<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Suara Radio &#124; Situs Kolaborasi Radio &#187; Sulawesi</title>
	<atom:link href="http:///category/sulawesi/feed/podcast" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Suara Radio &#124; Situs Kolaborasi Radio</description>
	<pubDate>Tue, 22 May 2012 19:56:15 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<!-- podcast_generator="podPress/8.8" -->
		<copyright>&#xA9; </copyright>
		<managingEditor>suararadio@yahoo.com ()</managingEditor>
		<webMaster>suararadio@yahoo.com()</webMaster>
		<category></category>
		<ttl>1440</ttl>
		<itunes:keywords></itunes:keywords>
		<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
		<itunes:summary>e-Broadcasting Institute</itunes:summary>
		<itunes:author></itunes:author>
		<itunes:category text="Music"/>
<itunes:category text="Technology"/>
		<itunes:owner>
			<itunes:name></itunes:name>
			<itunes:email>suararadio@yahoo.com</itunes:email>
		</itunes:owner>
		<itunes:block>No</itunes:block>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:image href="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/podpress/images/suararadio_300.png" />
		<image>
			<url>http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/podpress/images/suararadio_128.png</url>
			<title>Suara Radio &#124; Situs Kolaborasi Radio</title>
			<link></link>
			<width>144</width>
			<height>144</height>
		</image>
		<item>
		<title>Danau Linow, Danau yang Dapat Berubah Warna</title>
		<link>/2012/05/danau-linow-danau-yang-dapat-berubah-warna/</link>
		<comments>/2012/05/danau-linow-danau-yang-dapat-berubah-warna/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2012 08:08:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kalimantan - Sulawesi]]></category>

