<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Suara Radio &#124; Situs Kolaborasi Radio &#187; Pendidikan</title>
	<atom:link href="http:///category/pendidikan/feed/podcast" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Suara Radio &#124; Situs Kolaborasi Radio</description>
	<pubDate>Tue, 22 May 2012 19:56:15 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<!-- podcast_generator="podPress/8.8" -->
		<copyright>&#xA9; </copyright>
		<managingEditor>suararadio@yahoo.com ()</managingEditor>
		<webMaster>suararadio@yahoo.com()</webMaster>
		<category></category>
		<ttl>1440</ttl>
		<itunes:keywords></itunes:keywords>
		<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
		<itunes:summary>e-Broadcasting Institute</itunes:summary>
		<itunes:author></itunes:author>
		<itunes:category text="Music"/>
<itunes:category text="Technology"/>
		<itunes:owner>
			<itunes:name></itunes:name>
			<itunes:email>suararadio@yahoo.com</itunes:email>
		</itunes:owner>
		<itunes:block>No</itunes:block>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:image href="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/podpress/images/suararadio_300.png" />
		<image>
			<url>http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/podpress/images/suararadio_128.png</url>
			<title>Suara Radio &#124; Situs Kolaborasi Radio</title>
			<link></link>
			<width>144</width>
			<height>144</height>
		</image>
		<item>
		<title>RE Ensiklopedia Populer - Burung Elang</title>
		<link>/2012/05/re-ensiklopedia-populer-burung-elang/</link>
		<comments>/2012/05/re-ensiklopedia-populer-burung-elang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 May 2012 13:33:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[Talk]]></category>

		<category><![CDATA[topfm951]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/05/re-ensiklopedia-populer-burung-elang/</guid>
		<description><![CDATA[
Elang (bahasa Inggris: eagle) merupakan salah satu dari hewan yang terdapat di seluruh Indonesia.
Ciri-ciri
Elang adalah hewan berdarah panas, mempunyai sayap dan tubuh yang diselubungi bulu pelepah. Sebagai burung, elang berkembang biak dengan cara bertelur yang mempunyai cangkang keras di dalam sarang yang dibuatnya. Ia menjaga anaknya sampai mampu terbang.
Elang merupakan hewan pemangsa. Makanan utamanya hewan mamalia kecil seperti tikus, tupai dan ayam. Terdapat sebagian elang yang menangkap ikan sebagai makanan utama mereka.Biasanya elang tersebut tinggal di wilayah perairan. Paruh elang tidak bergigi tetapi melengkung dan kuat untuk mengoyak daging mangsanya. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/05/burung-elang.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3603" title="burung-elang" src="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/05/burung-elang.jpg" alt="burung-elang" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Elang (bahasa Inggris: eagle) merupakan salah satu dari hewan yang terdapat di seluruh Indonesia.<br />
<strong>Ciri-ciri</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Elang adalah hewan berdarah panas, mempunyai sayap dan tubuh yang diselubungi bulu pelepah. Sebagai burung, elang berkembang biak dengan cara bertelur yang mempunyai cangkang keras di dalam sarang yang dibuatnya. Ia menjaga anaknya sampai mampu terbang.</p>
<p style="text-align: justify;">Elang merupakan hewan pemangsa. Makanan utamanya hewan mamalia kecil seperti tikus, tupai dan ayam. Terdapat sebagian elang yang menangkap ikan sebagai makanan utama mereka.Biasanya elang tersebut tinggal di wilayah perairan. Paruh elang tidak bergigi tetapi melengkung dan kuat untuk mengoyak daging mangsanya. Burung ini juga mempunyai sepasang kaki yang kuat dan kuku yang tajam dan melengkung untuk mencengkeram mangsa serta daya penglihatan yang tajam untuk memburu mangsa dari jarak jauh tak terkira.</p>
<p style="text-align: justify;">Elang mempunyai sistem pernapasan yang baik dan mampu untuk membekali jumlah oksigen yang banyak yang diperlukan ketika terbang. Jantung burung elang terdiri dari empat bilik seperti manusia. Bilik atas dikenal sebagai atrium, sementara bilik bawah dikenali sebagai ventrikel.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Jenis-jenis elang</strong><br />
Elang Hitam<br />
Elang Brontok<br />
Elang Merah<br />
Elang Jawa</em></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/05/re-ensiklopedia-populer-burung-elang.mp3"><br />
</a></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F05%2Fre-ensiklopedia-populer-burung-elang%2F&amp;linkname=RE%20Ensiklopedia%20Populer%20-%20Burung%20Elang"><img src="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/05/re-ensiklopedia-populer-burung-elang/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/71053/0/1b09d74907e7af5b52982e2e2802e55e.mp3" length="2327424" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>4:51</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Elang (bahasa Inggris: eagle) merupakan salah satu dari hewan yang terdapat di seluruh Indonesia.
Ciri-ciri
Elang adalah hewan berdarah panas, mempunyai sayap dan tubuh yang diselubungi bulu ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Elang (bahasa Inggris: eagle) merupakan salah satu dari hewan yang terdapat di seluruh Indonesia.
Ciri-ciri
Elang adalah hewan berdarah panas, mempunyai sayap dan tubuh yang diselubungi bulu pelepah. Sebagai burung, elang berkembang biak dengan cara bertelur yang mempunyai cangkang keras di dalam sarang yang dibuatnya. Ia menjaga anaknya sampai mampu terbang.
Elang merupakan hewan pemangsa. Makanan utamanya hewan mamalia kecil seperti tikus, tupai dan ayam. Terdapat sebagian elang yang menangkap ikan sebagai makanan utama mereka.Biasanya elang tersebut tinggal di wilayah perairan. Paruh elang tidak bergigi tetapi melengkung dan kuat untuk mengoyak daging mangsanya. Burung ini juga mempunyai sepasang kaki yang kuat dan kuku yang tajam dan melengkung untuk mencengkeram mangsa serta daya penglihatan yang tajam untuk memburu mangsa dari jarak jauh tak terkira.
Elang mempunyai sistem pernapasan yang baik dan mampu untuk membekali jumlah oksigen yang banyak yang diperlukan ketika terbang. Jantung burung elang terdiri dari empat bilik seperti manusia. Bilik atas dikenal sebagai atrium, sementara bilik bawah dikenali sebagai ventrikel.

Jenis-jenis elang
Elang Hitam
Elang Brontok
Elang Merah
Elang Jawa


</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Keluarga,,Pendidikan,,Talk</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>INFOKES BERSAMA DR. OMAY-STROKE PART 1</title>
		<link>/2012/05/infokes-bersama-dr-omay-stroke-part-1/</link>
		<comments>/2012/05/infokes-bersama-dr-omay-stroke-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 May 2012 07:11:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[Talk]]></category>

