<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Suara Radio &#124; Situs Kolaborasi Radio &#187; Nusa Tenggara</title>
	<atom:link href="http:///category/nusa-tenggara/feed/podcast" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Suara Radio &#124; Situs Kolaborasi Radio</description>
	<pubDate>Thu, 20 Jun 2013 01:25:09 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<!-- podcast_generator="podPress/8.8" -->
		<copyright>&#xA9; </copyright>
		<managingEditor>suararadio@yahoo.com ()</managingEditor>
		<webMaster>suararadio@yahoo.com()</webMaster>
		<category></category>
		<ttl>1440</ttl>
		<itunes:keywords></itunes:keywords>
		<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
		<itunes:summary>e-Broadcasting Institute</itunes:summary>
		<itunes:author></itunes:author>
		<itunes:category text="Music"/>
<itunes:category text="Technology"/>
		<itunes:owner>
			<itunes:name></itunes:name>
			<itunes:email>suararadio@yahoo.com</itunes:email>
		</itunes:owner>
		<itunes:block>No</itunes:block>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:image href="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/podpress/images/suararadio_300.png" />
		<image>
			<url>http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/podpress/images/suararadio_128.png</url>
			<title>Suara Radio &#124; Situs Kolaborasi Radio</title>
			<link></link>
			<width>144</width>
			<height>144</height>
		</image>
		<item>
		<title>Mistery Warna Danau Kelimutu ,Flores ,NTT</title>
		<link>/2012/03/30/mistery-warna-danau-kelimutu-flores-ntt/</link>
		<comments>/2012/03/30/mistery-warna-danau-kelimutu-flores-ntt/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Mar 2012 10:59:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bali - Nusa Tenggara]]></category>