		<category><![CDATA[Sulawesi]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<category><![CDATA[citrafmmanado]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/05/danau-linow-danau-yang-dapat-berubah-warna/</guid>
		<description><![CDATA[
Danau Linow memiliki  luas sekitar 34 Ha dan berada di Kelurahan Lahendong Kota Tomohon.  Panorama sekitar danau sungguh elok elok. Danau ini memiliki ciri khas  tersendiri. Danau ini berkadar belerang tinggi, sehingga warna air danau  yang muncul selalu berubah-ubah. Ia selalu tampil cantik akibat  munculnya warna-warni tadi. Pengunjung akan takjub dengan warna yang  berubah tatkala meliriknya dari beragam sudut. Kendati demikian, mesti  diingat bahwa pengunjung harus hati-hati dengan kubangan lumpur panas  mendidih yang berada di tepi danau. Sekeliling danau ditumbuhi pohon  ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.citrafmmanado.com/wp-content/uploads/2012/05/linow-2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2255" title="Danau Linow on Top View " src="http://www.citrafmmanado.com/wp-content/uploads/2012/05/linow-2.jpg" alt="Danau Linow on Top View " width="237" height="154" /></a></p>
<div style="text-align: justify;"><strong>Danau Linow</strong> memiliki  luas sekitar 34 Ha dan berada di Kelurahan Lahendong Kota Tomohon.  Panorama sekitar danau sungguh elok elok. Danau ini memiliki ciri khas  tersendiri. Danau ini berkadar belerang tinggi, sehingga warna air danau  yang muncul selalu berubah-ubah. Ia selalu tampil cantik akibat  munculnya warna-warni tadi. Pengunjung akan takjub dengan warna yang  berubah tatkala meliriknya dari beragam sudut. Kendati demikian, mesti  diingat bahwa pengunjung harus hati-hati dengan kubangan lumpur panas  mendidih yang berada di tepi danau. Sekeliling danau ditumbuhi pohon  cemara jarum dan berbagai bunga warna-warni, ada bunga sepatu pink,  putih, tumpuk merah, bunga nyonya inang, dan beragam bunga lainnya.</div>
<div style="text-align: justify;">Danau yang menyimpan warna-warna  indah dan selalu berubah-ubah ini berada di wilayah Lahendong, Kota  Tomohon, Sulawesi Utara. Danau ini bisa dicapai dengan angkutan  umum/mikrolet dari terminal Kota Tomohon. Setelah itu, perjalanan  dilanjutkan berjalan sekitar 700 meter untuk ke Danau Linow. Dari Kota  Manado, hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk mencapai Danau  Linow. Setelah masuk Kota Tomohon, kita tinggal mengikuti papan penunjuk  jalan menuju danau ini. Peminat wisata alam Danau Linow, dapat melihat  pesona Desa Lahendong yang berada di dekat danau.<a href="http://www.citrafmmanado.com/wp-content/uploads/2012/05/1a1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2256" title="Danau Linow saat berubah warna" src="http://www.citrafmmanado.com/wp-content/uploads/2012/05/1a1.jpg" alt="Danau Linow saat berubah warna" width="236" height="132" /></a></div>
<div style="text-align: justify;">
<div style="text-align: justify;"><strong>Di sekitar danau ini terdapat  satwa endemik berupa burung blibis dan serangga yang oleh penduduk  setempat dinamakan sayok atau komo.</strong> Serangga unik yang  hidup di air tapi bersayap dan bisa terbang ini menjadi konsumsi  penduduk setempat. Kadang-kadang terdengar kicauan burung-burung kecil  dan burung putih besar yang melintasi danau.</div>
<div style="text-align: justify;">Danau Linow memiliki jalan lingkar  yang menghubungkan pintu masuk yang lama dan baru. Menyusuri jalan ini  anda akan melihat Danau Linow dari berbagai sudut pandang. Karena  bentangan jalan lingkar ini berada pada bukit maka sangat jelas  keindahan danau dari atas. Pesonanya semakin menawan ketika anda  mendekati bibir danau. Menyisir tepian danau, tampak ujung anjungan kayu  menghadap ke danau. Tampak pula gelembung-gelembung air panas muncul di  permukaan air danau.</div>
<div style="text-align: justify;">Bila sinar matahari menyingkap dengan  lembut sela-sela dedaunan, jatuh di permukaan  air dan menimbulkan bias  manis cahaya  keperakan, makin eksotik saja danau ini. Sekawanan  burung belibis juga setia singgah di danau ini setiap pagi. Barangkali,  itu menjadi cara mereka merayakan kehidupan. Burung-burung seriti yang  berterbangan di atas permukaan air danau menambah indahnya Danau Linow.</div>
</div>
<div style="text-align: justify;">Di beberapa sisi danau, air mendidih  yang mengepulkan asap putih masih terlihat dominan sehingga pengelola  danau harus memasang tanda daerah berbahaya. Lingkungan danau yang bisa  dijangkau wisatawan cukup bersih dan tertata. <a href="http://www.citrafmmanado.com/wp-content/uploads/2012/05/131556208716406297111.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2257" title="View Gunung Lokon dar Danau Linow" src="http://www.citrafmmanado.com/wp-content/uploads/2012/05/131556208716406297111.jpg" alt="View Gunung Lokon dar Danau Linow" width="237" height="157" /></a></div>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F05%2Fdanau-linow-danau-yang-dapat-berubah-warna%2F&amp;linkname=Danau%20Linow%2C%20Danau%20yang%20Dapat%20Berubah%20Warna"><img src="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/05/danau-linow-danau-yang-dapat-berubah-warna/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/68014/0/3901557e32afb6a7509516ee499d7b1d.mp3" length="3092480" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>3:13</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Danau Linow memiliki  luas sekitar 34 Ha dan berada di Kelurahan Lahendong Kota Tomohon.  Panorama sekitar danau sungguh elok elok. Danau ini memiliki ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Danau Linow memiliki  luas sekitar 34 Ha dan berada di Kelurahan Lahendong Kota Tomohon.  Panorama sekitar danau sungguh elok elok. Danau ini memiliki ciri khas  tersendiri. Danau ini berkadar belerang tinggi, sehingga warna air danau  yang muncul selalu berubah-ubah. Ia selalu tampil cantik akibat  munculnya warna-warni tadi. Pengunjung akan takjub dengan warna yang  berubah tatkala meliriknya dari beragam sudut. Kendati demikian, mesti  diingat bahwa pengunjung harus hati-hati dengan kubangan lumpur panas  mendidih yang berada di tepi danau. Sekeliling danau ditumbuhi pohon  cemara jarum dan berbagai bunga warna-warni, ada bunga sepatu pink,  putih, tumpuk merah, bunga nyonya inang, dan beragam bunga lainnya.
Danau yang menyimpan warna-warna  indah dan selalu berubah-ubah ini berada di wilayah Lahendong, Kota  Tomohon, Sulawesi Utara. Danau ini bisa dicapai dengan angkutan  umum/mikrolet dari terminal Kota Tomohon. Setelah itu, perjalanan  dilanjutkan berjalan sekitar 700 meter untuk ke Danau Linow. Dari Kota  Manado, hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk mencapai Danau  Linow. Setelah masuk Kota Tomohon, kita tinggal mengikuti papan penunjuk  jalan menuju danau ini. Peminat wisata alam Danau Linow, dapat melihat  pesona Desa Lahendong yang berada di dekat danau.

