah makam para sultan yang terdapat di  sekitar Mesjid Agung. Makam tertua di sini adalah makam Sultan Sirajul  Mulk Amiruddin Iskandar Qaulin yang wafat pada Sabtu 10 Syawal 1213 H  atau 13 Maret 1799 M, seperti tertera pada kaligrafi jirat/nisannya.

Seni  kaligrafi di makam-makam Mesjid Agung ini terususun dengan indahnya,  bergaya tulis Naskhi, dengan ragam hias floralistik khas Ternate yang  memiliki persamaan gaya seni Polynesia.

Makam-makam lainnya  bernama Sultan Maulana Tajul Muqayyam (1811) Sultan Maulana Tajul Mulk  Amiruddin Qaulan (1850), Sultan Ayanhar Putra (1896), dan Sultan  Muhammad Uthman (1943).

Museum Istana Kesultanan
Istana  Kesultanan Ternate sesuai dengan pupusnya kesultanan seiring dengan  Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, bukan lagi sebagai pusat  kendali politik atas wilayah-wilayah yang pernah dibawahinya di masa  lalu, sekarang berfungsi sebagai pusat pelestarian benda cagar budaya  bekas Kesultanan Ternate.

Istana dengan bangunan gaya Eropa Abad  XIX ini mengahadap ke arah laut, berada satu kompleks dengan Mesjid  Kesultanan yang didirikan oleh Sultan Hamzah, Sultan Ternate ke-9,  Istana Kesultanan Ternate terletak pada dataran pantai di Kampung  Soa-Sio, Kelurahan Letter C, Kodya Ternate, Kabupaten Maluku Utara.

Istana  kekar yang dikelilingi perbentengan ini, berubah fungsi menjadi Museum  Kesultanan Ternate, yang menyimpan, merawat dan memamerkan benda-benda  pusaka milik kesultanan seperti senjata, pakaian besi, pakaian kerajaan,  perhiasan, mahkota, topi-topi perang (helmet), alat-alat rumah tangga,  naskah-naskah (Al Quran kuna, maklumat, surat-surat perjanjian) dan  sebagainya.

Senjata-senjata yang dipamerkan antara lain senapan, meriam kecil, peluru-peluru bulat, tombak, parang dan perisai.

Mengenai  senjata tradisional (tombak dan pedang/keris/parang) terdapat catatan  penting yang dikemukakan oleh Cornelis Speelman (1670) dan J.H. Toblas  (1857) di mana disebutkan mengenai ekspor senjata (tombak dan pedang)  dari Kerajaan Tobungku (Sulawesi Tenggara) ke Ternate dalam jumlah  besar, terutama sebagai upeti, mengingat pantai timur Sulawesi pada abad  XVI-XVII menjadi wilayah kekuasaan Ternate.

Sebagai kesultanan,  Ternate tentu memiliki tingkat kemakmuran tinggi, setidaknya seperti  yang tampak pada penampilan fisik kerajaan dan keluarga kerajaan. Emas  merupakan salah satu indikatornya. Penggunaan berbagai bentuk emas  sebagai hiasan tubuh, seringkali membuat tercengang orang Eropa yang  menyaksikannya. Catatan Francis Drakke (1580) menggambarkan pakaian  Sultan Ternate yang bertemu dengannya sebagai: Pakaian benang emas  yang mewah, perhiasan-perhiasan dari emas dan kalung raksasa dari emas  murni.

Koleksi emas Kesultanan Ternate baik yang diperagakan  dalam vitrim museum yang disimpan oleh keluarga kesultanan antara lain  berupa mahkota, kelad bahu, kelad lengan, giwang, anting-anting, buah  baju, cincin, gelang, s</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Maluku,,Maluku,-,Papua,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Benteng Amsterdam - Peninggalan VOC di Ambon</title>
		<link>/2012/03/15/benteng-amsterdam/</link>
		<comments>/2012/03/15/benteng-amsterdam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Mar 2012 08:27:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>