		<category><![CDATA[Nusa Tenggara]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<category><![CDATA[rasikafm-semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/03/mistery-warna-danau-kelimutu-flores-ntt/</guid>
		<description><![CDATA[Bagi anda yang hobi melakukan aktivitas alam, lakukanlah perjalanan  ke Danau Tiga Warna, Kelimutu, yang berada di utara pulau Flores,  tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Moni, Kabupaten Ende, Flores, Nusa  Tenggara Timur. Menurut beberapa sumber yang ditemui, waktu terbaik  menikmati pemandangan di danau alami yang terletak di atas Gunung  Kelimutu itu adalah pagi hari saat matahari terbit.
Perjalanan  dapat ditempuh dari kota Ende yang memakan waktu kurang lebih dua jam  dengan kecepatan standar. Untuk mendapatkan pemandangan sunrise yang menakjubkan, anda harus berangkat sekitar pukul ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.suararadio.com/wp-content/uploads/2012/03/scenery-of-lake-kelimutu.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-54397" title="scenery-of-lake-kelimutu" src="http://www.suararadio.com/wp-content/uploads/2012/03/scenery-of-lake-kelimutu.jpg" alt="scenery-of-lake-kelimutu" width="221" height="139" /></a>Bagi anda yang hobi melakukan aktivitas alam, lakukanlah perjalanan  ke Danau Tiga Warna, Kelimutu, yang berada di utara pulau Flores,  tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Moni, Kabupaten Ende, Flores, Nusa  Tenggara Timur. Menurut beberapa sumber yang ditemui, waktu terbaik  menikmati pemandangan di danau alami yang terletak di atas Gunung  Kelimutu itu adalah pagi hari saat matahari terbit.</p>
<p>Perjalanan  dapat ditempuh dari kota Ende yang memakan waktu kurang lebih dua jam  dengan kecepatan standar. Untuk mendapatkan pemandangan <em>sunrise</em> yang menakjubkan, anda harus berangkat sekitar pukul 03.30 Wita.</p>
<p>Akses  transportasi menuju ke danau tersebut tidak begitu mudah, namun  wisatawan lokal maupun asing biasa memilih untuk menyewa kendaraan lewat  agen-agen wisata setempat, atau jika pandai mendekati masyarakat lokal,  tidak sulit kita bisa menyewa sepeda motor mereka. Tapi jangan lupa  untuk memeriksa kondisi kendaraan sebelumnya, jangan sampai wisata anda  terganggu oleh kendala teknis yang diakibatkan karena kelalaian kita  sendiri.</p>
<p>Atau jika kita tidak ingin terburu-buru berangkat dini hari, bisa juga memilih untuk menginap di beberapa <em>home stay</em> yang dikelola oleh penduduk sekitar dengan kisaran harga Rp 25.000  hingga Rp 50.000. Atau kita juga bisa menginap di cottage yang  disediakan pemerintah setempat dengan kisaran harga Rp 50.000 hingga Rp  75.000. Semua tergantung kebutuhan anda.</p>
<p>Kurang lebih dua jam  menyusuri jalan berkelok-kelok, jurang dan tebing di sisi-sisinya, serta  kondisi jalanan yang kurang begitu mulus di beberapa bagian hingga kita  bisa sampai di Kampung Moni, kampung yang terletak di kaki Gunung  Kelimutu. Hawa dingin menyengat hingga ke tulang, pakaian tebal menjadi  kewajiban bagi perjalanan kali ini. Oleh sebab itu, bagi anda yang  memiliki alergi dingin, disarankan untuk memakai pakaian yang tebal.</p>
<p>Dari  Kampung Moni, danau yang pernah masuk nominasi keajaiban dunia itu  tinggal berjarak tempuh 45 menit saja. Jalan yang dilalui pun mulai  menyempit dan menanjak. Namun pemandangan alam di sisi kiri dan kanan  menjadi obat lelah dan membuat perjalanan penuh tantangan ini terasa  menyenangkan.</p>
<p>Untuk memasuki taman nasional Kelimutu ini, kita  hanya membayar retribusi sebesar Rp 2.000 saja. Untuk sampai ke bibir  danau, kita masih harus menapaki anak tangga dan jalan bebatuan kurang  lebih 20 menit. Kicauan burung dan suara serangga hutan menemani tiap  langkah menuju danau yang terletak 1.690 meter di atas permukaan laut  itu hingga kita sampai di titik pandang.<a href="http://www.suararadio.com/wp-content/uploads/2012/03/kelimutu-2.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-54395" title="kelimutu-2" src="http://www.suararadio.com/wp-content/uploads/2012/03/kelimutu-2.jpg" alt="kelimutu-2" width="248" height="158" /></a></p>
<p>Tergores ciptaan Yang  Maha Esa di depan mata, tiga danau berbentuk kawah yang terpisah di sisi  kiri dan kanan. Jika disesuaikan dengan pandangan mata, danau di  sebelah kiri berwarna hitam kecoklatan atau dalam bahasa daerah disebut <em>Tiwu Ata Mbupu</em> yang menurut kepercayaan masyarakat lokal, danau tersebut adalah persinggahan arwah-arwah orang tua.</p>
<p>Sedang yang di sebelah kanan, terdapat dua danau terpisah tebing tipis. Yang berwarna biru muda masyarakat lokal menyebutnya <em>Tiwu Nuwa Muri Ko&#8217;o Fai</em> atau danau persemayaman arwah muda-mudi, sedang yang paling kanan berwarna hijau tua bernama <em>Tiwu Ata Polo</em>, yang dipercaya sebagai persemayaman arwah orang-orang jahat.</p>
<p>Menurut  warga lokal yang menemani di situ, anda termasuk orang yang beruntung  jika dalam perjalanan bertemu seekor kera. Masyarakat setempat percaya  bahwa danau tersebut adalah danau keramat dan memberikan kesuburan pada  daerah sekitarnya, maka tak jarang sering diadakan upacara adat di danau  tersebut di mana masyarakat memberikan persembahan hasil bumi kepada  arwah di danau tersebut.</p>
<p><strong>Perubahan alam dan kepercayaan abadi </strong></p>
<p>Gunung  Kelimutu pernah meletus pada tahun 1886 dan meninggalkan tiga kawah  berbentuk danau yang warna airnya dapat berubah-ubah secara tak terduga,  sesuai dengan kandungan mineral dan cuaca. Perubahan tak terduga warna  air danau tersebut menjadikan misteri tersendiri yang belum mampu  dipecahkan hingga sekarang.</p>
<p><a href="http://www.suararadio.com/wp-content/uploads/2012/03/ntt-kelimutu-12.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-54548" title="ntt-kelimutu-12" src="http://www.suararadio.com/wp-content/uploads/2012/03/ntt-kelimutu-12.jpg" alt="ntt-kelimutu-12" width="241" height="151" /></a>Patut diketahui, dahulu danau ini  pernah berwarna merah, putih dan biru. Bagai dua sisi mata uang yang tak  mampu dipisahkan, perubahan alami berjalan harmonis dengan kepercayaan  abadi masyarakat lokal membuat danau ajaib ini menjadi daya tarik  sendiri bagi semua orang, terkhusus bagi anda penggiat alam bebas dan  penggemar pemandangan alam.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F03%2F30%2Fmistery-warna-danau-kelimutu-flores-ntt%2F&amp;linkname=Mistery%20Warna%20Danau%20Kelimutu%20%2CFlores%20%2CNTT"><img src="http://www.diradio.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/03/30/mistery-warna-danau-kelimutu-flores-ntt/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.diradio.net/podpress_trac/feed/54394/0/ntt-danau-elimutu.mp3" length="2935327" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>2:02</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Bagi anda yang hobi melakukan aktivitas alam, lakukanlah perjalanan  ke Danau Tiga Warna, Kelimutu, yang berada di utara pulau Flores,  tepatnya di Desa ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Bagi anda yang hobi melakukan aktivitas alam, lakukanlah perjalanan  ke Danau Tiga Warna, Kelimutu, yang berada di utara pulau Flores,  tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Moni, Kabupaten Ende, Flores, Nusa  Tenggara Timur. Menurut beberapa sumber yang ditemui, waktu terbaik  menikmati pemandangan di danau alami yang terletak di atas Gunung  Kelimutu itu adalah pagi hari saat matahari terbit.

Perjalanan  dapat ditempuh dari kota Ende yang memakan waktu kurang lebih dua jam  dengan kecepatan standar. Untuk mendapatkan pemandangan sunrise yang menakjubkan, anda harus berangkat sekitar pukul 03.30 Wita.

Akses  transportasi menuju ke danau tersebut tidak begitu mudah, namun  wisatawan lokal maupun asing biasa memilih untuk menyewa kendaraan lewat  agen-agen wisata setempat, atau jika pandai mendekati masyarakat lokal,  tidak sulit kita bisa menyewa sepeda motor mereka. Tapi jangan lupa  untuk memeriksa kondisi kendaraan sebelumnya, jangan sampai wisata anda  terganggu oleh kendala teknis yang diakibatkan karena kelalaian kita  sendiri.

Atau jika kita tidak ingin terburu-buru berangkat dini hari, bisa juga memilih untuk menginap di beberapa home stay yang dikelola oleh penduduk sekitar dengan kisaran harga Rp 25.000  hingga Rp 50.000. Atau kita juga bisa menginap di cottage yang  disediakan pemerintah setempat dengan kisaran harga Rp 50.000 hingga Rp  75.000. Semua tergantung kebutuhan anda.