		<category><![CDATA[sukapurafm-tasikmalaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/05/infokes-bersama-dr-omay-stroke-part-1/</guid>
		<description><![CDATA[Stroke (Bahasa Inggris: stroke, cerebrovascular accident, CVA) adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu. Orang yang mengalami stoke jaringan otaknya kekurangan makanan yang dibawa oleh aliran darah (salah satunya adalah oksigen). Kurangnya aliran darah itu, kemudian merusakkan atau mematikan sel-sel syaraf otak. Biasanya yang paling berpengaruh dalam pembuluh darah otak adalah tekanan darahnya.
Kematian jaringan otak dapat menyebabkan hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan itu. Stroke adalah penyebab kematian yang ketiga di Amerika Serikat dan banyak negara industri di Eropa(Jauch, 2005). Bila dapat diselamatkan, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.sukapurafm.com/wp-content/uploads/2012/05/stroke-adv1.jpg"><img class="size-full wp-image-4930 alignleft" title="stroke-adv1" src="http://www.sukapurafm.com/wp-content/uploads/2012/05/stroke-adv1.jpg" alt="stroke-adv1" width="269" height="202" /></a>Stroke (Bahasa Inggris: stroke, cerebrovascular accident, CVA) adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu. Orang yang mengalami stoke jaringan otaknya kekurangan makanan yang dibawa oleh aliran darah (salah satunya adalah oksigen). Kurangnya aliran darah itu, kemudian merusakkan atau mematikan sel-sel syaraf otak. Biasanya yang paling berpengaruh dalam pembuluh darah otak adalah tekanan darahnya.<br />
Kematian jaringan otak dapat menyebabkan hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan itu. Stroke adalah penyebab kematian yang ketiga di Amerika Serikat dan banyak negara industri di Eropa(Jauch, 2005). Bila dapat diselamatkan, kadang-kadang penderita mengalami kelumpuhan di anggota badannya, hilangnya sebagian ingatan atau kemampuan bicaranya.</p>
<p>Secara ringkas, penyakit stroke adalah berkurangnya suplai oksigen atau darah ke otak. Otak tidak bisa berfungsi dengan baik jika kekurangan oksigen, termasuk komunikasi otak dengan bagian-bagian tubuh lainnya. Jaringan otak pun lama kelamaan mengalami degenerasi (mati). Berkurangnya pasokan oksigen ke otak ini terjadi akibat penyempitan, penyumbatan di pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah.<br />
<br style="height:4em" /><br />
<a href="http://www.sukapurafm.com/wp-content/uploads/2012/05/penyempitan-pembuluh-darah1.jpg"><img class="size-full wp-image-4932 alignleft" title="penyempitan-pembuluh-darah1" src="http://www.sukapurafm.com/wp-content/uploads/2012/05/penyempitan-pembuluh-darah1.jpg" alt="penyempitan-pembuluh-darah1" width="269" height="195" /></a>Jenis stroke:<br />
1. Stroke hemorragik (pembuluh darah pecah)<br />
Dalam stroke Hemorragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya.<br />
2.  Stroke iskemik (pembuluh darah tersumbat)<br />
Dalam stroke iskemik, penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah Arteri yang menuju ke otak., yang disebabkan oleh pecahan-pecahan lemak yang ada di dinding pembuluh darah.<br />
<br style="height:4em" /><br />
<br style="height:4em" /><br />
<a href="http://www.sukapurafm.com/wp-content/uploads/2012/05/stroke.jpg"><img class="size-full wp-image-4933 alignleft" title="stroke" src="http://www.sukapurafm.com/wp-content/uploads/2012/05/stroke.jpg" alt="stroke" width="265" height="182" /></a>Gejala Stroke:<br />
Pada umumnya, stroke terjadi secara mendadak. Orang yang tampaknya sehat bisa terkena serangan stroke secara tiba-tiba. Pada saat itu, sel otak mati akibat kekurang suplai oksigen. Sel yang mati akan bertambah banyak dan bertambah luas dalam waktu yang cepat.</p>
<p style="text-align: justify;">Gejala-gejala stroke adalah sebagai berikut:<br />
1. Kelemahan atau kelumpuhan separuh badan<br />
2. Hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran<br />
3. Penglihatan ganda<br />
4. Pusing<br />
5. Bicara tidak jelas (rero)<br />
6. Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat<br />
7. Tidak mampu mengenali bagian dari tubuh<br />
8. Pergerakan yang tidak biasa<br />
9. Hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih<br />
10. Ketidakseimbangan dan terjatuh<br />
11. Pingsan.<br />
<br style="height:4em" /><br />
Faktor-faktor yang Tidak Bisa Dikendalikan<br />
1. Usia<br />
Dari berbagai studi yang dilakukan tentang penyakit stroke, umur merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya stroke. Pada umumnya, orang yang telah berumur tua lebih rentan terkena penyakit stroke dibandingkan dengan yang lebih muda. Ini adalah kondisi alamiah yang harus diterima. Pada saat umur bertambah, kondisi jaringan tubuh sudah mulai kurang fleksibel dan lebih kaku, termasuk dengan pembuluh darah.<br />
2. Jenis kelamin<br />
Pria lebih rentan terkena penyakit stroke dibandingkan dengan perempuan. Hal ini mungkin lebih berhubungan dengan faktor-faktor pemicu lainnya yang lebih banyak dilakukan oleh pria dibandingkan dengan perempuan, misalnya merokok, minum alkohol, dan sebagainya.<br />
3. Ras warna kulit<br />
Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang mempunyai ras warna kulit putih lebih banyak yang terkena stroke dibandingkan dengan ras dengan berwarna kulit berwarna gelap.<br />
4. Keturunan<br />
Orang yang berasal dari keluarga yang memiliki riwayat terkena stroke akan lebih rentan dibandingkan dengan orang lain yang tidak memiliki riwayat penyakit tersebut dalam keluarganya.<br />
<br style="height:4em" /><br />
Faktor-faktor yang Bisa Dikendalikan</p>
<p style="text-align: justify;">Ini adalah faktor-faktor resiko penyakit stroke yang bisa dikendalikan. Bisa dikendalikan di sini artinya faktor-faktor tersebut bisa kita kendalikan kejadiannya pada diri kita.</p>
<p style="text-align: justify;">1. Hipertensi atau tekanan darah tinggi<br />
Orang-orang yang terkena hipertensi memiliki resiko yang lebih besar untuk terkena serangan stroke. Bahkan tekanan darah tinggi ini merupakan penyebab penyakit stroke yang utama. Pada orang yang terkena darah tinggi, aliran darahnya menjadi tidak normal dan lambat akibat penyempitan yang terjadi pada pembuluh darah. Suplai oksigen dan glukosa ke otak pun (yang di bawa oleh aliran darah) juga akan mengalami penurunan.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Penyakit jantung<br />
Penyakit jantung juga merupakan faktor penting yang menyebabkan serangan stroke. Gangguan atau kelainan jantung menyebabkan pemompaan darah ke seluruh bagian tubuh lainnya, termasuk ke otak, menjadi tidak normal. Dari hal ini bisa dipahami hubungan yang erat antara penyakit jantung dan stroke.<br />
3. Kencing manis<br />
Penyakit kencing manis (diabetes mellitus) juga menjadi pemicu terjadinya serangan stroke pada seseorang. Orang yang terkena kencing manis akan mempunyai gangguan pada pembuluh darah yang juga mempengaruhi aliran darah.<br />
4. Kadar kolesterol darah yang tinggi<br />
Kandungan kolesterol dalam darah yang terlalu tinggi di atas ambang normal (hiperkolesterolemia) juga akan menjadi faktor pemicu terjadinya stroke.<br />
5. Merokok<br />
Kebiasaan merokok akan meningkatkan kadar fibrinogen di dalam darah. Fibrinogen yang tinggi dapat mempermudah terjadinya penebalan pembuluh darah yang akan menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku dan tidak lentur, serta bisa menimbulkan plak.<br />
6. Obesitas atau kelebih berat badan<br />
<br style="height:4em" /><br />
<br style="height:4em" /></p>
<p style="text-align: justify;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>IN</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!<br />
/* Style Definitions */<br />
table.MsoNormalTable<br />
{mso-style-name:"Table Normal";<br />
mso-tstyle-rowband-size:0;<br />
mso-tstyle-colband-size:0;<br />
mso-style-noshow:yes;<br />
mso-style-priority:99;<br />
mso-style-qformat:yes;<br />
mso-style-parent:"";<br />
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;<br />
mso-para-margin-top:0cm;<br />
mso-para-margin-right:0cm;<br />
mso-para-margin-bottom:10.0pt;<br />
mso-para-margin-left:0cm;<br />
line-height:115%;<br />
mso-pagination:widow-orphan;<br />
font-size:11.0pt;<br />
font-family:"Calibri","sans-serif";<br />
mso-ascii-font-family:Calibri;<br />
mso-ascii-theme-font:minor-latin;<br />
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";<br />
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;<br />
mso-hansi-font-family:Calibri;<br />
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}<br />
--> <!--[endif] --></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://www.sukapurafm.com/wp-content/uploads/2012/05/stroke-p.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-4934" title="stroke-p" src="http://www.sukapurafm.com/wp-content/uploads/2012/05/stroke-p.jpg" alt="stroke-p" /></a>Proses penyembuhan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ada 2 proses penyembuhan utama yang harus dijalani penderita. Pertama adalah penyembuhan dengan obat-obatan di rumah sakit. Kontrol yang ketat harus dilakukan untuk menjaga agar kadar kolesterol jahat dapat diturunkan dan tidak bertambah naik. Selain itu, penderita juga dilarang makan makanan yang dapat memicu terjadinya serangan stroke seperti <strong>junk food</strong> dan garam (dapat memicu hipertensi).</p>
<p style="text-align: justify;">Proses penyembuhan kedua adalah <strong>fisiotherapy</strong>, yaitu latihan otot-otot untuk mengembalikan fungsi otot dan fungsi komunikasi agar mendekati kondisi semula. Fisiotherapi dilakukan bersama instruktur fisiotherapi, dan pasien harus taat pada latihan yang dilakukan. Jika fisiotherapi ini tidak dijalani dengan sungguh-sungguh, maka dapat terjadi kelumpuhan permanen pada anggota tubuh yang pernah mengalami kelumpuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesembuhan pada penderita stroke sangat bervariasi. Ada yang bisa sembuh sempurna (100 %), ada pula yang cuma 50 % saja. Kesembuhan ini tergantung dari parah atau tidaknya serangan stroke, kondisi tubuh penderita, ketaatan penderita dalam menjalani proses penyembuhan, ketekunan dan semangat penderita untuk sembuh, serta dukungan dan pengertian dari seluruh anggota keluarga penderita. Seringkali ditemui bahwa penderita stroke dapat pulih kembali, tetapi menderita depresi hebat karena keluarga mereka tidak mau mengerti dan merasa sangat terganggu dengan penyakit yang dideritanya (seperti sikap tidak menerima keadaan penderita, perlakuan kasar karena harus membersihkan kotoran penderita, menyerahkan penderita kepada suster yang juga memperlakukan penderita dengan kasar, dan sebagainya). Hal ini yang harus dihindarkan jika ada anggota keluarga yang menderita serangan stroke.</p>
<p><br style="height:4em" /></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F05%2Finfokes-bersama-dr-omay-stroke-part-1%2F&amp;linkname=INFOKES%20BERSAMA%20DR.%20OMAY-STROKE%20PART%201"><img src="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/05/infokes-bersama-dr-omay-stroke-part-1/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/66762/0/d387e261b42dede3bc80f506d90534a5.mp3" length="24555255" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Stroke (Bahasa Inggris: stroke, cerebrovascular accident, CVA) adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu. Orang yang mengalami stoke ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Stroke (Bahasa Inggris: stroke, cerebrovascular accident, CVA) adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu. Orang yang mengalami stoke jaringan otaknya kekurangan makanan yang dibawa oleh aliran darah (salah satunya adalah oksigen). Kurangnya aliran darah itu, kemudian merusakkan atau mematikan sel-sel syaraf otak. Biasanya yang paling berpengaruh dalam pembuluh darah otak adalah tekanan darahnya.
Kematian jaringan otak dapat menyebabkan hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan itu. Stroke adalah penyebab kematian yang ketiga di Amerika Serikat dan banyak negara industri di Eropa(Jauch, 2005). Bila dapat diselamatkan, kadang-kadang penderita mengalami kelumpuhan di anggota badannya, hilangnya sebagian ingatan atau kemampuan bicaranya.

Secara ringkas, penyakit stroke adalah berkurangnya suplai oksigen atau darah ke otak. Otak tidak bisa berfungsi dengan baik jika kekurangan oksigen, termasuk komunikasi otak dengan bagian-bagian tubuh lainnya. Jaringan otak pun lama kelamaan mengalami degenerasi (mati). Berkurangnya pasokan oksigen ke otak ini terjadi akibat penyempitan, penyumbatan di pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah.

Jenis stroke:
1. Stroke hemorragik (pembuluh darah pecah)
Dalam stroke Hemorragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya.
2.  Stroke iskemik (pembuluh darah tersumbat)
Dalam stroke iskemik, penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah Arteri yang menuju ke otak., yang disebabkan oleh pecahan-pecahan lemak yang ada di dinding pembuluh darah.


Gejala Stroke:
Pada umumnya, stroke terjadi secara mendadak. Orang yang tampaknya sehat bisa terkena serangan stroke secara tiba-tiba. Pada saat itu, sel otak mati akibat kekurang suplai oksigen. Sel yang mati akan bertambah banyak dan bertambah luas dalam waktu yang cepat.
Gejala-gejala stroke adalah sebagai berikut:
1. Kelemahan atau kelumpuhan separuh badan
2. Hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran
3. Penglihatan ganda
4. Pusing
5. Bicara tidak jelas (rero)
6. Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat
7. Tidak mampu mengenali bagian dari tubuh
8. Pergerakan yang tidak biasa
9. Hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih
10. Ketidakseimbangan dan terjatuh
11. Pingsan.

Faktor-faktor yang Tidak Bisa Dikendalikan
1. Usia
Dari berbagai studi yang dilakukan tentang penyakit stroke, umur merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya stroke. Pada umumnya, orang yang telah berumur tua lebih rentan terkena penyakit stroke dibandingkan dengan yang lebih muda. Ini adalah kondisi alamiah yang harus diterima. Pada saat umur bertambah, kondisi jaringan tubuh sudah mulai kurang fleksibel dan lebih kaku, termasuk dengan pembuluh darah.
2. Jenis kelamin
Pria lebih rentan terkena penyakit stroke dibandingkan dengan perempuan. Hal ini mungkin lebih berhubungan dengan faktor-faktor pemicu lainnya yang lebih banyak dilakukan oleh pria dibandingkan dengan perempuan, misalnya merokok, minum alkohol, dan sebagainya.
3. Ras warna kulit
Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang mempunyai ras warna kulit putih lebih banyak yang terkena stroke dibandingkan dengan ras dengan berwarna kulit berwarna gelap.
4. Keturunan
Orang yang berasal dari keluarga yang memiliki riwayat terkena stroke akan lebih rentan dibandingkan dengan orang lain yang tidak memiliki riwayat penyakit tersebut dalam keluarganya.