		<category><![CDATA[Maluku - Papua]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<category><![CDATA[klite-bandung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/03/benteng-amsterdam/</guid>
		<description><![CDATA[Sahabat K-Lite, kalau berbicara tentang sejarah, Maluku mempunyai beberapa tempat bersejarah yang bisa menjadi objek wisata bagi anda penikmat wisata sejarah Indonesia. Salah satunya adalah benteng Amsterdam. Dikutip dari wisatamaluku.com, benteng Amsterdam ini Terletak di desa Hila,  kira-kira 1 jam dengan mobil dari Ambon. Benteng Amsterdam merupakan bangunan tua yang sudah berusia ratusan tahun, dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah penguasaan VOC di Ambon. Benteng ini terletak di tepi pantai yang sangat tenang dan indah, atapnya sudah terpasang rapi. Warna merahnya mencorok. Kontras dengan laut biru di belakang ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.1071klitefm.com/wp-content/uploads/2012/03/benteng-amsterdam.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-13129" title="Benteng Amsterdam" src="http://www.1071klitefm.com/wp-content/uploads/2012/03/benteng-amsterdam.jpg" alt="Benteng Amsterdam" /></a>Sahabat K-Lite, kalau berbicara tentang sejarah, Maluku mempunyai beberapa tempat bersejarah yang bisa menjadi objek wisata bagi anda penikmat wisata sejarah Indonesia. Salah satunya adalah benteng Amsterdam. Dikutip dari wisatamaluku.com, benteng Amsterdam ini Terletak di desa Hila,  kira-kira 1 jam dengan mobil dari Ambon. Benteng Amsterdam merupakan bangunan tua yang sudah berusia ratusan tahun, dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah penguasaan VOC di Ambon. Benteng ini terletak di tepi pantai yang sangat tenang dan indah, atapnya sudah terpasang rapi. Warna merahnya mencorok. Kontras dengan laut biru di belakang benteng. Itu bukan atap asli.  Yang masih asli peninggalan Belanda dalam benteng ini adalah lantai batunya, tembok semen, dan kayu-kayu penopang beserta tangga menuju lantai atas.  Juga teras kayu di lantai dua. Menurut buku catatan &#8216;Ambon Island&#8217;, dikatakan bahwa benteng ini merupakan benteng kedua yang dibangun oleh Belanda, setelah benteng Kasteel Van Verre di dekat Seith hancur.<a href="http://www.1071klitefm.com/wp-content/uploads/2012/03/benteng-amsterdam1.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-13130" title="Benteng Amsterdam" src="http://www.1071klitefm.com/wp-content/uploads/2012/03/benteng-amsterdam1.jpg" alt="Benteng Amsterdam" /></a> Benteng Amsterdam didirikan pada masa perdagangan rempah-rempah di awal abad ke - 17, setelah VOC atau Vereenigde Oost Indische Compagnie, dibentuk oleh Heeren Zeventien di Belanda.  G.E. Rumphius pernah tinggal di benteng ini, menulis buku-buku tentang flora dan fauna Ambon.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F03%2F15%2Fbenteng-amsterdam%2F&amp;linkname=Benteng%20Amsterdam%20-%20Peninggalan%20VOC%20di%20Ambon"><img src="http://www.diradio.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/03/15/benteng-amsterdam/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.diradio.net/podpress_trac/feed/50277/0/benteng-amsterdam.mp3" length="1945207" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Sahabat K-Lite, kalau berbicara tentang sejarah, Maluku mempunyai beberapa tempat bersejarah yang bisa menjadi objek wisata bagi anda penikmat wisata sejarah Indonesia. Salah satunya adalah ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Sahabat K-Lite, kalau berbicara tentang sejarah, Maluku mempunyai beberapa tempat bersejarah yang bisa menjadi objek wisata bagi anda penikmat wisata sejarah Indonesia. Salah satunya adalah benteng Amsterdam. Dikutip dari wisatamaluku.com, benteng Amsterdam ini Terletak di desa Hila,nbsp; kira-kira 1 jam dengan mobil dari Ambon. Benteng Amsterdam merupakan bangunan tua yang sudah berusia ratusan tahun, dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah penguasaan VOC di Ambon. Benteng ini terletak di tepi pantai yang sangat tenang dan indah, atapnya sudah terpasang rapi. Warna merahnya mencorok. Kontras dengan laut biru di belakang benteng. Itu bukan atap asli.nbsp; Yang masih asli peninggalan Belanda dalam benteng ini adalah lantai batunya, tembok semen, dan kayu-kayu penopang beserta tangga menuju lantai atas.nbsp; Juga teras kayu di lantai dua. Menurut buku catatan 'Ambon Island', dikatakan bahwa benteng ini merupakan benteng kedua yang dibangun oleh Belanda, setelah benteng Kasteel Van Verre di dekat Seith hancur. Benteng Amsterdam didirikan pada masa perdagangan rempah-rempah di awal abad ke - 17, setelah VOC atau Vereenigde Oost Indische Compagnie, dibentuk oleh Heeren Zeventien di Belanda.nbsp; G.E. Rumphius pernah tinggal di benteng ini, menulis buku-buku tentang flora dan fauna Ambon.</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Maluku,,Maluku,-,Papua,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Teluk Ambon - Salah Satu Destinasi Wisata Kelas Duna</title>
		<link>/2012/03/15/teluk-ambon/</link>
		<comments>/2012/03/15/teluk-ambon/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Mar 2012 08:27:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>