Kurang lebih dua jam  menyusuri jalan berkelok-kelok, jurang dan tebing di sisi-sisinya, serta  kondisi jalanan yang kurang begitu mulus di beberapa bagian hingga kita  bisa sampai di Kampung Moni, kampung yang terletak di kaki Gunung  Kelimutu. Hawa dingin menyengat hingga ke tulang, pakaian tebal menjadi  kewajiban bagi perjalanan kali ini. Oleh sebab itu, bagi anda yang  memiliki alergi dingin, disarankan untuk memakai pakaian yang tebal.

Dari  Kampung Moni, danau yang pernah masuk nominasi keajaiban dunia itu  tinggal berjarak tempuh 45 menit saja. Jalan yang dilalui pun mulai  menyempit dan menanjak. Namun pemandangan alam di sisi kiri dan kanan  menjadi obat lelah dan membuat perjalanan penuh tantangan ini terasa  menyenangkan.

Untuk memasuki taman nasional Kelimutu ini, kita  hanya membayar retribusi sebesar Rp 2.000 saja. Untuk sampai ke bibir  danau, kita masih harus menapaki anak tangga dan jalan bebatuan kurang  lebih 20 menit. Kicauan burung dan suara serangga hutan menemani tiap  langkah menuju danau yang terletak 1.690 meter di atas permukaan laut  itu hingga kita sampai di titik pandang.

Tergores ciptaan Yang  Maha Esa di depan mata, tiga danau berbentuk kawah yang terpisah di sisi  kiri dan kanan. Jika disesuaikan dengan pandangan mata, danau di  sebelah kiri berwarna hitam kecoklatan atau dalam bahasa daerah disebut Tiwu Ata Mbupu yang menurut kepercayaan masyarakat lokal, danau tersebut adalah persinggahan arwah-arwah orang tua.

Sedang yang di sebelah kanan, terdapat dua danau terpisah tebing tipis. Yang berwarna biru muda masyarakat lokal menyebutnya Tiwu Nuwa Muri Ko'o Fai atau danau persemayaman arwah muda-mudi, sedang yang paling kanan berwarna hijau tua bernama Tiwu Ata Polo, yang dipercaya sebagai persemayaman arwah orang-orang jahat.

Menurut  warga lokal yang menemani di situ, anda termasuk orang yang beruntung  jika dalam perjalanan bertemu seekor kera. Masyarakat setempat percaya  bahwa danau tersebut adalah danau keramat dan memberikan kesuburan pada  daerah sekitarnya, maka tak jarang sering diadakan upacara adat di danau  tersebut di mana masyarakat memberikan persembahan hasil bumi kepada  arwah di danau tersebut.

Perubahan alam dan kepercayaan abadi 

Gunung  Kelimutu pernah meletus pada tahun 1886 dan meninggalkan tiga kawah  berbentuk danau yang warna airnya dapat berubah-ubah secara tak terduga,  sesuai dengan kandungan mineral dan cuaca. Perubahan tak terduga warna  air danau tersebut menjadikan misteri tersendiri yang belum mampu  dipecahkan hingga sekarang.

Patut diketahui, d</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Bali,-,Nusa,Tenggara,,Nusa,Tenggara,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Taman Wisata Suranadi</title>
		<link>/2009/09/11/taman-wisata-suranadi/</link>
		<comments>/2009/09/11/taman-wisata-suranadi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 09:52:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dodoy</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bali - Nusa Tenggara]]></category>

		<category><![CDATA[Nusa Tenggara]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<category><![CDATA[Flores]]></category>

		<category><![CDATA[Mistery Warna Danau Kelimutu]]></category>

		<category><![CDATA[NTT]]></category>

		<category><![CDATA[taman wisata suranadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.suararadio.com/?p=1532</guid>
		<description><![CDATA[
Pada Abat ke XIII/XIV datang seorang Bangsa India penyebar agama Hindu yang sakti bernama DANG HYANG NILARTA untuk mengunjungi Pulau Jawa, Bali dan Lombok dengan berjalan kaki sambil membawa tongkat sakti.
Sesampainya perjalanan Beliau di Lombok langsung diiringi oleh rombongan yang setia kepadanya, sampai di Lingsar beliau dan rombongan istirahat, setelah merasa segar perjalanan diteruskan masuk hutan Suranadi, disana rombongan istirahat selama empat kali dan selama istirahat Beliau menancapkan tongkatnya ke dalam tanah sebanyak empat kali yang belainan tempatnya, seketika itu air bersih menyembur keluar dan air pertama disebut air suci ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:0in; 	mso-para-margin-left:102.9pt; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	text-indent:-17.85pt; 	line-height:200%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --></p>
<p><a href="http://www.suararadio.com/wp-content/uploads/2009/09/suranadi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-53808" title="suranadi" src="http://www.suararadio.com/wp-content/uploads/2009/09/suranadi.jpg" alt="suranadi" /></a><!--[endif]--><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pada Abat ke XIII/XIV datang seorang Bangsa India penyebar agama Hindu yang sakti bernama DANG HYANG NILARTA untuk mengunjungi Pulau Jawa, Bali dan Lombok dengan berjalan kaki sambil membawa tongkat sakti.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Sesampainya perjalanan Beliau di Lombok langsung diiringi oleh rombongan yang setia kepadanya, sampai di Lingsar beliau dan rombongan istirahat, setelah merasa segar perjalanan diteruskan masuk hutan Suranadi, disana rombongan istirahat selama empat kali dan selama istirahat Beliau menancapkan tongkatnya ke dalam tanah sebanyak empat kali yang belainan tempatnya, seketika itu air bersih menyembur keluar dan air pertama disebut air suci pembersih, air kedua disebut air suci pengentas, air ketiga disebut air suci pelukatan dan air keempat disebut air suci petirta. Sumber air tersebut berada di dalam Hutan Wisata Suranadi.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Untuk menghormati/mengenang jasa-jasa Beliau, di Lombok umumnya , di Lombok Barat khususnya, setiap tahun diadakan upacara agama Hindu Dharma pada waktu bulan purnama sasih kapat (Oktober/Nopember).</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Demikian pula dalam upacara penguburan mayat bagi penganut agama Hindu Dharma di Lombok Barat, bila seseorang telah meninggal jenazahnya cukup dibersihkan dengan memakai air suci pembersih/pengentas sebelum dikuburkan.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Keadaan Umum Taman Wisata Suranadi</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Kelompok Hutan Suranadi yang terletak di Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat telah ditetapkan sebagai <span>Taman Wisata Suranadi </span>dengan luas 52 Ha. Berdasarkan SK Menteri Pertanian tanggal 15 Oktober 1976 No. 646/Kpts/Um/10/76 Jo tanggal 30 Mei 1977 No. 274/Kpts/Um/5/77, guna meningkatkan fungsi konservasi baik flora/fauna maupun ekosistemnya, agar tercapai keserasian lingkungan dan yang dimanfaatkan sebagai obyek rekreasi, pendidikan, kebudayaan, penelitian dan kepariwisataan.</span></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2009%2F09%2F11%2Ftaman-wisata-suranadi%2F&amp;linkname=Taman%20Wisata%20Suranadi"><img src="http://www.diradio.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2009/09/11/taman-wisata-suranadi/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.diradio.net/podpress_trac/feed/1532/0/semalamdicianjur.mp3" length="962194" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Pada Abat ke XIII/XIV datang seorang Bangsa India penyebar agama Hindu yang sakti bernama DANG HYANG NILARTA untuk mengunjungi Pulau Jawa, Bali dan Lombok dengan ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Pada Abat ke XIII/XIV datang seorang Bangsa India penyebar agama Hindu yang sakti bernama DANG HYANG NILARTA untuk mengunjungi Pulau Jawa, Bali dan Lombok dengan berjalan kaki sambil membawa tongkat sakti.