Faktor-faktor yang Bisa Dikendalikan
Ini adalah faktor-faktor resiko penyakit stroke yang bisa dikendalikan. Bisa dikendalikan di sini artinya faktor-faktor tersebut bisa kita kendalikan kejadiannya pada diri kita.

1. Hipertensi atau tekanan darah tinggi
Orang-orang yang terkena hipertensi memiliki resiko yang lebih besar untuk terkena serangan stroke. Bahkan tekanan darah tinggi ini merupakan penyebab penyakit stroke yang utama. Pada orang yang terke</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Keluarga,,Pendidikan,,Talk</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>INFOKES BERSAMA DR. OMAY-STROKE PART 2</title>
		<link>/2012/05/infokes-bersama-dr-omay-stroke-part-2/</link>
		<comments>/2012/05/infokes-bersama-dr-omay-stroke-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 May 2012 07:11:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[Talk]]></category>

		<category><![CDATA[sukapurafm-tasikmalaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/05/infokes-bersama-dr-omay-stroke-part-2/</guid>
		<description><![CDATA[



Stroke (Bahasa Inggris: stroke, cerebrovascular accident, CVA) adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu. Orang yang mengalami stoke jaringan otaknya kekurangan makanan yang dibawa oleh aliran darah (salah satunya adalah oksigen). Kurangnya aliran darah itu, kemudian merusakkan atau mematikan sel-sel syaraf otak. Biasanya yang paling berpengaruh dalam pembuluh darah otak adalah tekanan darahnya.
Kematian jaringan otak dapat menyebabkan hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan itu. Stroke adalah penyebab kematian yang ketiga di Amerika Serikat dan banyak negara industri di Eropa(Jauch, 2005). Bila dapat diselamatkan, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.sukapurafm.com/wp-content/uploads/2012/05/infokes.jpg"><img class="size-full wp-image-4926 alignleft" title="infokes" src="http://www.sukapurafm.com/wp-content/uploads/2012/05/infokes.jpg" alt="infokes" width="431" height="370" /></a><br />
<br style="height:4em" /><br />
<br style="height:4em" /><br />
<br style="height:4em" /></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.sukapurafm.com/wp-content/uploads/2012/05/stroke-adv1.jpg"><img class="size-full wp-image-4930 alignleft" title="stroke-adv1" src="http://www.sukapurafm.com/wp-content/uploads/2012/05/stroke-adv1.jpg" alt="stroke-adv1" width="269" height="202" /></a>Stroke (Bahasa Inggris: stroke, cerebrovascular accident, CVA) adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu. Orang yang mengalami stoke jaringan otaknya kekurangan makanan yang dibawa oleh aliran darah (salah satunya adalah oksigen). Kurangnya aliran darah itu, kemudian merusakkan atau mematikan sel-sel syaraf otak. Biasanya yang paling berpengaruh dalam pembuluh darah otak adalah tekanan darahnya.<br />
Kematian jaringan otak dapat menyebabkan hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan itu. Stroke adalah penyebab kematian yang ketiga di Amerika Serikat dan banyak negara industri di Eropa(Jauch, 2005). Bila dapat diselamatkan, kadang-kadang penderita mengalami kelumpuhan di anggota badannya, hilangnya sebagian ingatan atau kemampuan bicaranya.</p>
<p>Secara ringkas, penyakit stroke adalah berkurangnya suplai oksigen atau darah ke otak. Otak tidak bisa berfungsi dengan baik jika kekurangan oksigen, termasuk komunikasi otak dengan bagian-bagian tubuh lainnya. Jaringan otak pun lama kelamaan mengalami degenerasi (mati). Berkurangnya pasokan oksigen ke otak ini terjadi akibat penyempitan, penyumbatan di pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah.<br />
<br style="height:4em" /><br />
<a href="http://www.sukapurafm.com/wp-content/uploads/2012/05/penyempitan-pembuluh-darah1.jpg"><img class="size-full wp-image-4932 alignleft" title="penyempitan-pembuluh-darah1" src="http://www.sukapurafm.com/wp-content/uploads/2012/05/penyempitan-pembuluh-darah1.jpg" alt="penyempitan-pembuluh-darah1" width="269" height="195" /></a>Jenis stroke:<br />
1. Stroke hemorragik (pembuluh darah pecah)<br />
Dalam stroke Hemorragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya.<br />
2.  Stroke iskemik (pembuluh darah tersumbat)<br />
Dalam stroke iskemik, penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah Arteri yang menuju ke otak., yang disebabkan oleh pecahan-pecahan lemak yang ada di dinding pembuluh darah.<br />
<br style="height:4em" /><br />
<br style="height:4em" /><br />
<a href="http://www.sukapurafm.com/wp-content/uploads/2012/05/stroke.jpg"><img class="size-full wp-image-4933 alignleft" title="stroke" src="http://www.sukapurafm.com/wp-content/uploads/2012/05/stroke.jpg" alt="stroke" width="265" height="182" /></a>Gejala Stroke:<br />
Pada umumnya, stroke terjadi secara mendadak. Orang yang tampaknya sehat bisa terkena serangan stroke secara tiba-tiba. Pada saat itu, sel otak mati akibat kekurang suplai oksigen. Sel yang mati akan bertambah banyak dan bertambah luas dalam waktu yang cepat.</p>
<p style="text-align: justify;">Gejala-gejala stroke adalah sebagai berikut:<br />
1. Kelemahan atau kelumpuhan separuh badan<br />
2. Hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran<br />
3. Penglihatan ganda<br />
4. Pusing<br />
5. Bicara tidak jelas (rero)<br />
6. Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat<br />
7. Tidak mampu mengenali bagian dari tubuh<br />
8. Pergerakan yang tidak biasa<br />
9. Hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih<br />
10. Ketidakseimbangan dan terjatuh<br />
11. Pingsan.<br />
<br style="height:4em" /><br />
Faktor-faktor yang Tidak Bisa Dikendalikan<br />
1. Usia<br />
Dari berbagai studi yang dilakukan tentang penyakit stroke, umur merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya stroke. Pada umumnya, orang yang telah berumur tua lebih rentan terkena penyakit stroke dibandingkan dengan yang lebih muda. Ini adalah kondisi alamiah yang harus diterima. Pada saat umur bertambah, kondisi jaringan tubuh sudah mulai kurang fleksibel dan lebih kaku, termasuk dengan pembuluh darah.<br />
2. Jenis kelamin<br />
Pria lebih rentan terkena penyakit stroke dibandingkan dengan perempuan. Hal ini mungkin lebih berhubungan dengan faktor-faktor pemicu lainnya yang lebih banyak dilakukan oleh pria dibandingkan dengan perempuan, misalnya merokok, minum alkohol, dan sebagainya.<br />
3. Ras warna kulit<br />
Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang mempunyai ras warna kulit putih lebih banyak yang terkena stroke dibandingkan dengan ras dengan berwarna kulit berwarna gelap.<br />
4. Keturunan<br />
Orang yang berasal dari keluarga yang memiliki riwayat terkena stroke akan lebih rentan dibandingkan dengan orang lain yang tidak memiliki riwayat penyakit tersebut dalam keluarganya.<br />
<br style="height:4em" /><br />
Faktor-faktor yang Bisa Dikendalikan</p>
<p style="text-align: justify;">Ini adalah faktor-faktor resiko penyakit stroke yang bisa dikendalikan. Bisa dikendalikan di sini artinya faktor-faktor tersebut bisa kita kendalikan kejadiannya pada diri kita.</p>
<p style="text-align: justify;">1. Hipertensi atau tekanan darah tinggi<br />
Orang-orang yang terkena hipertensi memiliki resiko yang lebih besar untuk terkena serangan stroke. Bahkan tekanan darah tinggi ini merupakan penyebab penyakit stroke yang utama. Pada orang yang terkena darah tinggi, aliran darahnya menjadi tidak normal dan lambat akibat penyempitan yang terjadi pada pembuluh darah. Suplai oksigen dan glukosa ke otak pun (yang di bawa oleh aliran darah) juga akan mengalami penurunan.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Penyakit jantung<br />
Penyakit jantung juga merupakan faktor penting yang menyebabkan serangan stroke. Gangguan atau kelainan jantung menyebabkan pemompaan darah ke seluruh bagian tubuh lainnya, termasuk ke otak, menjadi tidak normal. Dari hal ini bisa dipahami hubungan yang erat antara penyakit jantung dan stroke.<br />
3. Kencing manis<br />
Penyakit kencing manis (diabetes mellitus) juga menjadi pemicu terjadinya serangan stroke pada seseorang. Orang yang terkena kencing manis akan mempunyai gangguan pada pembuluh darah yang juga mempengaruhi aliran darah.<br />
4. Kadar kolesterol darah yang tinggi<br />
Kandungan kolesterol dalam darah yang terlalu tinggi di atas ambang normal (hiperkolesterolemia) juga akan menjadi faktor pemicu terjadinya stroke.<br />
5. Merokok<br />
Kebiasaan merokok akan meningkatkan kadar fibrinogen di dalam darah. Fibrinogen yang tinggi dapat mempermudah terjadinya penebalan pembuluh darah yang akan menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku dan tidak lentur, serta bisa menimbulkan plak.<br />
6. Obesitas atau kelebih berat badan<br />
<br style="height:4em" /><br />
<br style="height:4em" /></p>
<p style="text-align: justify;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>IN</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!<br />
/* Style Definitions */<br />
table.MsoNormalTable<br />
{mso-style-name:"Table Normal";<br />
mso-tstyle-rowband-size:0;<br />
mso-tstyle-colband-size:0;<br />
mso-style-noshow:yes;<br />
mso-style-priority:99;<br />
mso-style-qformat:yes;<br />
mso-style-parent:"";<br />
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;<br />
mso-para-margin-top:0cm;<br />
mso-para-margin-right:0cm;<br />
mso-para-margin-bottom:10.0pt;<br />
mso-para-margin-left:0cm;<br />
line-height:115%;<br />
mso-pagination:widow-orphan;<br />
font-size:11.0pt;<br />
font-family:"Calibri","sans-serif";<br />
mso-ascii-font-family:Calibri;<br />
mso-ascii-theme-font:minor-latin;<br />
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";<br />
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;<br />
mso-hansi-font-family:Calibri;<br />
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}<br />
--> <!--[endif] --></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://www.sukapurafm.com/wp-content/uploads/2012/05/stroke-p.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-4934" title="stroke-p" src="http://www.sukapurafm.com/wp-content/uploads/2012/05/stroke-p.jpg" alt="stroke-p" /></a>Proses penyembuhan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ada 2 proses penyembuhan utama yang harus dijalani penderita. Pertama adalah penyembuhan dengan obat-obatan di rumah sakit. Kontrol yang ketat harus dilakukan untuk menjaga agar kadar kolesterol jahat dapat diturunkan dan tidak bertambah naik. Selain itu, penderita juga dilarang makan makanan yang dapat memicu terjadinya serangan stroke seperti <strong>junk food</strong> dan garam (dapat memicu hipertensi).</p>
<p style="text-align: justify;">Proses penyembuhan kedua adalah <strong>fisiotherapy</strong>, yaitu latihan otot-otot untuk mengembalikan fungsi otot dan fungsi komunikasi agar mendekati kondisi semula. Fisiotherapi dilakukan bersama instruktur fisiotherapi, dan pasien harus taat pada latihan yang dilakukan. Jika fisiotherapi ini tidak dijalani dengan sungguh-sungguh, maka dapat terjadi kelumpuhan permanen pada anggota tubuh yang pernah mengalami kelumpuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesembuhan pada penderita stroke sangat bervariasi. Ada yang bisa sembuh sempurna (100 %), ada pula yang cuma 50 % saja. Kesembuhan ini tergantung dari parah atau tidaknya serangan stroke, kondisi tubuh penderita, ketaatan penderita dalam menjalani proses penyembuhan, ketekunan dan semangat penderita untuk sembuh, serta dukungan dan pengertian dari seluruh anggota keluarga penderita. Seringkali ditemui bahwa penderita stroke dapat pulih kembali, tetapi menderita depresi hebat karena keluarga mereka tidak mau mengerti dan merasa sangat terganggu dengan penyakit yang dideritanya (seperti sikap tidak menerima keadaan penderita, perlakuan kasar karena harus membersihkan kotoran penderita, menyerahkan penderita kepada suster yang juga memperlakukan penderita dengan kasar, dan sebagainya). Hal ini yang harus dihindarkan jika ada anggota keluarga yang menderita serangan stroke.</p>
<p><br style="height:4em" /></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F05%2Finfokes-bersama-dr-omay-stroke-part-2%2F&amp;linkname=INFOKES%20BERSAMA%20DR.%20OMAY-STROKE%20PART%202"><img src="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/05/infokes-bersama-dr-omay-stroke-part-2/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/66759/0/efda21fb1d03e6ff18e56095e8980c4c.mp3" length="24112090" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>25:07</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Stroke (Bahasa Inggris: stroke, cerebrovascular accident, CVA) adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu. Orang yang mengalami stoke ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Stroke (Bahasa Inggris: stroke, cerebrovascular accident, CVA) adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu. Orang yang mengalami stoke jaringan otaknya kekurangan makanan yang dibawa oleh aliran darah (salah satunya adalah oksigen). Kurangnya aliran darah itu, kemudian merusakkan atau mematikan sel-sel syaraf otak. Biasanya yang paling berpengaruh dalam pembuluh darah otak adalah tekanan darahnya.
Kematian jaringan otak dapat menyebabkan hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan itu. Stroke adalah penyebab kematian yang ketiga di Amerika Serikat dan banyak negara industri di Eropa(Jauch, 2005). Bila dapat diselamatkan, kadang-kadang penderita mengalami kelumpuhan di anggota badannya, hilangnya sebagian ingatan atau kemampuan bicaranya.