		<category><![CDATA[Maluku - Papua]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<category><![CDATA[klite-bandung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/03/teluk-ambon/</guid>
		<description><![CDATA[Sahabat K-Lite, Menikmati keindahan Pulau Maluku, tidak perlu bingung dari mana memulainya. Sekali menginjakkan kaki di pulau bergelar Ambon Manise ini, keindahan sudah tersaji lengkap memanjakan mata. Dikutip dari wisatamaluku.com, Pulau ini terkenal dengan teluk yang tenang dan berair Jernih. Ditambah lagi barisan perbukitan yang membuat alam tampak berharmoni. Keindahan Teluk Ambon sulit terbantahkan. Dikelilingi wilayah perbukitan yang indah, dengan birunya laut yang ditumbuhi lamun, karang dan tumbuhan mangrove, serta mendapat pengaruh laut Banda.Oleh ilmuwan Belanda, Rum-pius, keindahan Teluk Ambon dilukiskan dengan surga gambaran ideal tentang keindahan. Makanya, pantas sekali ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.1071klitefm.com/wp-content/uploads/2012/03/teluk-ambon.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-13123" title="Teluk Ambon" src="http://www.1071klitefm.com/wp-content/uploads/2012/03/teluk-ambon.jpg" alt="Teluk Ambon" /></a>Sahabat K-Lite, Menikmati keindahan Pulau Maluku, tidak perlu bingung dari mana memulainya. Sekali menginjakkan kaki di pulau bergelar Ambon Manise ini, keindahan sudah tersaji lengkap memanjakan mata. Dikutip dari wisatamaluku.com, Pulau ini terkenal dengan teluk yang tenang dan berair Jernih. Ditambah lagi barisan perbukitan yang membuat alam tampak berharmoni. <a href="http://www.1071klitefm.com/wp-content/uploads/2012/03/teluk-ambon1.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-13124" title="Teluk Ambon" src="http://www.1071klitefm.com/wp-content/uploads/2012/03/teluk-ambon1.jpg" alt="Teluk Ambon" /></a>Keindahan Teluk Ambon sulit terbantahkan. Dikelilingi wilayah perbukitan yang indah, dengan birunya laut yang ditumbuhi lamun, karang dan tumbuhan mangrove, serta mendapat pengaruh laut Banda.Oleh ilmuwan Belanda, Rum-pius, keindahan Teluk Ambon dilukiskan dengan surga gambaran ideal tentang keindahan. Makanya, pantas sekali jika pantai ini jadi salah satu destinasi wisata kelas dunia.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F03%2F15%2Fteluk-ambon%2F&amp;linkname=Teluk%20Ambon%20-%20Salah%20Satu%20Destinasi%20Wisata%20Kelas%20Duna"><img src="http://www.diradio.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/03/15/teluk-ambon/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.diradio.net/podpress_trac/feed/50274/0/teluk-ambon.mp3" length="1385142" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Sahabat K-Lite, Menikmati keindahan Pulau Maluku, tidak perlu bingung dari mana memulainya. Sekali menginjakkan kaki di pulau bergelar Ambon Manise ini, keindahan sudah tersaji lengkap ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Sahabat K-Lite, Menikmati keindahan Pulau Maluku, tidak perlu bingung dari mana memulainya. Sekali menginjakkan kaki di pulau bergelar Ambon Manise ini, keindahan sudah tersaji lengkap memanjakan mata. Dikutip dari wisatamaluku.com, Pulau ini terkenal dengan teluk yang tenang dan berair Jernih. Ditambah lagi barisan perbukitan yang membuat alam tampak berharmoni. Keindahan Teluk Ambon sulit terbantahkan. Dikelilingi wilayah perbukitan yang indah, dengan birunya laut yang ditumbuhi lamun, karang dan tumbuhan mangrove, serta mendapat pengaruh laut Banda.Oleh ilmuwan Belanda, Rum-pius, keindahan Teluk Ambon dilukiskan dengan surga gambaran ideal tentang keindahan. Makanya, pantas sekali jika pantai ini jadi salah satu destinasi wisata kelas dunia.</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Maluku,,Maluku,-,Papua,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Festival Danau Sentani</title>
		<link>/2012/03/15/festival-danau-sentani/</link>
		<comments>/2012/03/15/festival-danau-sentani/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Mar 2012 17:02:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Maluku - Papua]]></category>

		<category><![CDATA[Papua]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<category><![CDATA[rasikafm-semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/03/festival-danau-sentani/</guid>
		<description><![CDATA[

Festival Danau Sentani adalah festival pariwisata tahunan yang diadakan di sekitar Danau Sentani. Festival ini diselenggarakan sejak 2007 dan telah menjadi festival tahunan dan masuk dalam kalendar pariwisata utama. FDS ini banyak diikuti oleh turis Belanda maupun turis lokal. Festival Danau Sentani diadakan pada pertengahan bulan Juni tiap tahunnya selama lima hari berturut. Festival ini diisi dengan tarian-tarian adat di atas perahu, tarian perang khas Papua, upacara adat seperti penobatan Ondoafi, dan sajian berbagai kuliner khas Papua.
 