Sesampainya perjalanan Beliau di Lombok langsung diiringi oleh rombongan yang setia kepadanya, sampai di Lingsar beliau dan rombongan istirahat, setelah merasa segar perjalanan diteruskan masuk hutan Suranadi, disana rombongan istirahat selama empat kali dan selama istirahat Beliau menancapkan tongkatnya ke dalam tanah sebanyak empat kali yang belainan tempatnya, seketika itu air bersih menyembur keluar dan air pertama disebut air suci pembersih, air kedua disebut air suci pengentas, air ketiga disebut air suci pelukatan dan air keempat disebut air suci petirta. Sumber air tersebut berada di dalam Hutan Wisata Suranadi.

Untuk menghormati/mengenang jasa-jasa Beliau, di Lombok umumnya , di Lombok Barat khususnya, setiap tahun diadakan upacara agama Hindu Dharma pada waktu bulan purnama sasih kapat (Oktober/Nopember).

Demikian pula dalam upacara penguburan mayat bagi penganut agama Hindu Dharma di Lombok Barat, bila seseorang telah meninggal jenazahnya cukup dibersihkan dengan memakai air suci pembersih/pengentas sebelum dikuburkan.

Keadaan Umum Taman Wisata Suranadi

Kelompok Hutan Suranadi yang terletak di Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat telah ditetapkan sebagai Taman Wisata Suranadi dengan luas 52 Ha. Berdasarkan SK Menteri Pertanian tanggal 15 Oktober 1976 No. 646/Kpts/Um/10/76 Jo tanggal 30 Mei 1977 No. 274/Kpts/Um/5/77, guna meningkatkan fungsi konservasi baik flora/fauna maupun ekosistemnya, agar tercapai keserasian lingkungan dan yang dimanfaatkan sebagai obyek rekreasi, pendidikan, kebudayaan, penelitian dan kepariwisataan.</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Bali,-,Nusa,Tenggara,,Nusa,Tenggara,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Taman Narmada</title>
		<link>/2009/09/11/taman-narmada/</link>
		<comments>/2009/09/11/taman-narmada/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 09:09:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dodoy</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bali - Nusa Tenggara]]></category>

		<category><![CDATA[Nusa Tenggara]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<category><![CDATA[taman narmada]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.suararadio.com/?p=1507</guid>
		<description><![CDATA[