Secara ringkas, penyakit stroke adalah berkurangnya suplai oksigen atau darah ke otak. Otak tidak bisa berfungsi dengan baik jika kekurangan oksigen, termasuk komunikasi otak dengan bagian-bagian tubuh lainnya. Jaringan otak pun lama kelamaan mengalami degenerasi (mati). Berkurangnya pasokan oksigen ke otak ini terjadi akibat penyempitan, penyumbatan di pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah.

Jenis stroke:
1. Stroke hemorragik (pembuluh darah pecah)
Dalam stroke Hemorragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya.
2.  Stroke iskemik (pembuluh darah tersumbat)
Dalam stroke iskemik, penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah Arteri yang menuju ke otak., yang disebabkan oleh pecahan-pecahan lemak yang ada di dinding pembuluh darah.


Gejala Stroke:
Pada umumnya, stroke terjadi secara mendadak. Orang yang tampaknya sehat bisa terkena serangan stroke secara tiba-tiba. Pada saat itu, sel otak mati akibat kekurang suplai oksigen. Sel yang mati akan bertambah banyak dan bertambah luas dalam waktu yang cepat.
Gejala-gejala stroke adalah sebagai berikut:
1. Kelemahan atau kelumpuhan separuh badan
2. Hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran
3. Penglihatan ganda
4. Pusing
5. Bicara tidak jelas (rero)
6. Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat
7. Tidak mampu mengenali bagian dari tubuh
8. Pergerakan yang tidak biasa
9. Hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih
10. Ketidakseimbangan dan terjatuh
11. Pingsan.

Faktor-faktor yang Tidak Bisa Dikendalikan
1. Usia
Dari berbagai studi yang dilakukan tentang penyakit stroke, umur merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya stroke. Pada umumnya, orang yang telah berumur tua lebih rentan terkena penyakit stroke dibandingkan dengan yang lebih muda. Ini adalah kondisi alamiah yang harus diterima. Pada saat umur bertambah, kondisi jaringan tubuh sudah mulai kurang fleksibel dan lebih kaku, termasuk dengan pembuluh darah.
2. Jenis kelamin
Pria lebih rentan terkena penyakit stroke dibandingkan dengan perempuan. Hal ini mungkin lebih berhubungan dengan faktor-faktor pemicu lainnya yang lebih banyak dilakukan oleh pria dibandingkan dengan perempuan, misalnya merokok, minum alkohol, dan sebagainya.
3. Ras warna kulit
Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang mempunyai ras warna kulit putih lebih banyak yang terkena stroke dibandingkan dengan ras dengan berwarna kulit berwarna gelap.
4. Keturunan
Orang yang berasal dari keluarga yang memiliki riwayat terkena stroke akan lebih rentan dibandingkan dengan orang lain yang tidak memiliki riwayat penyakit tersebut dalam keluarganya.

Faktor-faktor yang Bisa Dikendalikan
Ini adalah faktor-faktor resiko penyakit stroke yang bisa dikendalikan. Bisa dikendalikan di sini artinya faktor-faktor tersebut bisa kita kendalikan kejadiannya pada diri kita.

1. Hipertensi atau tekanan darah tinggi
Orang-orang yang terkena hipertensi memiliki resiko yang lebih besar untuk terkena serangan stroke. Bahkan tekanan darah tinggi ini merupakan penyebab penyakit stroke yang utama. Pada orang yang terke</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Keluarga,,Pendidikan,,Talk</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Healthy Lite : Flatulensi</title>
		<link>/2012/05/healty-lite-flatulensi/</link>
		<comments>/2012/05/healty-lite-flatulensi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 May 2012 02:33:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[Talk]]></category>