Karnaval Festival Danau Sentani diikuti seluruh paguyuban di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --></p>
<p><!--[endif] --></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"><strong><span style="color: black;"><a href="http://www.rasikafm.co.id/wp-content/uploads/2012/03/danau-sentani2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-21744" title="danau-sentani2" src="http://www.rasikafm.co.id/wp-content/uploads/2012/03/danau-sentani2.jpg" alt="danau-sentani2" width="243" height="183" /></a>Festival Danau Sentani</span></strong><span style="color: black;"> adalah festival pariwisata tahunan yang diadakan di sekitar Danau Sentani<a title="Danau Sentani" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Danau_Sentani"></a>. Festival ini diselenggarakan sejak 2007 dan telah menjadi festival tahunan dan masuk dalam kalendar pariwisata utama. FDS ini banyak diikuti oleh turis Belanda<a title="Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda"></a> maupun turis lokal. Festival Danau Sentani diadakan pada pertengahan bulan Juni tiap tahunnya selama lima hari berturut. Festival ini diisi dengan tarian-tarian adat di atas perahu, tarian perang khas Papua, upacara adat seperti penobatan Ondoafi, dan sajian berbagai kuliner khas Papua.</span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"><span style="color: black;"> </span><span style="color: black;"><a href="http://www.rasikafm.co.id/wp-content/uploads/2012/03/danau-sentani1.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-21745" title="danau-sentani1" src="http://www.rasikafm.co.id/wp-content/uploads/2012/03/danau-sentani1.jpg" alt="danau-sentani1" width="265" height="158" /></a></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"><span style="color: black;">Karnaval Festival Danau Sentani diikuti seluruh paguyuban di Kabupaten Jayapura<a title="Kabupaten Jayapura" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Jayapura"></a> dan Kota Jayapura<a title="Jayapura" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jayapura"></a>. Dari masing-masing paguyuban baik dari luar Papua maupun di Papua sendiri yang turut serta dalam pagelaran tersebut menampilkan budaya tradisional, tari-tarian tradisional yang diiringi lagu daerah.</span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"><span style="color: black;"><a href="http://www.rasikafm.co.id/wp-content/uploads/2012/03/danau-sentani4.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-21746" title="danau-sentani4" src="http://www.rasikafm.co.id/wp-content/uploads/2012/03/danau-sentani4.jpg" alt="danau-sentani4" width="231" height="155" /></a></span><br />
<span style="color: black;"> Festival ini adalah bukti pemeliharaan persatuan dan kesatuan diantara sesama suku, ras, agama. Nasionalime yang sangat kental </span><span style="color: black;">terjalin diantara sesama, mengingat di Papua terdiri dari ratusan suku-suku kecil yang terkadang gampang bentrok.</span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"><span style="color: black;"> </span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"><span style="color: black;">Tiga agenda pokok FDS, selain karnaval nusantara diantaranya adalah pagelaran budaya, pameran barang seni papua, dan tour wisata.</span></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F03%2F15%2Ffestival-danau-sentani%2F&amp;linkname=Festival%20Danau%20Sentani"><img src="http://www.diradio.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/03/15/festival-danau-sentani/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.diradio.net/podpress_trac/feed/50115/0/festival-danau-sentani-papua.mp3" length="2244441" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>2:20</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Festival Danau Sentani adalah festival pariwisata tahunan yang diadakan di sekitar Danau Sentani. Festival ini diselenggarakan sejak 2007 dan telah menjadi festival tahunan dan masuk ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Festival Danau Sentani adalah festival pariwisata tahunan yang diadakan di sekitar Danau Sentani. Festival ini diselenggarakan sejak 2007 dan telah menjadi festival tahunan dan masuk dalam kalendar pariwisata utama. FDS ini banyak diikuti oleh turis Belanda maupun turis lokal. Festival Danau Sentani diadakan pada pertengahan bulan Juni tiap tahunnya selama lima hari berturut. Festival ini diisi dengan tarian-tarian adat di atas perahu, tarian perang khas Papua, upacara adat seperti penobatan Ondoafi, dan sajian berbagai kuliner khas Papua.
 
Karnaval Festival Danau Sentani diikuti seluruh paguyuban di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura. Dari masing-masing paguyuban baik dari luar Papua maupun di Papua sendiri yang turut serta dalam pagelaran tersebut menampilkan budaya tradisional, tari-tarian tradisional yang diiringi lagu daerah.


 Festival ini adalah bukti pemeliharaan persatuan dan kesatuan diantara sesama suku, ras, agama. Nasionalime yang sangat kental terjalin diantara sesama, mengingat di Papua terdiri dari ratusan suku-suku kecil yang terkadang gampang bentrok.
 
Tiga agenda pokok FDS, selain karnaval nusantara diantaranya adalah pagelaran budaya, pameran barang seni papua, dan tour wisata.</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Maluku,-,Papua,,Papua,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Manusela Maluku, Surganya Flora &#038; Fauna Indonesia</title>
		<link>/2012/03/09/manusela-maluku-surganya-flora-fauna-indonesia/</link>
		<comments>/2012/03/09/manusela-maluku-surganya-flora-fauna-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Mar 2012 10:27:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>