Taman Narmada terletak di Desa Lembuah, Kecamatan Narmada, Kabupaten   Lombok Barat, sekitar 10 kilometer sebelah timur Kota Mataram, Nusa Tenggara   Barat. Taman yang luasnya sekitar 2 ha ini dibangun pada tahun 1727 oleh Raja   Mataram Lombok, Anak Agung Ngurah Karang Asem, sebagai tempat upacara Pakelem   yang diselenggarakan setiap purnama kelima tahun Caka (Oktober-November).   Selain tempat upacara, Taman Narmada juga digunakan sebagai tempat   peristirahatan keluarga raja pada saat musim kemarau.
Kompleks Taman Narmana yang ada di Lombok itu dapat dibagi ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} table.MsoTableGrid 	{mso-style-name:"Table Grid"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-priority:59; 	mso-style-unhide:no; 	border:solid black 1.0pt; 	mso-border-themecolor:text1; 	mso-border-alt:solid black .5pt; 	mso-border-themecolor:text1; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-border-insideh:.5pt solid black; 	mso-border-insideh-themecolor:text1; 	mso-border-insidev:.5pt solid black; 	mso-border-insidev-themecolor:text1; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --></p>
<p><!--[endif] --></p>
<table class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: medium none;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="width: 566.1pt; padding: 0cm 5.4pt;" width="755" valign="top"><a href="http://www.suararadio.com/wp-content/uploads/2009/09/taman-narmada1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-48676" title="taman-narmada1" src="http://www.suararadio.com/wp-content/uploads/2009/09/taman-narmada1.jpg" alt="taman-narmada1" width="213" height="160" /></a>Taman Narmada terletak di Desa Lembuah, Kecamatan Narmada, Kabupaten   Lombok Barat, sekitar 10 kilometer sebelah timur Kota Mataram, Nusa Tenggara   Barat. Taman yang luasnya sekitar 2 ha ini dibangun pada tahun 1727 oleh Raja   Mataram Lombok, Anak Agung Ngurah Karang Asem, sebagai tempat upacara Pakelem   yang diselenggarakan setiap purnama kelima tahun Caka (Oktober-November).   Selain tempat upacara, Taman Narmada juga digunakan sebagai tempat   peristirahatan keluarga raja pada saat musim kemarau.</p>
<p>Kompleks Taman Narmana yang ada di Lombok itu dapat dibagi menjadi   beberapa bagian, yaitu gerbang utama, jabalkap, telaga kembar, gapura   gelang/paduraksa, mukedes, telaga padmawangi, balai loji, balai terang,   patandaan, bangunan sakapat, balai bancingah, Pura Kelasa dan Pura Lingsar.   Berikut ini akan diuraikan bagian-bagian dari Taman Narmada dari gerbang   utama.</p>
<p>Gerbang utama yang berbentuk gapura bentar dan berada di sebelah utara.   Setelah gerbang utama kita akan memasuki halaman jabalkap, yang di dalamnya   terdapat telaga kembar. Di bagian selatan jabalkap terdapat sebuah gapura   yang bernama Gapura Gelang atau Paduraksa yang menghubungkan antara halaman   jabalkap dengan halaman mukedes. Pada halaman mukedes terdapat beberapa buah   bangunan, antara lain Sanggah Pura, Balai Pamerajan dan Balai Loji (salah   satu diantara bangunan kediaman raja). Di sebelah tenggara halaman mukedes   terdapat gapura yang menuju ke halaman pasarean. Di halaman paseran ini   terdapat juga Balai Loji, Telaga Padmawangi, Pawedayan, pawargan, Balai   Terang, dan sebuah bangunan baru yang tidak jelas statusnya. Balai Terang   adalah sebuah bangunan yang berfungsi sebagai tempat istirahat/tidur raja,   berbentuk panggung yang seluruhnya terbuat dari kayu. Bagian atas bangunan   yang terbuka dipergunakan untuk menikmati pemandangan ke arah Meru pura di   sebelah timurnya. Pintu dan jendela Balai Terang ini bermotif bulan tunggal   dan tumbuh-tumbuhan.</p>
<p>Di sebelah timur halaman pasarean terdapat Pura Kelasa atau Pura Narmada.   Bentuk arsitekturnya menyerupai punden berundak. Bagian yang paling suci   terdapat di halaman tengah pada undak yang paling atas (pura di Bali umumnya   halaman paling suci adalah yang paling belakang). Pura ini tergolong pura   jagat atau pura umum bagi semua penganut Hindu Dharma dan merupakan salah   satu di antara delapan pura tua di Pulau Lombok. Pura Narmada terletak di   atas tebing berundak-undak, sedang di bawah lembah tebing terdapat kolam   duyung dan telaga segara<span><br />
Nama Narmada diambil dari Narmadanadi, anak Sungai Gangga yang sangat suci di   India. Bagi umat Hindu, air merupakan suatu unsur suci yang memberi kehidupan   kepada semua makhluk di dunia ini. Air yang memancar dari dalam tanah (mata   air) diasosiasikan dengan tirta amerta (air keabadian) yang memancar dari   Kensi Sweta Kamandalu. Dahulu kemungkinan nama Narmada digunakan untuk   menamai nama mata air yang membentuk beberapa kolam dan sebuah sungai di   tempat tersebut. Lama-kelamaan digunakan untuk menyebut pura dan keseluruhan   kompleks Taman Narmada.</span></p>
<p>Taman Narmada yang sekarang ini adalah hasil pembangunan dan serangkaian   perbaikan/pemugaran yang berlangsung dari waktu ke waktu. Sewaktu para   petugas dari Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan   Purbakala bersama dengan para petugas Kantor Wilayah Depdikbud Nusa Tenggara   Barat meneliti dan mengumpulkan data sebagai langkah awal pemugaran, mereka   berpendapat bahwa pemugaran secara memuaskan tidak mungkin, karena bahannya   kurang dari 50%. Banyak bagian yang telah rusak terutama tebing-tebing kolam,   taman, pagar maupun bangunan. Pada tahun 1980 sampai 1988 rekonstruksi Taman   Narmada dapat diselesaikan.</p>
<p style="margin-bottom: 12pt;">Setelah direkonstruksi oleh pemerintah   melalui Ditjen Kebudayaan, Direktorat Perlindungan dan pembinaan Peninggalan   Sejarah dan Purbakala, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Taman Narmada   dijadikan sebagai kompleks bangunan cagar budaya dengan daftar induk inventarisasi   peninggalan sejarah dan purbapakala pusat nomor 1839. Dengan demikian, sesuai   dengan peraturan yang berlaku kelestarian Taman Narmada dilindungi oleh   pemerintah.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;">
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2009%2F09%2F11%2Ftaman-narmada%2F&amp;linkname=Taman%20Narmada"><img src="http://www.diradio.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2009/09/11/taman-narmada/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.diradio.net/podpress_trac/feed/1507/0/manukdadali_sunda.mp3" length="962195" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>1:00</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Taman Narmada terletak di Desa Lembuah, Kecamatan Narmada, Kabupaten   Lombok Barat, sekitar 10 kilometer sebelah timur Kota Mataram, Nusa Tenggara   Barat. ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Taman Narmada terletak di Desa Lembuah, Kecamatan Narmada, Kabupaten   Lombok Barat, sekitar 10 kilometer sebelah timur Kota Mataram, Nusa Tenggara   Barat. Taman yang luasnya sekitar 2 ha ini dibangun pada tahun 1727 oleh Raja   Mataram Lombok, Anak Agung Ngurah Karang Asem, sebagai tempat upacara Pakelem   yang diselenggarakan setiap purnama kelima tahun Caka (Oktober-November).   Selain tempat upacara, Taman Narmada juga digunakan sebagai tempat   peristirahatan keluarga raja pada saat musim kemarau.