Di sekitar danau ini terdapat  satwa endemik berupa burung blibis dan serangga yang oleh penduduk  setempat dinamakan sayok atau komo. Serangga unik yang  hidup di air tapi bersayap dan bisa terbang ini menjadi konsumsi  penduduk setempat. Kadang-kadang terdengar kicauan burung-burung kecil  dan burung putih besar yang melintasi danau.
Danau Linow memiliki jalan lingkar  yang menghubungkan pintu masuk yang lama dan baru. Menyusuri jalan ini  anda akan melihat Danau Linow dari berbagai sudut pandang. Karena  bentangan jalan lingkar ini berada pada bukit maka sangat jelas  keindahan danau dari atas. Pesonanya semakin menawan ketika anda  mendekati bibir danau. Menyisir tepian danau, tampak ujung anjungan kayu  menghadap ke danau. Tampak pula gelembung-gelembung air panas muncul di  permukaan air danau.
Bila sinar matahari menyingkap dengan  lembut sela-sela dedaunan, jatuh di permukaan  air dan menimbulkan bias  manis cahaya  keperakan, makin eksotik saja danau ini. Sekawanan  burung belibis juga setia singgah di danau ini setiap pagi. Barangkali,  itu menjadi cara mereka merayakan kehidupan.nbsp;Burung-burung seriti yang  berterbangan di atas permukaan air danau menambah indahnya Danau Linow.

Di beberapa sisi danau, air mendidih  yang mengepulkan asap putih masih terlihat dominan sehingga pengelola  danau harus memasang tanda daerah berbahaya.nbsp;Lingkungan danau yang bisa  dijangkau wisatawan cukup bersih dan tertata. </itunes:summary>
		<itunes:keywords>Kalimantan,-,Sulawesi,,Sulawesi,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Pulau Bunaken Manado Sulawesi Utara</title>
		<link>/2012/05/pulau-bunaken-manado-sulawesi-utara/</link>
		<comments>/2012/05/pulau-bunaken-manado-sulawesi-utara/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2012 03:25:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kalimantan - Sulawesi]]></category>