		<category><![CDATA[Maluku - Papua]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<category><![CDATA[rasikafm-semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/03/manusela-maluku-surganya-flora-fauna-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Taman Nasional Manusela merupakan perwakilan tipe ekosistem pantai, hutan rawa, hutan hujan dataran rendah dan hutan hujan pegunungan di Maluku. Tipe vegetasi yang terdapat di taman nasional ini yaitu mangrove, pantai, hutan rawa, tebing sungai, hutan hujan tropika pamah, hutan pegunungan, dan hutan sub-alpin.
Beberapa jenis tumbuhan di taman nasional ini antara lain tancang (Bruguiera sexangula), bakau (Rhizophora acuminata), api-api (Avicennia sp.), kapur (Dryobalanops sp.), pulai (Alstonia scholaris), ketapang (Terminalia catappa), pandan (Pandanus sp.), meranti (Shorea selanica), benuang (Octomeles sumatrana), matoa/kasai (Pometia pinnata), kayu putih (Melaleuca leucadendron), berbagai jenis anggrek, dan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_21573" class="wp-caption alignright" style="width: 260px"><a href="http://www.rasikafm.co.id/wp-content/uploads/2012/03/cenderawasih.jpg"><img class="size-full wp-image-21573" title="cenderawasih" src="http://www.rasikafm.co.id/wp-content/uploads/2012/03/cenderawasih.jpg" alt="cenderawasih" width="250" height="202" /></a><p class="wp-caption-text">Foto: Dishut Maluku</p></div>
<p>Taman Nasional Manusela merupakan perwakilan tipe ekosistem pantai, hutan rawa, hutan hujan dataran rendah dan hutan hujan pegunungan di Maluku. Tipe vegetasi yang terdapat di taman nasional ini yaitu mangrove, pantai, hutan rawa, tebing sungai, hutan hujan tropika pamah, hutan pegunungan, dan hutan sub-alpin.</p>
<p>Beberapa jenis tumbuhan di taman nasional ini antara lain tancang (Bruguiera sexangula), bakau (Rhizophora acuminata), api-api (Avicennia sp.), kapur (Dryobalanops sp.), pulai (Alstonia scholaris), ketapang (Terminalia catappa), pandan (Pandanus sp.), meranti (Shorea selanica), benuang (Octomeles sumatrana), matoa/kasai (Pometia pinnata), kayu putih (Melaleuca leucadendron), berbagai jenis anggrek, dan pakis endemik (Chintea binaya).</p>
<p>Sekitar 117 jenis burung terdapat di Taman Nasional Manusela, dimana 14 jenis diantaranya endemik seperti kesturi ternate (Lorius garrulus), nuri tengkuk ungu/nuri kepala hitam (L. domicella), kakatua Seram (Cacatua moluccensis), raja udang (Halcyon lazuli dan H. sancta), burung madu Seram besar (Philemon subcorniculatus), dan nuri raja/nuri ambon (Alisterus amboinensis).</p>
<p>Burung kakatua seram merupakan salah satu satwa endemik Pulau Maluku, keberadaannya terancam punah di alam akibat perburuan liar, perusakan dan penyusutan habitatnya. Satwa lainnya di taman nasional ini adalah rusa (Cervus timorensis moluccensis), kuskus (Phalanger orientalis orientalis), soa-soa (Hydrosaurus amboinensis), babi hutan (Sus celebensis), luwak (Pardofelis marmorata), kadal panama (Tiliqua gigas gigas), duyung (Dugong dugon), penyu hijau (Chelonia mydas), dan berbagai jenis kupu-kupu.</p>
<p>Terdapat sungai-sungai yang mengalir deras, dengan konfigurasi topografi terjal, enam buah gunung/bukit dengan Gunung Binaya yang tertinggi (± 3.027 meter dpl).</p>
<p>Masyarakat desa Manusela, Ilena Maraina, Selumena, dan Kanike, merupakan enclave di dalam kawasan Taman Nasional Manusela. Masyarakat tersebut telah lama berada di desa-desa tersebut, dan percaya bahwa gunung-gunung yang berada di taman nasional dapat memberikan semangat dan perlindungan dalam kehidupan mereka. Kepercayaan mereka secara tidak langsung akan membantu menjaga dan melestarikan taman nasional.</p>
<p><span> </span></p>
<p>Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:</p>
<p>Tepi Merkele, Tepi Kabipoto, Wae Kawa. Menjelajahi hutan, panjat tebing, pengamatan satwa/tumbuhan.</p>
<p>Pasahari. Pengamatan satwa rusa dan burung.</p>
<p>Wai Isal. Berkemah, menjelajahi hutan, pengamatan satwa/tumbuhan.</p>
<p>Pilana. Pengamatan kupu-kupu dan menjelajahi hutan.</p>
<p>Gunung Binaya. Pendakian, menjelajahi hutan dan air terjun.</p>
<p>Atraksi budaya di luar taman nasional yaitu Festival Masohi pada bulan November, perlombaan Kora-kora pada bulan April dan Darwin-Ambon International Yacht pada bulan Juli di Ambon.</p>
<p>Musim kunjungan terbaik: bulan Mei s/d Oktober setiap tahunnya.</p>
<p>Cara pencapaian lokasi: Taman Nasional Manusela dapat dicapai melalui pantai Utara (Sawai dan Wahai) atau melalui pantai Selatan (Tehoru dan Moso). Route dari Moso sangat cocok bagi yang menyukai pendakian, karena kelerengannya sekitar 30%. Dari Ambon ke Masohi menggunakan ferry setiap hari sekitar delapan jam, dilanjutkan ke Saka menggunakan mobil sekitar dua jam, dan ke Wahai menggunakan speed boat sekitar dua jam. Atau, dari Ambon ke Wahai menggunakan kapal laut sekitar 24 jam (3 x seminggu). Dari Masohi ke Tehoru menggunakan kapal motor sekitar sembilan jam, dilanjutkan ke Moso dan Desa Saunulu. <strong><em>Sumber: Dishut Maluku</em></strong></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F03%2F09%2Fmanusela-maluku-surganya-flora-fauna-indonesia%2F&amp;linkname=Manusela%20Maluku%2C%20Surganya%20Flora%20%26%23038%3B%20Fauna%20Indonesia"><img src="http://www.diradio.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/03/09/manusela-maluku-surganya-flora-fauna-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.diradio.net/podpress_trac/feed/49462/0/taman-nasional-manusela-maluku.mp3" length="6222576" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>3:14</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>[caption id="attachment_21573" align="alignright" width="250" caption="Foto: Dishut Maluku"][/caption]