Kompleks Taman Narmana yang ada di Lombok itu dapat dibagi menjadi   beberapa bagian, yaitu gerbang utama, jabalkap, telaga kembar, gapura   gelang/paduraksa, mukedes, telaga padmawangi, balai loji, balai terang,   patandaan, bangunan sakapat, balai bancingah, Pura Kelasa dan Pura Lingsar.   Berikut ini akan diuraikan bagian-bagian dari Taman Narmada dari gerbang   utama.

Gerbang utama yang berbentuk gapura bentar dan berada di sebelah utara.   Setelah gerbang utama kita akan memasuki halaman jabalkap, yang di dalamnya   terdapat telaga kembar. Di bagian selatan jabalkap terdapat sebuah gapura   yang bernama Gapura Gelang atau Paduraksa yang menghubungkan antara halaman   jabalkap dengan halaman mukedes. Pada halaman mukedes terdapat beberapa buah   bangunan, antara lain Sanggah Pura, Balai Pamerajan dan Balai Loji (salah   satu diantara bangunan kediaman raja). Di sebelah tenggara halaman mukedes   terdapat gapura yang menuju ke halaman pasarean. Di halaman paseran ini   terdapat juga Balai Loji, Telaga Padmawangi, Pawedayan, pawargan, Balai   Terang, dan sebuah bangunan baru yang tidak jelas statusnya. Balai Terang   adalah sebuah bangunan yang berfungsi sebagai tempat istirahat/tidur raja,   berbentuk panggung yang seluruhnya terbuat dari kayu. Bagian atas bangunan   yang terbuka dipergunakan untuk menikmati pemandangan ke arah Meru pura di   sebelah timurnya. Pintu dan jendela Balai Terang ini bermotif bulan tunggal   dan tumbuh-tumbuhan.

Di sebelah timur halaman pasarean terdapat Pura Kelasa atau Pura Narmada.   Bentuk arsitekturnya menyerupai punden berundak. Bagian yang paling suci   terdapat di halaman tengah pada undak yang paling atas (pura di Bali umumnya   halaman paling suci adalah yang paling belakang). Pura ini tergolong pura   jagat atau pura umum bagi semua penganut Hindu Dharma dan merupakan salah   satu di antara delapan pura tua di Pulau Lombok. Pura Narmada terletak di   atas tebing berundak-undak, sedang di bawah lembah tebing terdapat kolam   duyung dan telaga segara
Nama Narmada diambil dari Narmadanadi, anak Sungai Gangga yang sangat suci di   India. Bagi umat Hindu, air merupakan suatu unsur suci yang memberi kehidupan   kepada semua makhluk di dunia ini. Air yang memancar dari dalam tanah (mata   air) diasosiasikan dengan tirta amerta (air keabadian) yang memancar dari   Kensi Sweta Kamandalu. Dahulu kemungkinan nama Narmada digunakan untuk   menamai nama mata air yang membentuk beberapa kolam dan sebuah sungai di   tempat tersebut. Lama-kelamaan digunakan untuk menyebut pura dan keseluruhan   kompleks Taman Narmada.

Taman Narmada yang sekarang ini adalah hasil pembangunan dan serangkaian   perbaikan/pemugaran yang berlangsung dari waktu ke waktu. Sewaktu para   petugas dari Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan   Purbakala bersama dengan para petugas Kantor Wilayah Depdikbud Nusa Tenggara   Barat meneliti dan mengumpulkan data sebagai langkah awal pemugaran, mereka   berpendapat bahwa pemugaran secara memuaskan tidak mungkin, karena bahannya   kurang dari 50%. Banyak bagian yang telah rusak terutama tebing-tebing kolam,   taman, pagar maupun bangunan. Pada tahun 1980 sampai 1988 rekonstruksi Taman   Narmada dapat diselesaikan.
Setelah direkonstruksi oleh pemerintah   melalui Ditjen Kebudayaan, Direktorat Perlindungan dan pembinaan Peninggalan   Sejarah dan Purbakala, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Taman Narmada   dijadikan sebagai kompleks bangunan cagar b</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Bali,-,Nusa,Tenggara,,Nusa,Tenggara,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Pantai Senggigi Lombok Barat ,</title>
		<link>/2009/09/11/pantai-senggigi-lombok-barat/</link>
		<comments>/2009/09/11/pantai-senggigi-lombok-barat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 09:04:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dodoy</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bali - Nusa Tenggara]]></category>

		<category><![CDATA[Nusa Tenggara]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<category><![CDATA[pantai senggigi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.suararadio.com/?p=1503</guid>
		<description><![CDATA[