		<category><![CDATA[Sulawesi]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<category><![CDATA[citrafmmanado]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/05/pulau-bunaken-manado-sulawesi-utara/</guid>
		<description><![CDATA[Bunaken adalah sebuah pulau seluas 8,08 km² di Teluk Manado, yang terletak di utara pulau Sulawesi, Indonesia. Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Pulau Bunaken dapat di tempuh dengan kapal cepat (speed boat) atau kapal sewaan dengan perjalanan sekitar 30 menit dari pelabuhan kota Manado. Di sekitar pulau Bunaken terdapat taman laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bunaken. Taman laut ini memiliki biodiversitas kelautan salah satu yang tertinggi di dunia. Selam scuba menarik banyak pengunjung ke pulau ini. Secara keseluruhan taman ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.citrafmmanado.com/wp-content/uploads/2012/03/bunaken-baleho1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2200" title="bunaken-baleho1" src="http://www.citrafmmanado.com/wp-content/uploads/2012/03/bunaken-baleho1.jpg" alt="bunaken-baleho1" width="117" height="78" /></a>Bunaken</strong> adalah sebuah pulau seluas 8,08 km² di <a title="Teluk Manado" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teluk_Manado">Teluk Manado</a>, yang terletak di utara pulau <a title="Sulawesi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi">Sulawesi</a>, <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>. Pulau ini merupakan bagian dari kota <a class="mw-redirect" title="Manado" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manado">Manado</a>, <a title="Ibu kota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibu_kota">ibu kota</a> <a title="Provinsi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Provinsi">provinsi</a> <a title="Sulawesi Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Utara">Sulawesi Utara</a>, <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>. Pulau Bunaken dapat di tempuh dengan kapal cepat (<em>speed boat</em>) atau kapal sewaan dengan perjalanan sekitar 30 menit dari pelabuhan kota <a class="mw-redirect" title="Manado" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manado">Manado</a>. Di sekitar pulau Bunaken terdapat taman laut Bunaken yang merupakan bagian dari <a title="Taman Nasional Bunaken" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Bunaken">Taman Nasional Bunaken</a>. Taman laut ini memiliki <a class="mw-redirect" title="Biodiversitas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biodiversitas">biodiversitas</a> kelautan salah satu yang tertinggi di dunia. <a title="Selam scuba" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Selam_scuba">Selam scuba</a> menarik banyak pengunjung ke pulau ini. Secara keseluruhan taman laut  Bunaken meliputi area seluas 75.265 hektare dengan lima pulau yang  berada di dalamnya, yakni <a class="new" title="Pulau Manado Tua (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pulau_Manado_Tua&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pulau Manado Tua</a>, Pulau Bunaken, <a class="new" title="Pulau Siladen (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pulau_Siladen&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pulau Siladen</a>, <a class="new" title="Pulau Mantehage (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pulau_Mantehage&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pulau Mantehage</a> berikut beberapa anak pulaunya, dan <a title="Pulau Naen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Naen">Pulau Naen</a>. Meskipun meliputi area 75.265 hektare, lokasi penyelaman (<em>diving</em>) hanya terbatas di masing-masing pantai yang mengelilingi kelima pulau itu.</p>
<p>Taman laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman (<em>dive spot</em>)  dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu,  12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Dua belas  titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi penyelam dan  pecinta keindahan pemandangan bawah laut.</p>
<p>Sebagian besar dari 12 titik penyelaman di Pulau Bunaken berjajar  dari bagian tenggara hingga bagian barat laut pulau tersebut. Di wilayah  inilah terdapat <em>underwater great walls</em>, yang disebut juga <em>hanging walls</em>,  atau dinding-dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan  melengkung ke atas. Dinding karang ini juga menjadi sumber makanan bagi  ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F05%2Fpulau-bunaken-manado-sulawesi-utara%2F&amp;linkname=Pulau%20Bunaken%20Manado%20Sulawesi%20Utara"><img src="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/05/pulau-bunaken-manado-sulawesi-utara/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/67749/0/b69c309aab926a5c7f6b6075e0e68b14.mp3" length="2421504" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>2:31</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Bunaken adalah sebuah pulau seluas 8,08 kmsup2; di Teluk Manado, yang terletak di utara pulau Sulawesi, Indonesia. Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Bunaken adalah sebuah pulau seluas 8,08 kmsup2; di Teluk Manado, yang terletak di utara pulau Sulawesi, Indonesia. Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Pulau Bunaken dapat di tempuh dengan kapal cepat (speed boat) atau kapal sewaan dengan perjalanan sekitar 30 menit dari pelabuhan kota Manado. Di sekitar pulau Bunaken terdapat taman laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bunaken. Taman laut ini memiliki biodiversitas kelautan salah satu yang tertinggi di dunia. Selam scuba menarik banyak pengunjung ke pulau ini. Secara keseluruhan taman laut  Bunaken meliputi area seluas 75.265 hektare dengan lima pulau yang  berada di dalamnya, yakni Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Naen. Meskipun meliputi area 75.265 hektare, lokasi penyelaman (diving) hanya terbatas di masing-masing pantai yang mengelilingi kelima pulau itu.

Taman laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman (dive spot)  dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu,  12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Dua belas  titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi penyelam dan  pecinta keindahan pemandangan bawah laut.