		<category><![CDATA[Variety]]></category>

		<category><![CDATA[klite-bandung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/05/healty-lite-flatulensi/</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan
Flatulensi adalah suatu kondisi meningkatnya gas dalam lambung dan usus.  Kondisi ini dapat menimbulkan perasaan kembung, meningkatnya kejadian sendawa dan juga buang gas.  Gas buangan manusia tersebut terdiri dari nitrogen, hydrogen, carbon dioksida, methane, dan oksigen.  Sementara bau tidak sedapnya berasal dari gas indole, skatole, dan sulfur.  Banyaknya gas ditentukan oleh banyaknya bakteri pembusuk yang terdapat dalam pencernaan atau berasal dari sisa makan yang belum tercerna sempurna tetapi sudah masuk ke dalam usus besar.
Fakta Tentang Flatulensi
·       Setiap orang memproduksi 550 cc - 1,6 liter gas per hari dan buang angin ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.1071klitefm.com/wp-content/uploads/2012/01/dr-indra-k.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-10929" title="dr Indra K. Muhtadi" src="http://www.1071klitefm.com/wp-content/uploads/2012/01/dr-indra-k.jpg" alt="dr Indra K. Muhtadi" /></a>Pendahuluan</strong><br />
<span>Flatulensi adalah suatu kondisi meningkatnya gas dalam lambung dan usus.  Kondisi ini dapat menimbulkan perasaan kembung, meningkatnya kejadian sendawa dan juga buang gas.  Gas buangan manusia tersebut terdiri dari nitrogen, hydrogen, carbon dioksida, methane, dan oksigen.  Sementara bau tidak sedapnya berasal dari gas indole, skatole, dan sulfur.  Banyaknya gas ditentukan oleh banyaknya bakteri pembusuk yang terdapat dalam pencernaan atau berasal dari sisa makan yang belum tercerna sempurna tetapi sudah masuk ke dalam usus besar.</span></p>
<p><strong>Fakta Tentang Flatulensi</strong><br />
<span>·       Setiap orang memproduksi 550 cc - 1,6 liter gas per hari dan buang angin rata-rata 14 kali per hari. </span><br />
<span>·       Sampai dengan 20-25 kali per hari masih dianggap normal.</span><br />
<span>·       Alasan orang ke dokter karena kondisi flatulensi adalah karena masalah sosial, karena flatulensi tidak akan sampai membahayakan jiwa.</span><br />
<span>·       Gas buangan manusia tersebut dapat terbakar karena mengandung hydrogen dan methane.</span><br />
<span>·       Banyak anekdot tentang flatulensi yang sebenarnya bukan untuk ditertawakan, tapi dapat berupa suatu masalah medis.</span></p>
<p><strong>Penyebab Flatulensi</strong><br />
<span>1.     Pertama dari udara yang tertelan yang disebut sebagai </span><em>aerophagia</em><span>.  Ini terjadi karena udara terjebak saat aktifitas menelan saat makan atau minum yang terburu-buru, mengunyah permen karet, merokok, minum minuman bersoda dan beralkohol, atau saat kejadian nafas yang memburu.</span></p>
<p><span>Aerophagia ini akan dikeluarkan kembali dengan cara sendawa, namun sisanya akan ikut saluran pencernaan sampai dengan menjadi gas buang.  Komposisi aerophagia terdiri dari nitrogen, oksigen dan karbon dioksida.</span></p>
<p><span>2.     Kedua adalah dari meningkatnya produksi gas dalam pencernaan karena hasil kerja bakteri di usus besar yang memproses makanan tidak tercerna sempurna pada usus halus.  Ada sebanyak 30-150 gram makanan yang belum tercerna sempurna pada usus halus sudah masuk ke usus besar setiap harinya yang sebagian besar adalah karbohidrat. Sehingga makin tinggi konsumsi karbohidrat kita, akan semakin besar kemungkinan tingginya produksi gas dalam usus besar.  Ini dapat terjadi karena adanya kekurangan enzim-enzim pencernaan.  Komposisi gas karena penyebab kedua ini terdiri dari carbon monoksida, hydrogen, methane, dan sulfur.</span></p>
<p><span>Makanan yang dapat membuat tingginya produksi gas buang pada seseorang belum tentu menghasilkan jumlah gas yang sama untuk orang lain.  Ini disebabkan karena ada dua jenis bakteri di mana bakteri kedua dapat mengeliminasi hydrogen yang dihasilkan oleh bakteri pertama.  Perbedaan jumlah bakteri ini dalam pencernaan menyebabkan produksi gas buang tidak sama di setiap orang.</span></p>
<p><strong>Makanan Penyebab Tingginya Gas Buang</strong><br />
<span>1.     Kacang-kacangan.  Mengandung gula kompleks yang disebut </span><em>raffinose</em><span> yang membutuhkan proses pembusukan penyebab terjadinya gas.  Raffinose ini juga terdapat dalam kol, brokoli, dan asparagus.</span></p>
<p><span>2.     Karbohidrat. Kentang, jagung, dan terigu dapat menyebabkan produksi gas yang tinggi dalam usus besar.  Namun nasi memproduksi gas yang lebih sedikit.</span></p>
<p><span>3.     Bawang bombai.  Fruktosa yang dikandungnya juga terdapat dalam terigu dan buah pir, penyebab gas diproduksi proses dari pembusukannya.</span></p>
<p><span>4.     Sorbitol. Yang terdapat dalam bir, wine, apel, pir, peach, dan prune.  Juga terdapat dalam pemanis tiruan dalam permen karet, juga menyebabkan gas dalam pencernaan.</span></p>
<p><span>5.     Serat.  Serat dalam sayuran dan buah-buahan hanya akan dapat tercerna saat sudah mencapai usus besar, yang menyebabkan tingginya produksi gas.</span></p>
<p><strong>Masalah Medis Penyebab Flatulensi</strong><br />
<span>1.     Ulkus peptikum dan GERD.  Akan menyebabkan seringnya seseorang mengeluarkan gas dari saluran pencernaan atas berupa sendawa.</span></p>
<p><span>2.     Defisiensi Laktosa.  Bila orang dengan defisiensi laktosa minum susu dan makan dairy product lainnya, akan menyebabkan tingginya produksi gas buang.</span></p>
<p><span>3.     Sindroma malabsrobsi.  Terjadi karena kurangnya enzim yang diproduksi pankreas, masalah dengan empedu, atau gangguan peristaltik. Karena makanan lama dicerna, memberi kesempatan bakteri akan lebih lama kontak dengan makanan sehingga memproduksi gas buang lebih banyak.</span></p>
<p><span>4.     Penyakit dan penyebab lain yang bukan di pencernaan namun berefek penyebab tingginya gas buang: IBS, diverticulosis, diverticulitis, penurunan fungsi tiroid, dan penggunaan narkotika.</span></p>
<p><strong>Kapan Mencari Pertolongan Medis</strong><br />
<span>Bila meningkatnya aktifitas sendawa dan buang gas dibarengi dengan:</span><br />
<span>1.     Keram perut dan rasa nyeri lainnya di perut</span><br />
<span>2.     Diare</span><br />
<span>3.     Konstipasi</span><br />
<span>4.     Ditemukan darah dalam feses</span><br />
<span>5.     Demam</span><br />
<span>6.     Mual dan muntah.</span></p>
<p><strong>Penegakan Diagnosis</strong><br />
<span>Bila dokter tidak dapat menegakkan diagnosis pasti penyebab flatulensi hanya dari anamnesis dan pemeriksaan fisik, maka dokter dapat saja meminta: </span><br />
<span>1.     Pemeriksaan penunjang untuk menyingkirkan diagnosis diabetes, kanker, sirosis, gangguan tiroid, dan infeksi.</span><br />
<span>2.     Rontgen, untuk melihat adanya obstruksi atau perforasi di usus.</span><br />
<span>3.     Colonoscopy, untuk melihat masalah yang mungkin terdapat dalam usus besar.</span></p>
<p><strong>Penanganan Flatulensi</strong><br />
<span>Dilakukan Sendiri</span><br />
<span>1.     Mencari makanan penyebab dengan cara merubah jenis makanan yang dikonsumsi sambil mengamati jumlah flatulensi yang terjadi.   Bila sudah ketahuan, maka berusaha untuk menghindari makan tersebut.</span><br />
<span>2.     Mengkonsumsi pro dan prebiotic untuk mengontrol jumlah bakteri pembusuk dalam usus.</span><br />
<span>3.     Mengkonsumsi suplemen enzim pencernaan untuk mengatasi kekurangan enzim.</span></p>
<p><span>Dilakukan Dokter</span><br />
<span>1.     Bila penyebabnya infeksi atau terlalu tingginya jumlah bakteri dalam usus, maka dokter akan memberikan antibiotik.</span><br />
<span>2.     Bila penyebabnya karena konstipasi, maka dokter akan memberikan anti konstipasi untuk memperlancar proses peristaltik.</span><br />
<span>3.     Memberikan enzim khusus yang terkait dengan jenis makanan yang dikonsumsi.  Contohnya Baeno enzyme bila makan kacang terlalu banyak.</span><br />
<span>4.     Memberikan antacid untuk mengurangi produksi gas dalam lambung.</span><br />
<span>5.     Memberikan metoclopramide yang juga dapat berefek mengurangi produksi gas dalam lambung.</span><br />
<span>6.     Bila keluhannya ada di bau yang sangat menyengat, dapat dieliminasi dengan mengkonsumsi karbon aktif.  Diberikan sebelum dan sesudah makan.</span></p>
<p><strong>Pencegahan Flatulensi</strong><br />
<span>1.     Tidak makan dan minum terlalu cepat atau tergesa-gesa.</span><br />
<span>2.     Memperbaiki pola makan dan jenis makanan yang dimakan. </span><br />
<span>3.     Menghindari makan kekenyangan.</span><br />
<span>4.     Mengatasi penyakit yang dapat menjadi penyebab flatulensi.</span><br />
<span>5.     Menjaga kesehatan pencernaan dangan suplemen pre dan pro biotik dan suplemen enzim pencernaan.</span></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F05%2Fhealty-lite-flatulensi%2F&amp;linkname=Healthy%20Lite%20%3A%20Flatulensi"><img src="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/05/healty-lite-flatulensi/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/65993/0/b3e02084e2b32367809c4346d2ab4f2d.mp3" length="20229615" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>56:12</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Pendahuluan
Flatulensi adalah suatu kondisi meningkatnya gas dalam lambung dan usus.nbsp; Kondisi ini dapat menimbulkan perasaan kembung, meningkatnya kejadian sendawa dan juga buang gas.nbsp; Gas buangan ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Pendahuluan
Flatulensi adalah suatu kondisi meningkatnya gas dalam lambung dan usus.nbsp; Kondisi ini dapat menimbulkan perasaan kembung, meningkatnya kejadian sendawa dan juga buang gas.nbsp; Gas buangan manusia tersebut terdiri dari nitrogen, hydrogen, carbon dioksida, methane, dan oksigen.nbsp; Sementara bau tidak sedapnya berasal dari gas indole, skatole, dan sulfur.nbsp; Banyaknya gas ditentukan oleh banyaknya bakteri pembusuk yang terdapat dalam pencernaan atau berasal dari sisa makan yang belum tercerna sempurna tetapi sudah masuk ke dalam usus besar.

Fakta Tentang Flatulensi
middot;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Setiap orang memproduksi 550 cc - 1,6 liter gas per hari dan buang angin rata-rata 14 kali per hari. 
middot;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Sampai dengan 20-25 kali per hari masih dianggap normal.
middot;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Alasan orang ke dokter karena kondisi flatulensi adalah karena masalah sosial, karena flatulensi tidak akan sampai membahayakan jiwa.
middot;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Gas buangan manusia tersebut dapat terbakar karena mengandung hydrogen dan methane.
middot;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Banyak anekdot tentang flatulensi yang sebenarnya bukan untuk ditertawakan, tapi dapat berupa suatu masalah medis.

Penyebab Flatulensi
1.nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Pertama dari udara yang tertelan yang disebut sebagai aerophagia.nbsp; Ini terjadi karena udara terjebak saat aktifitas menelan saat makan atau minum yang terburu-buru, mengunyah permen karet, merokok, minum minuman bersoda dan beralkohol, atau saat kejadian nafas yang memburu.

Aerophagia ini akan dikeluarkan kembali dengan cara sendawa, namun sisanya akan ikut saluran pencernaan sampai dengan menjadi gas buang.nbsp; Komposisi aerophagia terdiri dari nitrogen, oksigen dan karbon dioksida.

2.nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Kedua adalah dari meningkatnya produksi gas dalam pencernaan karena hasil kerja bakteri di usus besar yang memproses makanan tidak tercerna sempurna pada usus halus.nbsp; Ada sebanyak 30-150 gram makanan yang belum tercerna sempurna pada usus halus sudah masuk ke usus besar setiap harinya yang sebagian besar adalah karbohidrat. Sehingga makin tinggi konsumsi karbohidrat kita, akan semakin besar kemungkinan tingginya produksi gas dalam usus besar.nbsp; Ini dapat terjadi karena adanya kekurangan enzim-enzim pencernaan.nbsp; Komposisi gas karena penyebab kedua ini terdiri dari carbon monoksida, hydrogen, methane, dan sulfur.

Makanan yang dapat membuat tingginya produksi gas buang pada seseorang belum tentu menghasilkan jumlah gas yang sama untuk orang lain.nbsp; Ini disebabkan karena ada dua jenis bakteri di mana bakteri kedua dapat mengeliminasi hydrogen yang dihasilkan oleh bakteri pertama.nbsp; Perbedaan jumlah bakteri ini dalam pencernaan menyebabkan produksi gas buang tidak sama di setiap orang.

Makanan Penyebab Tingginya Gas Buang
1.nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Kacang-kacangan.nbsp; Mengandung gula kompleks yang disebut raffinose yang membutuhkan proses pembusukan penyebab terjadinya gas.nbsp; Raffinose ini juga terdapat dalam kol, brokoli, dan asparagus.

2.nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Karbohidrat. Kentang, jagung, dan terigu dapat menyebabkan produksi gas yang tinggi dalam usus besar.nbsp; Namun nasi memproduksi gas yang lebih sedikit.

3.nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Bawang bombai.nbsp; Fruktosa yang dikandungnya juga terdapat dalam terigu dan buah pir, penyebab gas diproduksi proses dari pembusukannya.

4.nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Sorbitol. Yang terdapat dalam bir, wine, apel, pir, peach, dan prune.nbsp; Juga terdapat dalam pemanis tiruan dalam permen karet, juga menyebabkan gas dalam pencernaan.

5.nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Serat.nbsp; Serat dalam sayuran dan buah-buahan hanya akan dapat tercerna saat sudah mencapai usus besar, yang menyebabkan tingginya produksi gas.