Senggigi adalah tempat pariwisata yang terkenal di Lombok. Letaknya di sebelah barat pesisir Pulau Lombok. Pantai Senggigi memang tidak sebesar Pantai Kuta di Bali, tetapi seketika kita berada di sini akan merasa seperti berada di Pantai Kuta, Bali. Pesisir pantainya masih asri, walaupun masih ada sampah dedaunan yang masih berserakan karena jarang dibersihkan. Pemandangan bawah lautnya sangat indah, dan wisatawan bisa melakukan snorkling sepuasnya karena ombaknya tidak terlalu besar. Terumbu karangnya menjulang ketengah menyebabkan ombak besarnya pecah ditengah. Tersedia juga hotel-hotel dengan harga yang bervariasi, dari yang mahal sampai hotel ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="sectionlinks" style="margin: 0in 12.4pt 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;"><a href="http://www.suararadio.com/wp-content/uploads/2009/09/sengigi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-52869" title="sengigi" src="http://www.suararadio.com/wp-content/uploads/2009/09/sengigi.jpg" alt="sengigi" /></a>Senggigi adalah tempat pariwisata yang terkenal di Lombok. Letaknya di sebelah barat pesisir Pulau Lombok. Pantai Senggigi memang tidak sebesar Pantai Kuta di Bali, tetapi seketika kita berada di sini akan merasa seperti berada di Pantai Kuta, Bali. Pesisir pantainya masih asri, walaupun masih ada sampah dedaunan yang masih berserakan karena jarang dibersihkan. Pemandangan bawah lautnya sangat indah, dan wisatawan bisa melakukan snorkling sepuasnya karena ombaknya tidak terlalu besar. Terumbu karangnya menjulang ketengah menyebabkan ombak besarnya pecah ditengah. Tersedia juga hotel-hotel dengan harga yang bervariasi, dari yang mahal sampai hotel yang berharga ekonomis.</span></p>
<p>Sekitar setengah jam dengan berjalan kaki, para wisatawan dapat menjumpai Batu Bolong di pantai ini. Ini adalah sebuah pura yang dibangun di atas karang yang terletak di tepi pantai. Menurut legenda masyarakat setempat dahulu kala sering diadakan pengorbanan seorang perawan untuk dimakankan kepada ikan hiu di tempat ini. Legenda lain mengatakan dahulu banyak para wanita yang menerjunkan diri dari tempat ini ke laut karena patah hati. Dari tempat ini juga terlihat Gunung Agung di Pulau Bali.</p>
<p>Tidak jauh dari Batu Bolong terdapat makam seorang ulama. Ini merupakan tempat suci bagi para penganut Wetu Telu.</p>
<p class="sectionlinks" style="margin: 0in 12.4pt 0.0001pt;"><span style="color: black;"> </span></p>
<p class="sectionlinks" style="margin: 0in 12.4pt 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Pantai Senggigi, yang terletak di sebelah utara Bangsal, merupakan pantai yang paling populer dan sudah terkenal akan keindahannya. Pantai yang terletak 12 kilometer dari sebelah barat laut Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Lombok ini, terbentang hampir sepanjang 10 km dengan hamparan pasir putih yang seolah menggoda Anda untuk duduk diatasnya dan untuk sejenak melupakan segala rutinitas hidup Anda, kepadatan lalu lintas kota, dan menghirup udara segar dengan menikmati pemandangan air laut yang berwarna biru gradasi hijau serta menikmati indahnya matahari terbenam di pantai Senggigi.</span></p>
<p class="sectionlinks" style="margin: 0in 12.4pt 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;"> </span></p>
<p class="sectionlinks" style="margin: 0in 12.4pt 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;"> </span></p>
<p class="sectionlinks" style="margin: 0in 12.4pt 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Cara Mencapai Daerah Ini</span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;"><br />
Ada beberapa alternatif untuk mencapai Pantai Senggigi, yaitu:</span></p>
<p>*Dari Bali; Tiba di Pelabuhan Lembar, Anda bisa langsung menuju pantai Senggigi dengan menggunakan bis 3/4 atau mencarter mobil bersama penumpang lainnya.</p>
<p class="sectionlinks" style="margin: 0in 12.4pt 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;"><br />
*Dari Jakarta dan kota besar lainnya; Tiba di bandara, Anda dapat menaiki taksi yang akan mengantar ke hotel dimana Anda menginap.</span></p>
<p class="sectionlinks" style="margin: 0in 12.4pt 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;"><br />
*Dari Ampenan, Anda bisa menaiki Bemo yang tersedia mulai pukul 06.00 pagi hingga 06.30 PM untuk sekitar Rp. 1,500 jurusan Ampenan-Senggigi, atau Senggigi-Ampenan</span></p>
<p><span>Tempat Menginap</span><br />
Di sekitar Pantai Senggigi banyak terdapat penginapan yang bisa dijadikan pilihan sesuai dengan kebutuhan Anda. Mulai dari hotel berbintang, resor, hotel melati hingga pemondokan. Beberapa tempat menginap yang dapat dijadikan alternative adalah Holiday Inn, the Oberoi, Sheraton Senggigi, Melati Dua Cottage, Pool Villa Club, Panorama Cottage, dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;">Tempat Bersantap</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: black;"><br />
Di sepanjang pinggir pantai, berjejer restoran-restoran yang menyediakan berbagai jenis hidangan khas Lombok dan jenis hidangan lainnya. Selama berada di Lombok, jangan lupa untuk mencicipi Ayam Taliwang dan Plecing Kangkung.</span></p>
<p><span>Berkeliling</span><br />
Jika Anda ingin mengelilingi pantai Senggigi namun tidak ingin cepat lelah, Anda bisa menaiki cidomo &#8221; angkutan khas NTB yang ditarik oleh seekor kuda. Atau Anda juga dapat mengelilingi pantai dengan berjalan kaki</p>
<p><span>Yang Dapat Anda Lihat Atau Lakukan</span><br />
Banyak aktivitas yang dapat Anda lakukan disini, seperti berenang, bermain kano, menyelam, snorkeling atau pun sekedar berjemur dan menikmati pemandangan.</p>
<p><span>Buah Tangan</span><br />
Di sepanjang jalur pantai Senggigi, banyak terdapat toko cinderamata yang menawarkan barang-barang kerajinan khas Lombok seperti lukisan, kerajinan tangan, kain tenun Lombok, perhiasan mutiara dan lain-lain.</p>
<p><span>Tips</span><br />
*Jangan lupa untuk membawa krim tabir surya dan membawa pakaian ekstra.<br />
*Jangan lupa untuk membawa pakaian renang.<br />
*Ketika Anda berenang, harap berhati-hati karena di pinggiran pantai banyak terdapat batu karang.</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; line-height: 200%;"> </span></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2009%2F09%2F11%2Fpantai-senggigi-lombok-barat%2F&amp;linkname=Pantai%20Senggigi%20Lombok%20Barat%20%2C"><img src="http://www.diradio.net/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2009/09/11/pantai-senggigi-lombok-barat/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.diradio.net/podpress_trac/feed/1503/0/s_matbol1.mp3" length="962186" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>1:00</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Senggigi adalah tempat pariwisata yang terkenal di Lombok. Letaknya di sebelah barat pesisir Pulau Lombok. Pantai Senggigi memang tidak sebesar Pantai Kuta di Bali, tetapi ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Senggigi adalah tempat pariwisata yang terkenal di Lombok. Letaknya di sebelah barat pesisir Pulau Lombok. Pantai Senggigi memang tidak sebesar Pantai Kuta di Bali, tetapi seketika kita berada di sini akan merasa seperti berada di Pantai Kuta, Bali. Pesisir pantainya masih asri, walaupun masih ada sampah dedaunan yang masih berserakan karena jarang dibersihkan. Pemandangan bawah lautnya sangat indah, dan wisatawan bisa melakukan snorkling sepuasnya karena ombaknya tidak terlalu besar. Terumbu karangnya menjulang ketengah menyebabkan ombak besarnya pecah ditengah. Tersedia juga hotel-hotel dengan harga yang bervariasi, dari yang mahal sampai hotel yang berharga ekonomis.