Taman Nasional Manusela merupakan perwakilan tipe ekosistem pantai, hutan rawa, hutan hujan dataran rendah dan hutan hujan pegunungan di ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>[caption id="attachment_21573" align="alignright" width="250" caption="Foto: Dishut Maluku"][/caption]

Taman Nasional Manusela merupakan perwakilan tipe ekosistem pantai, hutan rawa, hutan hujan dataran rendah dan hutan hujan pegunungan di Maluku. Tipe vegetasi yang terdapat di taman nasional ini yaitu mangrove, pantai, hutan rawa, tebing sungai, hutan hujan tropika pamah, hutan pegunungan, dan hutan sub-alpin.

Beberapa jenis tumbuhan di taman nasional ini antara lain tancang (Bruguiera sexangula), bakau (Rhizophora acuminata), api-api (Avicennia sp.), kapur (Dryobalanops sp.), pulai (Alstonia scholaris), ketapang (Terminalia catappa), pandan (Pandanus sp.), meranti (Shorea selanica), benuang (Octomeles sumatrana), matoa/kasai (Pometia pinnata), kayu putih (Melaleuca leucadendron), berbagai jenis anggrek, dan pakis endemik (Chintea binaya).

Sekitar 117 jenis burung terdapat di Taman Nasional Manusela, dimana 14 jenis diantaranya endemik seperti kesturi ternate (Lorius garrulus), nuri tengkuk ungu/nuri kepala hitam (L. domicella), kakatua Seram (Cacatua moluccensis), raja udang (Halcyon lazuli dan H. sancta), burung madu Seram besar (Philemon subcorniculatus), dan nuri raja/nuri ambon (Alisterus amboinensis).

Burung kakatua seram merupakan salah satu satwa endemik Pulau Maluku, keberadaannya terancam punah di alam akibat perburuan liar, perusakan dan penyusutan habitatnya. Satwa lainnya di taman nasional ini adalah rusa (Cervus timorensis moluccensis), kuskus (Phalanger orientalis orientalis), soa-soa (Hydrosaurus amboinensis), babi hutan (Sus celebensis), luwak (Pardofelis marmorata), kadal panama (Tiliqua gigas gigas), duyung (Dugong dugon), penyu hijau (Chelonia mydas), dan berbagai jenis kupu-kupu.

Terdapat sungai-sungai yang mengalir deras, dengan konfigurasi topografi terjal, enam buah gunung/bukit dengan Gunung Binaya yang tertinggi (plusmn; 3.027 meter dpl).

Masyarakat desa Manusela, Ilena Maraina, Selumena, dan Kanike, merupakan enclave di dalam kawasan Taman Nasional Manusela. Masyarakat tersebut telah lama berada di desa-desa tersebut, dan percaya bahwa gunung-gunung yang berada di taman nasional dapat memberikan semangat dan perlindungan dalam kehidupan mereka. Kepercayaan mereka secara tidak langsung akan membantu menjaga dan melestarikan taman nasional.

 

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:

Tepi Merkele, Tepi Kabipoto, Wae Kawa. Menjelajahi hutan, panjat tebing, pengamatan satwa/tumbuhan.

Pasahari. Pengamatan satwa rusa dan burung.

Wai Isal. Berkemah, menjelajahi hutan, pengamatan satwa/tumbuhan.

Pilana. Pengamatan kupu-kupu dan menjelajahi hutan.

Gunung Binaya. Pendakian, menjelajahi hutan dan air terjun.

Atraksi budaya di luar taman nasional yaitu Festival Masohi pada bulan November, perlombaan Kora-kora pada bulan April dan Darwin-Ambon International Yacht pada bulan Juli di Ambon.

Musim kunjungan terbaik: bulan Mei s/d Oktober setiap tahunnya.