Sebagian besar dari 12 titik penyelaman di Pulau Bunaken berjajar  dari bagian tenggara hingga bagian barat laut pulau tersebut. Di wilayah  inilah terdapat underwater great walls, yang disebut juga hanging walls,  atau dinding-dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan  melengkung ke atas. Dinding karang ini juga menjadi sumber makanan bagi  ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken.</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Kalimantan,-,Sulawesi,,Sulawesi,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Watu Pinawetengan</title>
		<link>/2012/05/watu-pinawetengan/</link>
		<comments>/2012/05/watu-pinawetengan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2012 03:25:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kalimantan - Sulawesi]]></category>

		<category><![CDATA[Sulawesi]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<category><![CDATA[citrafmmanado]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2012/05/watu-pinawetengan/</guid>
		<description><![CDATA[Watu Pinawetengan (yang berarti Batu Tempat Pembagian) yang berada di kecamatan Tompaso kabupaten Minahasa.
Di tempat inilah, sekitar 1000 SM terjadi pembagian sembilan sub  etnis Minahasa yang meliputi suku Tontembuan, Tombulu, Tonsea, Tolowur,  Tonsawang, Pasan, Ponosakan, Bantik dan Siao. Selain membagi wilayah,  para tetua suku-suku tersebut juga menjadikan tempat ini untuk berunding  mengenai semua masalah yang dihadapi.
Goresan-goresan di batu tersebut membentuk berbagai motif dan  dipercayai sebagai hasil perundingan suku-suku itu. Motifnya ada yang  berbentuk gambar manusia, gambar seperti alat kemaluan laki-laki dan  perempuan, motif ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.citrafmmanado.com/wp-content/uploads/2012/04/watu-pinawetengan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2202" title="watu-pinawetengan" src="http://www.citrafmmanado.com/wp-content/uploads/2012/04/watu-pinawetengan.jpg" alt="watu-pinawetengan" width="106" height="66" /></a>Watu Pinawetengan</strong> (yang berarti <em><strong>Batu Tempat Pembagian</strong></em>) yang berada di kecamatan <a title="Tompaso, Minahasa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tompaso,_Minahasa">Tompaso</a> <a title="Kabupaten Minahasa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Minahasa">kabupaten Minahasa</a>.</p>
<p>Di tempat inilah, sekitar 1000 SM terjadi pembagian sembilan sub  etnis Minahasa yang meliputi suku Tontembuan, Tombulu, Tonsea, Tolowur,  Tonsawang, Pasan, Ponosakan, Bantik dan Siao. Selain membagi wilayah,  para tetua suku-suku tersebut juga menjadikan tempat ini untuk berunding  mengenai semua masalah yang dihadapi.</p>
<p>Goresan-goresan di batu tersebut membentuk berbagai motif dan  dipercayai sebagai hasil perundingan suku-suku itu. Motifnya ada yang  berbentuk gambar manusia, gambar seperti alat kemaluan laki-laki dan  perempuan, motif daun dan kumpulan garis yang tak beraturan tanpa makna.</p>
<p>Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, bentuk batu ini seperti orang  bersujud kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, bentuk batu ini juga  seperti peta pulau Minahasa. Batu ini menurut para arkeolog, dipakai  oleh nenek moyang orang Minahasa untuk berunding. Maka tak heran,  namanya menjadi Watu Pinawetengan yang artinya Batu Tempat Pembagian.</p>
<p>Batu ini bisa dikatakan tonggak berdirinya subetnis yang ada di  Minahasa dan menurut kepercayaan penduduk berada di tengah-tengah pulau  Minahasa. Bahkan beberapa orang yang rutin mengunjungi Watu  Pinawetengan, ada ritual khusus yang diadakan tiap 3 Januari untuk  melakukan ziarah. Sementara itu, karena nilai sejarah dan budaya yang  kental, tiap Tgl 7 Juli dijadikan tempat pertunjukan seni dan budaya  yang mulai terkikis di Minahasa.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2012%2F05%2Fwatu-pinawetengan%2F&amp;linkname=Watu%20Pinawetengan"><img src="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2012/05/watu-pinawetengan/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/67737/0/663e2ee5bb9db3342aee5b6e76ca6686.mp3" length="11515820" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>4:48</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Watu Pinawetengan (yang berarti Batu Tempat Pembagian) yang berada di kecamatan Tompaso kabupaten Minahasa.