Sekitar setengah jam dengan berjalan kaki, para wisatawan dapat menjumpai Batu Bolong di pantai ini. Ini adalah sebuah pura yang dibangun di atas karang yang terletak di tepi pantai. Menurut legenda masyarakat setempat dahulu kala sering diadakan pengorbanan seorang perawan untuk dimakankan kepada ikan hiu di tempat ini. Legenda lain mengatakan dahulu banyak para wanita yang menerjunkan diri dari tempat ini ke laut karena patah hati. Dari tempat ini juga terlihat Gunung Agung di Pulau Bali.

Tidak jauh dari Batu Bolong terdapat makam seorang ulama. Ini merupakan tempat suci bagi para penganut Wetu Telu.
 
Pantai Senggigi, yang terletak di sebelah utara Bangsal, merupakan pantai yang paling populer dan sudah terkenal akan keindahannya. Pantai yang terletak 12 kilometer dari sebelah barat laut Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Lombok ini, terbentang hampir sepanjang 10 km dengan hamparan pasir putih yang seolah menggoda Anda untuk duduk diatasnya dan untuk sejenak melupakan segala rutinitas hidup Anda, kepadatan lalu lintas kota, dan menghirup udara segar dengan menikmati pemandangan air laut yang berwarna biru gradasi hijau serta menikmati indahnya matahari terbenam di pantai Senggigi.
 
 

Cara Mencapai Daerah Ini
Ada beberapa alternatif untuk mencapai Pantai Senggigi, yaitu:

*Dari Bali; Tiba di Pelabuhan Lembar, Anda bisa langsung menuju pantai Senggigi dengan menggunakan bis 3/4 atau mencarter mobil bersama penumpang lainnya.

*Dari Jakarta dan kota besar lainnya; Tiba di bandara, Anda dapat menaiki taksi yang akan mengantar ke hotel dimana Anda menginap.


*Dari Ampenan, Anda bisa menaiki Bemo yang tersedia mulai pukul 06.00 pagi hingga 06.30 PM untuk sekitar Rp. 1,500 jurusan Ampenan-Senggigi, atau Senggigi-Ampenan

Tempat Menginap
Di sekitar Pantai Senggigi banyak terdapat penginapan yang bisa dijadikan pilihan sesuai dengan kebutuhan Anda. Mulai dari hotel berbintang, resor, hotel melati hingga pemondokan. Beberapa tempat menginap yang dapat dijadikan alternative adalah Holiday Inn, the Oberoi, Sheraton Senggigi, Melati Dua Cottage, Pool Villa Club, Panorama Cottage, dan lain-lain.
Tempat Bersantap
Di sepanjang pinggir pantai, berjejer restoran-restoran yang menyediakan berbagai jenis hidangan khas Lombok dan jenis hidangan lainnya. Selama berada di Lombok, jangan lupa untuk mencicipi Ayam Taliwang dan Plecing Kangkung.

Berkeliling
Jika Anda ingin mengelilingi pantai Senggigi namun tidak ingin cepat lelah, Anda bisa menaiki cidomo " angkutan khas NTB yang ditarik oleh seekor kuda. Atau Anda juga dapat mengelilingi pantai dengan berjalan kaki

Yang Dapat Anda Lihat Atau Lakukan
Banyak aktivitas yang dapat Anda lakukan disini, seperti berenang, bermain kano, menyelam, snorkeling atau pun sekedar berjemur dan menikmati pemandangan.

Buah Tangan
Di sepanjang jalur pantai Senggigi, banyak terdapat toko cinderamata yang menawarkan barang-barang kerajinan khas Lombok seperti lukisan, kerajinan tangan, kain tenun Lombok, perhiasan mutiara dan lain-lain.

Tips
*Jangan lupa untuk membawa krim tabir surya dan membawa pakaian ekstra.
*Jangan lupa untuk membawa pakaian renang.
*Ketika Anda berenang, harap berhati-hati karena di pinggiran pantai banyak terdapat batu karang.
 </itunes:summary>
		<itunes:keywords>Bali,-,Nusa,Tenggara,,Nusa,Tenggara,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
	</channel>
</rss>