Masalah Medis Penyebab Flatulensi
1.nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Ulkus peptikum dan GERD.nbsp; Akan menyebabkan seringnya seseorang mengeluarkan gas dari salur...</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Keluarga,,Pendidikan,,Talk,,Variety</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>RE English Program - Congratulations</title>
		<link>/2012/05/re-english-program-congratulations/</link>
		<comments>/2012/05/re-english-program-congratulations/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 May 2012 11:07:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[Talk]]></category>

		<category><![CDATA[Variety]]></category>

		<category><![CDATA[topfm951]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/05/re-english-program-congratulations/</guid>
		<description><![CDATA[Radio Edukasi
Dengar Radio Edukasi Setiap Sabtu-Minggu
Pukul 14.00 - 15.00
Produksi BPMR
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Radio Edukasi<br />
Dengar Radio Edukasi Setiap Sabtu-Minggu<br />
Pukul 14.00 - 15.00<br />
Produksi BPMR<a href="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/05/radio-edukasi.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-3009" title="radio-edukasi" src="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/05/radio-edukasi.jpg" alt="radio-edukasi" /></a></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F05%2Fre-english-program-congratulations%2F&amp;linkname=RE%20English%20Program%20-%20Congratulations"><img src="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/05/re-english-program-congratulations/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/64810/0/b444bcdb93042a91268a562d4f500c87.mp3" length="14647440" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>24:25</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Radio Edukasi
Dengar Radio Edukasi Setiap Sabtu-Minggu
Pukul 14.00 - 15.00
Produksi BPMR </itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Radio Edukasi
Dengar Radio Edukasi Setiap Sabtu-Minggu
Pukul 14.00 - 15.00
Produksi BPMR</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Keluarga,,Pendidikan,,Talk,,Variety</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>RE Ensiklopedia Populer - Jangkrik</title>
		<link>/2012/04/re-ensiklopedia-populer-jangkrik/</link>
		<comments>/2012/04/re-ensiklopedia-populer-jangkrik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2012 11:32:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[Talk]]></category>

		<category><![CDATA[Variety]]></category>

		<category><![CDATA[topfm951]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/04/re-ensiklopedia-populer-jangkrik/</guid>
		<description><![CDATA[Cengkerik atau jangkrik (Gryllidae) adalah serangga yang berkerabat dekat dengan belalang, memiliki tubuh rata dan antena panjang. Jangkrik adalah omnivora, dikenal dengan suaranya yang hanya dihasilkan oleh cengkerik jantan. Suara ini digunakan untuk menarik betina dan menolak jantan lainnya. Suara cengkerik ini semakin keras dengan naiknya suhu sekitar. Di dunia dikenal sekitar 900 spesies cengkerik, termasuk di dalamnya adalah gangsir.
Cengkerik telah dipelihara manusia sejak lama, dan di Asia dianggap sebagai pembawa keberuntungan. Laga cengkerik adalah sejenis permainan yang populer dan kerap kali melibatkan taruhan. Di Caraguatatuba, Brazil, cengkerik hitam di ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cengkerik atau jangkrik (Gryllidae) adalah serangga yang <a href="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/04/jangkrik.gif"><img class="alignright size-full wp-image-2923" title="jangkrik" src="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/04/jangkrik.gif" alt="jangkrik" /></a>berkerabat dekat dengan belalang, memiliki tubuh rata dan antena panjang. Jangkrik adalah omnivora, dikenal dengan suaranya yang hanya dihasilkan oleh cengkerik jantan. Suara ini digunakan untuk menarik betina dan menolak jantan lainnya. Suara cengkerik ini semakin keras dengan naiknya suhu sekitar. Di dunia dikenal sekitar 900 spesies cengkerik, termasuk di dalamnya adalah gangsir.</p>
<p>Cengkerik telah dipelihara manusia sejak lama, dan di Asia dianggap sebagai pembawa keberuntungan. Laga cengkerik adalah sejenis permainan yang populer dan kerap kali melibatkan taruhan. Di Caraguatatuba, Brazil, cengkerik hitam di dalam ruangan dipercaya sebagai tanda datangnya penyakit, cengkerik hijau harapan, dan cengkerik kelabu uang. Dalam komedi, suara cengkerik biasanya digunakan untuk menandakan lawakan yang tidak lucu dan tidak membuat orang tertawa.@wikipedia</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F04%2Fre-ensiklopedia-populer-jangkrik%2F&amp;linkname=RE%20Ensiklopedia%20Populer%20-%20Jangkrik"><img src="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/04/re-ensiklopedia-populer-jangkrik/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/62729/0/bf5f910d157ab173051e2456b22fed24.mp3" length="3547220" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>4:56</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Cengkerik atau jangkrik (Gryllidae) adalah serangga yang berkerabat dekat dengan belalang, memiliki tubuh rata dan antena panjang. Jangkrik adalah omnivora, dikenal dengan suaranya yang hanya ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Cengkerik atau jangkrik (Gryllidae) adalah serangga yang berkerabat dekat dengan belalang, memiliki tubuh rata dan antena panjang. Jangkrik adalah omnivora, dikenal dengan suaranya yang hanya dihasilkan oleh cengkerik jantan. Suara ini digunakan untuk menarik betina dan menolak jantan lainnya. Suara cengkerik ini semakin keras dengan naiknya suhu sekitar. Di dunia dikenal sekitar 900 spesies cengkerik, termasuk di dalamnya adalah gangsir.

Cengkerik telah dipelihara manusia sejak lama, dan di Asia dianggap sebagai pembawa keberuntungan. Laga cengkerik adalah sejenis permainan yang populer dan kerap kali melibatkan taruhan. Di Caraguatatuba, Brazil, cengkerik hitam di dalam ruangan dipercaya sebagai tanda datangnya penyakit, cengkerik hijau harapan, dan cengkerik kelabu uang. Dalam komedi, suara cengkerik biasanya digunakan untuk menandakan lawakan yang tidak lucu dan tidak membuat orang tertawa.@wikipedia</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Keluarga,,Pendidikan,,Talk,,Variety</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>RE Ensiklopedia Populer - Burung Cendrawasih</title>
		<link>/2012/04/re-ensiklopedia-populer-burung-cendrawasih/</link>
		<comments>/2012/04/re-ensiklopedia-populer-burung-cendrawasih/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Apr 2012 06:46:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[Talk]]></category>

		<category><![CDATA[Variety]]></category>

		<category><![CDATA[topfm951]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/04/re-ensiklopedia-populer-burung-cendrawasih/</guid>
		<description><![CDATA[wikipedia]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/04/burung-cendrawasih.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-2571" title="burung-cendrawasih" src="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/04/burung-cendrawasih.jpg" alt="burung-cendrawasih" width="240" height="182" /></a>Burung-burung cendrawasih merupakan anggota famili Paradisaeidae dari ordo Passeriformes. Mereka ditemukan di Indonesia timur, pulau-pulau selat Torres, Papua Nugini, dan Australia timur. Burung anggota keluarga ini dikenal karena bulu burung jantan pada banyak jenisnya, terutama bulu yang sangat memanjang dan rumit yang tumbuh dari paruh, sayap atau kepalanya. Ukuran burung cendrawasih mulai dari Cendrawasih Raja pada 50 gram dan 15 cm hingga Cendrawasih Paruh-sabit Hitam pada 110 cm dan Cendrawasih Manukod Jambul-bergulung pada 430 gram.</p>
<p style="text-align: justify;">Burung cendrawasih yang paling terkenal adalah anggota genus Paradisaea, termasuk spesies tipenya, cendrawasih kuning besar, Paradisaea apoda. Jenis ini dideskripsikan dari spesimen yang dibawa ke Eropa dari ekpedisi dagang. Spesimen ini disiapkan oleh pedagang pribumi dengan membuang sayap dan kakinya agar dapat dijadikan hiasan. Hal ini tidak diketahui oleh para penjelajah dan menimbulkan kepercayaan bahwa burung ini tidak pernah mendarat namun tetap berada di udara karena bulu-bulunya. Inilah asal mula nama bird of paradise (&#8217;burung surga&#8217; oleh orang Inggris) dan nama jenis apoda - yang berarti &#8216;tak berkaki&#8217;.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak jenis mempunyai ritual kawin yang rumit, dengan sistem kawin jenis-jenis Paradisaea adalah burung-burung jantan berkumpul untuk bersaing memperlihatkan keelokannya pada burung betina agar dapat kawin. Sementara jenis lain seperti jenis-jenis Cicinnurus dan Parotia memiliki tari perkawinan yang beraturan. Burung jantan pada jenis yang dimorfik seksual bersifat poligami. Banyak burung hibrida yang dideskripsikan sebagai jenis baru, dan beberapa spesies diragukan kevalidannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jumlah telurnya agak kurang pasti. Pada jenis besar, mungkin hampir selalu satu telur. Jenis kecil dapat menghasilkan sebanyak 2-3 telur (Mackay 1990).</p>
<p><a href="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/04/burung-cenderawasih.mp3"><br />
</a></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F04%2Fre-ensiklopedia-populer-burung-cendrawasih%2F&amp;linkname=RE%20Ensiklopedia%20Populer%20-%20Burung%20Cendrawasih"><img src="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/04/re-ensiklopedia-populer-burung-cendrawasih/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/59655/0/5f0bc476eaf0ab2d91e55dd3f8d4ec34.mp3" length="3666338" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>5:06</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Burung-burung cendrawasih merupakan anggota famili Paradisaeidae dari ordo Passeriformes. Mereka ditemukan di Indonesia timur, pulau-pulau selat Torres, Papua Nugini, dan Australia timur. Burung anggota keluarga ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Burung-burung cendrawasih merupakan anggota famili Paradisaeidae dari ordo Passeriformes. Mereka ditemukan di Indonesia timur, pulau-pulau selat Torres, Papua Nugini, dan Australia timur. Burung anggota keluarga ini dikenal karena bulu burung jantan pada banyak jenisnya, terutama bulu yang sangat memanjang dan rumit yang tumbuh dari paruh, sayap atau kepalanya. Ukuran burung cendrawasih mulai dari Cendrawasih Raja pada 50 gram dan 15 cm hingga Cendrawasih Paruh-sabit Hitam pada 110 cm dan Cendrawasih Manukod Jambul-bergulung pada 430 gram.
Burung cendrawasih yang paling terkenal adalah anggota genus Paradisaea, termasuk spesies tipenya, cendrawasih kuning besar, Paradisaea apoda. Jenis ini dideskripsikan dari spesimen yang dibawa ke Eropa dari ekpedisi dagang. Spesimen ini disiapkan oleh pedagang pribumi dengan membuang sayap dan kakinya agar dapat dijadikan hiasan. Hal ini tidak diketahui oleh para penjelajah dan menimbulkan kepercayaan bahwa burung ini tidak pernah mendarat namun tetap berada di udara karena bulu-bulunya. Inilah asal mula nama bird of paradise ('burung surga' oleh orang Inggris) dan nama jenis apoda - yang berarti 'tak berkaki'.
Banyak jenis mempunyai ritual kawin yang rumit, dengan sistem kawin jenis-jenis Paradisaea adalah burung-burung jantan berkumpul untuk bersaing memperlihatkan keelokannya pada burung betina agar dapat kawin. Sementara jenis lain seperti jenis-jenis Cicinnurus dan Parotia memiliki tari perkawinan yang beraturan. Burung jantan pada jenis yang dimorfik seksual bersifat poligami. Banyak burung hibrida yang dideskripsikan sebagai jenis baru, dan beberapa spesies diragukan kevalidannya.
Jumlah telurnya agak kurang pasti. Pada jenis besar, mungkin hampir selalu satu telur. Jenis kecil dapat menghasilkan sebanyak 2-3 telur (Mackay 1990).