Cara pencapaian lokasi: Taman Nasional Manusela dapat dicapai melalui pantai Utara (Sawai dan Wahai) atau melalui pantai Selatan (Tehoru dan Moso). Route dari Moso sangat cocok bagi yang menyukai pendakian, karena kelerengannya sekitar 30%. Dari Ambon ke Masohi menggunakan ferry setiap hari sekitar delapan jam, dilanjutkan ke Saka menggunakan mobil sekitar dua jam, dan ke Wahai menggunakan speed boat sekitar dua jam. Atau, dari Ambon ke Wahai menggunakan kapal laut sekitar 24 jam (3 x seminggu). Dari Masohi ke Tehoru menggunakan kapal motor sekitar sembilan jam, dilanjutkan ke Moso dan Desa Saunulu. Sumber: Dishut Maluku</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Maluku,,Maluku,-,Papua,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Papua Surga Ekowisata Dunia</title>
		<link>/2012/02/16/papua-surga-ekowisata-dunia/</link>
		<comments>/2012/02/16/papua-surga-ekowisata-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 00:41:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kontributor</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Maluku - Papua]]></category>

		<category><![CDATA[Papua]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/?p=46039</guid>
		<description><![CDATA[
Apuse
Apuse kokon dao
Yarabe soren doreri
Wuf lenso bani nema baki pase
Apuse kokon dao
Yarabe soren doreri
Wuf lenso bani nema baki pase
Arafabye aswarakwar
Arafabye aswarakwar
++++++++
Raja Ampat adalah telah menjadi destinasi ekowisata yang favorit bagi warga dunia. Raja Ampat berpenduduk 31.000 jiwa ini memiliki 610 pulau (hanya 35 pulau yang dihuni) dengan luas wilayah sekitar 46.000 km2, namun hanya 6.000 km2 berupa daratan, 40.000 km2 lagi lautan. Pulau-pulau yang belum terjamah dan lautnya yang masih asri membuat wisatawan langsung terpikat. Mereka seakan ingin menjelajahi seluruh perairan di “Kepala Burung” Pulau Papua.
Wilayah ini sempat menjadi incaran ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><a href="http://www.suararadio.com/wp-content/uploads/2012/02/papua.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-46144" title="papua" src="http://www.suararadio.com/wp-content/uploads/2012/02/papua.jpg" alt="papua" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Apuse</p>
<p style="text-align: left;">Apuse kokon dao</p>
<p>Yarabe soren doreri</p>
<p>Wuf lenso bani nema baki pase</p>
<p>Apuse kokon dao</p>
<p>Yarabe soren doreri</p>
<p>Wuf lenso bani nema baki pase</p>
<p>Arafabye aswarakwar</p>
<p>Arafabye aswarakwar</p>
<p>++++++++</p>
<p>Raja Ampat adalah telah menjadi destinasi ekowisata yang favorit bagi warga dunia. Raja Ampat berpenduduk 31.000 jiwa ini memiliki 610 pulau (hanya 35 pulau yang dihuni) dengan luas wilayah sekitar 46.000 km2, namun hanya 6.000 km2 berupa daratan, 40.000 km2 lagi lautan. Pulau-pulau yang belum terjamah dan lautnya yang masih asri membuat wisatawan langsung terpikat. Mereka seakan ingin menjelajahi seluruh perairan di “Kepala Burung” Pulau Papua.</p>
<p>Wilayah ini sempat menjadi incaran para pemburu ikan karang dengan cara mengebom dan menebar racun sianida. Namun, masih banyak penduduk yang berupaya melindungi kawasan itu sehingga kekayaan lautnya bisa diselamatkan. Terumbu karang di laut Raja Ampat dinilai terlengkap di dunia. Dari 537 jenis karang dunia, 75 persennya berada di perairan ini. Ditemukan pula 1.104 jenis ikan, 669 jenis moluska (hewan lunak), dan 537 jenis hewan karang. Luar biasa.</p>
<p>Bank Dunia bekerja sama dengan lembaga lingkungan global menetapkan Raja Ampat sebagai salah satu wilayah di Indonesia Timur yang mendapat bantuan Coral Reef Rehabilitation and Management Program (Coremap) II, sejak 2005. Di Raja Ampat, program ini mencakup 17 kampung dan melibatkan penduduk lokal. Nelayan juga dilatih membudidayakan ikan kerapu dan rumput laut.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F02%2F16%2Fpapua-surga-ekowisata-dunia%2F&amp;linkname=Papua%20Surga%20Ekowisata%20Dunia"><img src="http://www.diradio.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/02/16/papua-surga-ekowisata-dunia/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.diradio.net/podpress_trac/feed/46039/0/lagu-daerah-apuse1.mp3" length="2551553" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>2:38</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Apuse
Apuse kokon dao

Yarabe soren doreri

Wuf lenso bani nema baki pase

Apuse kokon dao

Yarabe soren doreri

Wuf lenso bani nema baki pase

Arafabye aswarakwar

Arafabye aswarakwar

++++++++

Raja Ampat adalah telah menjadi ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Apuse
Apuse kokon dao

Yarabe soren doreri

Wuf lenso bani nema baki pase

Apuse kokon dao

Yarabe soren doreri

Wuf lenso bani nema baki pase

Arafabye aswarakwar

Arafabye aswarakwar

++++++++

Raja Ampat adalah telah menjadi destinasi ekowisata yang favorit bagi warga dunia. Raja Ampat berpenduduk 31.000 jiwa ini memiliki 610 pulau (hanya 35 pulau yang dihuni) dengan luas wilayah sekitar 46.000 km2, namun hanya 6.000 km2 berupa daratan, 40.000 km2 lagi lautan. Pulau-pulau yang belum terjamah dan lautnya yang masih asri membuat wisatawan langsung terpikat. Mereka seakan ingin menjelajahi seluruh perairan di ldquo;Kepala Burungrdquo; Pulau Papua.