</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Keluarga,,Pendidikan,,Talk,,Variety</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>RE English Program - A Clever Daughter</title>
		<link>/2012/04/re-english-program-a-clever-daughter/</link>
		<comments>/2012/04/re-english-program-a-clever-daughter/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Apr 2012 07:54:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[Talk]]></category>

		<category><![CDATA[Variety]]></category>

		<category><![CDATA[topfm951]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/04/re-english-program-a-clever-daughter/</guid>
		<description><![CDATA[


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/04/radio-edukasi1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2483" title="radio-edukasi1" src="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/04/radio-edukasi1.jpg" alt="radio-edukasi1" /></a><br />
<a href="http://www.topfm951.com/wp-content/uploads/2012/04/re-english-program-a-clever-daughter.mp3"><br />
</a></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F04%2Fre-english-program-a-clever-daughter%2F&amp;linkname=RE%20English%20Program%20-%20A%20Clever%20Daughter"><img src="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/04/re-english-program-a-clever-daughter/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/58584/0/c29d9ea1233d14f84180356c09509029.mp3" length="13415863" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>18:38</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>RE English Program - A Clever Daughter</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>e-Broadcasting Institute</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Keluarga,,Pendidikan,,Talk,,Variety</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Sepeda Fixie</title>
		<link>/2012/04/sepeda-fixie/</link>
		<comments>/2012/04/sepeda-fixie/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2012 09:40:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[Talk]]></category>

		<category><![CDATA[Variety]]></category>

		<category><![CDATA[rasikasemarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/04/sepeda-fixie/</guid>
		<description><![CDATA[
Sepeda Fixie, memang bentuknya yang fix dan unik, sepeda ini identik dengan sepeda tanpa menggunakan rem, dan tanpa memiliki gear dinamis belakang seperti pada umumnya sepeda yang lain. Semua dibuat fix, baik rodanya berputar maka pedal ikut berputar. Maklum sepeda ini umumnya mengunakan gigi belakang tipe fix gear atau gear tetap. Mengerem sepeda Fixie hanya mengandalkan kekuatan pedal dengan menahan laju atau mendorong pedal ke belakang serta dibantu dari roda depan, sehingga sepeda ini bisa maju mundur sesuka hati. Digenjot bisa maju atau digenjot kebelakang maka sepeda akan mundur. Unik ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.rasikasemarang.com/wp-content/uploads/2012/04/modern-fixie1.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter size-full wp-image-2292" title="modern-fixie1" src="http://www.rasikasemarang.com/wp-content/uploads/2012/04/modern-fixie1.jpg" alt="modern-fixie1" width="500" height="378" /></a></p>
<p><span>Sepeda Fixie, memang bentuknya yang fix dan unik, sepeda ini identik dengan sepeda tanpa menggunakan rem, dan tanpa memiliki gear dinamis belakang seperti pada umumnya sepeda yang lain. Semua dibuat fix, baik rodanya berputar maka pedal ikut berputar. Maklum sepeda ini umumnya mengunakan gigi belakang tipe fix gear atau gear tetap. Mengerem sepeda Fixie hanya mengandalkan kekuatan pedal dengan menahan laju atau mendorong pedal ke belakang serta dibantu dari roda depan, sehingga sepeda ini bisa maju mundur sesuka hati. Digenjot bisa maju atau digenjot kebelakang maka sepeda akan mundur. Unik kan?</span></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F04%2Fsepeda-fixie%2F&amp;linkname=Sepeda%20Fixie"><img src="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/04/sepeda-fixie/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/55168/0/6348ac7fbe2cee211dfe1f8671f86aba.mp3" length="1151269" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>2:44</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Sepeda Fixie, memang bentuknya yang fix dan unik, sepeda ini identik dengan sepeda tanpa menggunakan rem, dan tanpa memiliki gear dinamis belakang seperti pada umumnya ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Sepeda Fixie, memang bentuknya yang fix dan unik, sepeda ini identik dengan sepeda tanpa menggunakan rem, dan tanpa memiliki gear dinamis belakang seperti pada umumnya sepeda yang lain. Semua dibuat fix, baik rodanya berputar maka pedal ikut berputar. Maklum sepeda ini umumnya mengunakan gigi belakang tipe fix gear atau gear tetap. Mengerem sepeda Fixie hanya mengandalkan kekuatan pedal dengan menahan laju atau mendorong pedal ke belakang serta dibantu dari roda depan, sehingga sepeda ini bisa maju mundur sesuka hati. Digenjot bisa maju atau digenjot kebelakang maka sepeda akan mundur. Unik kan?</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Keluarga,,Pendidikan,,Talk,,Variety</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Healty Lite : &#8216;Caffeine&#8217;</title>
		<link>/2012/03/healty-lite-caffeine/</link>
		<comments>/2012/03/healty-lite-caffeine/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Mar 2012 03:10:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[Talk]]></category>

		<category><![CDATA[Variety]]></category>

		<category><![CDATA[klite-bandung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/03/healty-lite-caffeine/</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan
Asal kata caffeine berasal dari bahasa Jerman kaffee dan bahasa Prancis café. Nama kimia caffeine adalah 1,3,7- trimethylxanthine.  Bila dimurnikan berbentuk bubuk putih dang sangat pahit. Saat ini banyak di antara kita yang tidak sadar efek stimulasi dari caffeine.
Fakta Tentang Caffeine
·       Caffeine adalah obat psikoaktif yang paling biasa dipakai di dunia.
·       Kira-kira 90% orang dewasa mengkonsumsinya setiap hari.
·       Diserap sempurna 30-45 menit setelah dikonsumsi, dan berefek sampai 3 jam setelahnya.  Kemudian dieskresikan sempurna ke luar tubuh.
·       Caffeine memiliki efek terhadap mood, stamina, pembuluh darah otak, pencernaan di lambung dan di ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.1071klitefm.com/wp-content/uploads/2012/03/dr-indra-k-muhtadi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-12724" title="dr-indra-k-muhtadi" src="http://www.1071klitefm.com/wp-content/uploads/2012/03/dr-indra-k-muhtadi.jpg" alt="dr-indra-k-muhtadi" /></a>Pendahuluan</strong><br />
<span>Asal kata caffeine berasal dari bahasa Jerman </span><em>kaffee </em><span>dan bahasa Prancis </span><em>café.</em><span> Nama kimia caffeine adalah </span><em>1,3,7- trimethylxanthine</em><span>.  Bila dimurnikan berbentuk bubuk putih dang sangat pahit. Saat ini banyak di antara kita yang tidak sadar efek stimulasi dari caffeine.</span></p>
<p><strong>Fakta Tentang Caffeine</strong><br />
<span>·       Caffeine adalah obat psikoaktif yang paling biasa dipakai di dunia.</span><br />
<span>·       Kira-kira 90% orang dewasa mengkonsumsinya setiap hari.</span><br />
<span>·       Diserap sempurna 30-45 menit setelah dikonsumsi, dan berefek sampai 3 jam setelahnya.  Kemudian dieskresikan sempurna ke luar tubuh.</span><br />
<span>·       Caffeine memiliki efek terhadap mood, stamina, pembuluh darah otak, pencernaan di lambung dan di usus besar.</span><br />
<span>·       Tapi caffeine bukan untuk semua orang, karena ada yang tidak boleh mengkonsumsi caffeine.</span></p>
<p><strong>Sumber Caffeine</strong><br />
<span>Di alam caffeine ditemukan pada kurang lebih 60 sumber; di beberapa dedaunan, kacang-kacangan, dan beberapa buah-buahan.  Dari sumber harian kita caffeine ada pada kopi, the, biji coklat, cola, dan </span><em>energy drinks</em><span>.  Caffeine dapat juga diproduksi secara sintetis untuk kepentingan industry makanan, minuman, suplemen, dan obat-obatan.  Tiga tertinggi ada pada kopi (70%), soda (16%), dan teh (12%).</span></p>
<p><strong>Dosis Caffeine per hari</strong><br />
<span>·       Batas aman dewasa: 1.3 mg/kg berat badan</span><br />
<span>·       Rendah sampai sedang: 130-300 mg</span><br />
<span>·       Sedang: 200-300 mg</span><br />
<span>·       Tinggi: &gt;400 mg</span><br />
<span>·       Sangat tinggi: &gt;6000 mg</span></p>
<p><span>Konsumsi rata-rata caffeine di AS per hari sekitar 280 mg/hari; 20-30%-nya sampai 600 mg/hari. Namun susah untuk mengetahui secara pasti besarnya konsumsi harian caffeine kita.  Saat ini tambah banyak yang kita konsumsi juga mengandung caffeine (bukan hanya dari kopi); seperti suplemen, obat-obatan, permen, permen karet, </span><em>energy drinks</em><span>, dll.</span></p>
<p><strong>Apakah Caffeine <em>addictive</em>?</strong><br />
<span>Apakah Anda pernah merasa tidak bisa beraktivitas kalau belum minum kopi?  Atau bila sudah merasa lelah dan tidak konsentrasi buru-buru mencari Secangkir kopi?  Menurut ilmu psikiatri, kecanduan itu ada bila memenuhi 3 dari 7 kriteria berikut: (1) menimbulkan toleransi, (2) ada efek sisa setelahnya, (3) membutuhkan efek lebih besar pada kebutuhan selanjutnya, (4) rasa sangat kuat untuk memenuhi kebutuhannya, (5) mengeluarkan usaha yang ekstra bila susah untuk dipenuhi, (6) mengganggu rutinitas sehari-hari bila tidak dipenuhi, dan (7) merasa terganggu bila tidak terpenuhi kebutuhannya.</span></p>
<p><span>Pada kasus kopi  ada dua kelompok orang.  Kelompok yang memang sudah kecanduan, dan ada yang hanya sebagai kesenangan sesekali saja.  Ada yang kecanduan bukan terhadap efek kimianya tapi kepada aroma dan rasa dari kopi.</span></p>
<p><span>Namun Anda tergolong kecanduan bila sampai mengalami (1) sakit kepala, (2) lemah dan lesu, (3) kurang konsentrasi, (4) mengantuk berat, (5) mood terganggu, (6) sulit konsentrasi, dan (7) gampang tersinggung; bila tidak mendapatkan kopi.  Ini terjadi pada 12-24 jam dari keinginan muncul dan puncaknya pada 20-51 jam.  Sedangkan gejala baru hilang setelah   2-9 hari.</span></p>
<p><span>Ketergantungan terhadap kopi tidak sebahaya ketergantungan terhadap Narkoba.  Tapi bila memang caffeine sudah tidak baik untuk kesehatan Anda, dan Anda sudah kecanduan, maka Anda harus berusaha untuk mengurangi atau bahkan berhenti mengkonsumsi.</span></p>
<p><strong>Gejala Kelebihan / Keracunan Caffeine</strong><br />
<span>Gejala bisa dirasakan saat minum atau beberapa saat setelah minum, yaitu: (1) merasa lemah, (2) gugup,       (3) sangat bergairah, (4) insomnia, (5) merah di muka, (6) berdebar, (7) banyak kencing, dan (8) gangguan pencernaan.</span></p>
<p><span>Yang jarang minum kopi, akan lebih cepat mengalami gejala-gejala tersebut.  Sementara dosis lethal atau mematikan dari caffeine adalah 10 gram atau kira-kira 80-100 cangkir kopi secara terus menerus.  Ini memang hampir tidak mungkin terjadi.  Namun ada satu laporan yang terjadi di Inggris, seorang pria yang meninggal setelah mengkonsumsi bubuk caffeine pada sebuah pesta yang setara dengan 70 botol</span><em>energy drinks</em><span>.</span></p>
<p><strong>Efek-Efek dari Caffeine</strong><br />
<span>1.     Diuretik</span><br />
<span>Caffeine bersifat diuretic, atau meningkatkan jumlah urin.  Setiap hari kita membutuhkan 2-3 liter air.  Kita kehilangan air melalui pernafasan, kulit, pencernaan, dan urin.  Bila keseimbangan air masuk dan keluar tercapai, maka tubuh kita akan senang.  Caffeine dapat merusak keseimbangan itu, sehingga bila Anda memang sudah kurang minum, atau memiliki sindroma OAB (over active bladder), atau penyakit lain yang terkait terhadap output dari urine; maka Anda harus mengurangi atau meninggalkan caffeine.</span></p>
<p><span>2.     Penyakit Jantung</span><br />
<span>Walau pun masih dalam penelitian, sudah banyak yang mengemukakan hasil kaitan antara konsumsi caffeine dengan penyakit jantung.  Kaitannya terdapat pada peningkatan hormone-hormon stress seperti adrenalin setelah mengkonsumsi caffeine.  Namun juga ada penelitian yang malah mengemukakan bahwa konsumsi kopi pada manula akan mengurangi resiko terkena serangan jantung; bila dikonsumsi dalam jumlah terkontrol.</span></p>
<p><span>Seperti yang dijelaskan di atas bahwa efek bahaya ke jantung itu ada bila memang sudah terjadi gejala kelebihan atau keracunan dari caffeine.  Jadi kalau memang Anda sudah mengalami gejala kelebihan caffeine walau pun baru dikonsumsi sedikit, adalah waktunya untuk membatasi.</span></p>
<p><span>3.     Osteoporosis</span><br />
<span>Penelitian mengemukakan, caffeine terlalu banyak dapat meningkatkan resiko osteoporosis, terutama pada wanita manula.  Batasnya ada di 300 mg/hari.</span></p>
<p><span>4.     Menurunkan Berat Badan</span><br />
<span>Caffeine biasa dipakai dalam produk-produk untuk menurunkan berat badan, walau pun belum dipastikan efeknya dari penelitian.  Batasnya juga ada di 300 mg/hari.  Tapi hati-hati; tujuan Anda untuk menurunkan berat badan, dapat berbahaya untuk tulang, dan jantung Anda.</span></p>
<p><span>5.     Pada Wanita Hamil</span><br />
<span>Untuk kasus ibu hamil, penelitian belum bisa menyimpulkan secara pasti karena hasilnya masih dalam pro dan kontra.  Namun dari efek-efek caffeine yang telah di bahas di atas, lebih bijaksana bila Anda membatasi intake caffeine bila sedang hamil.</span></p>
<p><span>6.     Pada Anak-Anak</span><br />
<span>Saat ini makin banyak anak yang meminum kopi dan mengkonsumsi caffeine dibandingkan dengan 30 tahun yang lalu yang meningkat sebesar 70%.  Batas aman konsumsi caffeine pada anak 2-11 tahun adalah 0.4 mg/kg berat badan/hari, dan anak 12-17 tahun adalah 0.55 mg/kg berat badan/hari.</span></p>
<p><span>Memang belum banyak penelitiannya, namun dosis di atas dianggap aman.  Jumlah di atas adalah total intake harian dari semua sumber seperti; permen, permen karet, cola, minuman, dll.</span></p>
<p><span>Ada penelitian bahwa intake caffeine yang tinggi dapat mencetus ADHD (</span><em>Attention Deficit Hyperactivity Disorder)</em><span>pada anak.  Ini dapat terjadi bila anak mengkonsumsi lebih dari 28 mg per hari.</span></p>
<p><strong>Jadi Berapa yang Diperbolehkan?</strong><br />
<span>·       Karena banyak sumber caffeine dalam keseharian kita disamping kopi, maka direkomendasikan membatasi kopi hanya 2 cangkir sehari; bila tidak ada masalah kesehatan lain.</span><br />
<span>·       Bila memang memiliki masalah kesehatan lain, seperti yang telah di bahas di atas, maka harus dikurangi sampai ditiadakan sama sekali.</span><br />
<span>·       Untuk manula dan ibu hamil, intake caffeine harus dipantau ketat, agar tidak melebihi dan menimbulkan efek yang tidak diinginkan.</span><br />
<span>.       Sementara untuk anak-anak sebaiknya dihindari minum kopi, karena dari sumber makanan dan minuman lainnya saja sudah dapat mencapai angka maksimal intake harian mereka.</span></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F03%2Fhealty-lite-caffeine%2F&amp;linkname=Healty%20Lite%20%3A%20%26%238216%3BCaffeine%26%238217%3B"><img src="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/03/healty-lite-caffeine/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/52170/0/91a6e0cb0f208239ef86fae8ac6fc126.mp3" length="24509637" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>58:21</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Pendahuluan
Asal kata caffeine berasal dari bahasa Jerman kaffee dan bahasa Prancis cafeacute;. Nama kimia caffeine adalah 1,3,7- trimethylxanthine.nbsp; Bila dimurnikan berbentuk bubuk putih dang sangat ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Pendahuluan
Asal kata caffeine berasal dari bahasa Jerman kaffee dan bahasa Prancis cafeacute;. Nama kimia caffeine adalah 1,3,7- trimethylxanthine.nbsp; Bila dimurnikan berbentuk bubuk putih dang sangat pahit. Saat ini banyak di antara kita yang tidak sadar efek stimulasi dari caffeine.

Fakta Tentang Caffeine
middot;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Caffeine adalah obat psikoaktif yang paling biasa dipakai di dunia.
middot;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Kira-kira 90% orang dewasa mengkonsumsinya setiap hari.
middot;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Diserap sempurna 30-45 menit setelah dikonsumsi, dan berefek sampai 3 jam setelahnya.nbsp; Kemudian dieskresikan sempurna ke luar tubuh.
middot;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Caffeine memiliki efek terhadap mood, stamina, pembuluh darah otak, pencernaan di lambung dan di usus besar.
middot;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Tapi caffeine bukan untuk semua orang, karena ada yang tidak boleh mengkonsumsi caffeine.

Sumber Caffeine
Di alam caffeine ditemukan pada kurang lebih 60 sumber; di beberapa dedaunan, kacang-kacangan, dan beberapa buah-buahan.nbsp; Dari sumber harian kita caffeine ada pada kopi, the, biji coklat, cola, dan energy drinks.nbsp; Caffeine dapat juga diproduksi secara sintetis untuk kepentingan industry makanan, minuman, suplemen, dan obat-obatan.nbsp; Tiga tertinggi ada pada kopi (70%), soda (16%), dan teh (12%).

Dosis Caffeine per hari
middot;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Batas aman dewasa: 1.3 mg/kg berat badan
middot;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Rendah sampai sedang: 130-300 mg
middot;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Sedang: 200-300 mg
middot;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Tinggi: #62;400 mg
middot;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; Sangat tinggi: #62;6000 mg

Konsumsi rata-rata caffeine di AS per hari sekitar 280 mg/hari; 20-30%-nya sampai 600 mg/hari. Namun susah untuk mengetahui secara pasti besarnya konsumsi harian caffeine kita.nbsp; Saat ini tambah banyak yang kita konsumsi juga mengandung caffeine (bukan hanya dari kopi); seperti suplemen, obat-obatan, permen, permen karet, energy drinks, dll.

Apakah Caffeinenbsp;addictive?
Apakah Anda pernah merasa tidak bisa beraktivitas kalau belum minum kopi?nbsp; Atau bila sudah merasa lelah dan tidak konsentrasi buru-buru mencari Secangkir kopi?nbsp; Menurut ilmu psikiatri, kecanduan itu ada bila memenuhi 3 dari 7 kriteria berikut: (1) menimbulkan toleransi, (2) ada efek sisa setelahnya, (3) membutuhkan efek lebih besar pada kebutuhan selanjutnya, (4) rasa sangat kuat untuk memenuhi kebutuhannya, (5) mengeluarkan usaha yang ekstra bila susah untuk dipenuhi, (6) mengganggu rutinitas sehari-hari bila tidak dipenuhi, dan (7) merasa terganggu bila tidak terpenuhi kebutuhannya.

Pada kasus kopinbsp; ada dua kelompok orang.nbsp; Kelompok yang memang sudah kecanduan, dan ada yang hanya sebagai kesenangan sesekali saja.nbsp; Ada yang kecanduan bukan terhadap efek kimianya tapi kepada aroma dan rasa dari kopi.

Namun Anda tergolong kecanduan bila sampai mengalami (1) sakit kepala, (2) lemah dan lesu, (3) kurang konsentrasi, (4) mengantuk berat, (5) mood terganggu, (6) sulit konsentrasi, dan (7) gampang tersinggung; bila tidak mendapatkan kopi.nbsp; Ini terjadi pada 12-24 jam dari keinginan muncul dan puncaknya pada 20-51 jam.nbsp; Sedangkan gejala baru hilang setelah nbsp;nbsp;2-9 hari.

Ketergantungan terhadap kopi tidak sebahaya ketergantungan terhadap Narkoba.nbsp; Tapi bila memang caffeine sudah tidak baik untuk kesehatan Anda, dan Anda sudah kecanduan, maka Anda harus berusaha untuk mengurangi atau bahkan berhenti mengkonsumsi.

Gejala Kelebihan / Keracunan Caffeine
Gejala bisa dirasakan saat minum atau beberapa saat setelah minum, yaitu: (1) merasa lemah, (2) gugup,nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp;nbsp; (3) sangat bergairah, (4) insomnia, (5) merah di muka, (6) berdebar, (7) banyak kencing, dan (8) gangguan pencernaan.

Yang jarang minum kopi, akan lebih cepat mengalami gejala-gejala tersebut.nbsp; S...</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Keluarga,,Pendidikan,,Talk,,Variety</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
	</channel>
</rss>