Wilayah ini sempat menjadi incaran para pemburu ikan karang dengan cara mengebom dan menebar racun sianida. Namun, masih banyak penduduk yang berupaya melindungi kawasan itu sehingga kekayaan lautnya bisa diselamatkan. Terumbu karang di laut Raja Ampat dinilai terlengkap di dunia. Dari 537 jenis karang dunia, 75 persennya berada di perairan ini. Ditemukan pula 1.104 jenis ikan, 669 jenis moluska (hewan lunak), dan 537 jenis hewan karang. Luar biasa.

Bank Dunia bekerja sama dengan lembaga lingkungan global menetapkan Raja Ampat sebagai salah satu wilayah di Indonesia Timur yang mendapat bantuan Coral Reef Rehabilitation and Management Program (Coremap) II, sejak 2005. Di Raja Ampat, program ini mencakup 17 kampung dan melibatkan penduduk lokal. Nelayan juga dilatih membudidayakan ikan kerapu dan rumput laut.</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Maluku,-,Papua,,Papua,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Rayuan Pulau Tiga</title>
		<link>/2010/11/22/rayuan-pulau-tiga/</link>
		<comments>/2010/11/22/rayuan-pulau-tiga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Nov 2010 02:06:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>

		<category><![CDATA[Maluku - Papua]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<category><![CDATA[klite-bandung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.suararadio.com/2010/11/rayuan-pulau-tiga/</guid>
		<description><![CDATA[Sahabat K-Lite, Pulau Tiga berada di kawasan perairan Desa Asilulu di Ambon. Ada tiga pulau di sana, yang masing-masing dinamakan Pulau Satu, Pulau Dua dan Pulau Tiga. Penamaan pulau-pulau tersebut memang terdengar tidak kreatif namun hal tersebut sama sekali bukan suatu masalah jika dibandingkan dengan pesona yang ditawarkan oleh ketiga pulau itu. Beberapa tebing curam sangat khas menghiasi ketiga pulau  itu sementara hamparan pasir putih hanya dapat ditemukan di Pulau Tiga. Selain pesona tebing-tebing curam  terdapat sebuah goa di Pulau Tiga namun. Selain goa  itu juga terdapat goa-goa laut yang sayangnya ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sahabat K-Lite, Pulau Tiga berada di kawasan perairan Desa Asilulu di Ambon. Ada tiga pulau di sana, yang masing-masing dinamakan Pulau Satu, Pulau Dua dan Pulau Tiga. Penamaan pulau-pulau tersebut memang terdengar tidak kreatif namun hal tersebut sama sekali bukan suatu masalah jika dibandingkan dengan pesona yang ditawarkan oleh ketiga pulau itu. Beberapa tebing curam sangat khas menghiasi ketiga pulau  itu sementara hamparan pasir putih hanya dapat ditemukan di Pulau Tiga. Selain pesona tebing-tebing curam  terdapat sebuah goa di Pulau Tiga namun. Selain goa  itu juga terdapat goa-goa laut yang sayangnya tidak terlalu tinggi sehingga tidak dapat dimasuki dengan menggunakan perahu cepat.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2010%2F11%2F22%2Frayuan-pulau-tiga%2F&amp;linkname=Rayuan%20Pulau%20Tiga"><img src="http://www.diradio.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2010/11/22/rayuan-pulau-tiga/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.diradio.net/podpress_trac/feed/12645/0/rayuan-pulau-tiga.mp3" length="292153" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Sahabat K-Lite, Pulau Tiga beradanbsp;di kawasan perairan Desa Asilulu di Ambon. Ada tiga pulau di sana, yang masing-masing dinamakan Pulau Satu, Pulau Dua dan Pulau ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Sahabat K-Lite, Pulau Tiga beradanbsp;di kawasan perairan Desa Asilulu di Ambon. Ada tiga pulau di sana, yang masing-masing dinamakan Pulau Satu, Pulau Dua dan Pulau Tiga. Penamaan pulau-pulau tersebut memang terdengar tidak kreatif namun hal tersebut sama sekali bukan suatu masalah jika dibandingkan dengan pesona yang ditawarkan oleh ketiga pulau itu. Beberapa tebing curam sangat khas menghiasi ketiga pulaunbsp; itu sementara hamparan pasir putih hanya dapat ditemukan di Pulau Tiga. Selain pesona tebing-tebing curamnbsp; terdapat sebuah goa di Pulau Tiga namun. Selain goanbsp; itu juga terdapat goa-goa laut yang sayangnya tidak terlalu tinggi sehingga tidak dapat dimasuki dengan menggunakan perahu cepat.</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Maluku,,Maluku,-,Papua,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
	</channel>
</rss>