Di tempat inilah, sekitar 1000 SM terjadi pembagian sembilan sub  etnis ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Watu Pinawetengan (yang berarti Batu Tempat Pembagian) yang berada di kecamatan Tompaso kabupaten Minahasa.

Di tempat inilah, sekitar 1000 SM terjadi pembagian sembilan sub  etnis Minahasa yang meliputi suku Tontembuan, Tombulu, Tonsea, Tolowur,  Tonsawang, Pasan, Ponosakan, Bantik dan Siao. Selain membagi wilayah,  para tetua suku-suku tersebut juga menjadikan tempat ini untuk berunding  mengenai semua masalah yang dihadapi.

Goresan-goresan di batu tersebut membentuk berbagai motif dan  dipercayai sebagai hasil perundingan suku-suku itu. Motifnya ada yang  berbentuk gambar manusia, gambar seperti alat kemaluan laki-laki dan  perempuan, motif daun dan kumpulan garis yang tak beraturan tanpa makna.

Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, bentuk batu ini seperti orang  bersujud kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, bentuk batu ini juga  seperti peta pulau Minahasa. Batu ini menurut para arkeolog, dipakai  oleh nenek moyang orang Minahasa untuk berunding. Maka tak heran,  namanya menjadi Watu Pinawetengan yang artinya Batu Tempat Pembagian.

Batu ini bisa dikatakan tonggak berdirinya subetnis yang ada di  Minahasa dan menurut kepercayaan penduduk berada di tengah-tengah pulau  Minahasa. Bahkan beberapa orang yang rutin mengunjungi Watu  Pinawetengan, ada ritual khusus yang diadakan tiap 3 Januari untuk  melakukan ziarah. Sementara itu, karena nilai sejarah dan budaya yang  kental, tiap Tgl 7 Juli dijadikan tempat pertunjukan seni dan budaya  yang mulai terkikis di Minahasa.</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Kalimantan,-,Sulawesi,,Sulawesi,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Keajaiban Taman Laut Banda</title>
		<link>/2011/07/keajaiban-taman-laut-banda/</link>
		<comments>/2011/07/keajaiban-taman-laut-banda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 10:09:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kalimantan - Sulawesi]]></category>

		<category><![CDATA[Sulawesi]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<category><![CDATA[klite-bandung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2011/07/keajaiban-taman-laut-banda/</guid>
		<description><![CDATA[Dari sekian banyak lokasi penyelaman di taman laut kepulauan banda, taman laut yang berada di pulau Hatta adalah yang paling eksotis. Dari Banda Neira, Pulau Hatta bisa ditempuh selama satu jam dengan menggunakan speed boat. Di sini terdapat beberapa goa bawah laut baik yang besar dan kecil. Setelah Anda meyelam maka Kemanapun mata Anda memandang, yang tampak hanya terumbu karang warna warni yang dikeliling ribuan ikan. Jika anda adalah seorang penyelam, taman laut pulau Hatta adalah tempat yang wajib dikunjungi bila berada di Banda.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.1071klitefm.com/wp-content/uploads/2011/07/laut-banda.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-6704" title="Laut Banda" src="http://www.1071klitefm.com/wp-content/uploads/2011/07/laut-banda.jpg" alt="Laut Banda" /></a>Dari sekian banyak lokasi penyelaman di taman laut kepulauan banda, taman laut yang berada di pulau Hatta adalah yang paling eksotis. Dari Banda Neira, Pulau Hatta bisa ditempuh selama satu jam dengan menggunakan speed boat. Di sini terdapat beberapa goa bawah laut baik yang besar dan kecil. Setelah Anda meyelam maka Kemanapun mata Anda memandang, yang tampak hanya terumbu karang warna warni yang dikeliling ribuan ikan. Jika anda adalah seorang penyelam, taman laut pulau Hatta adalah tempat yang wajib dikunjungi bila berada di Banda.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2011%2F07%2Fkeajaiban-taman-laut-banda%2F&amp;linkname=Keajaiban%20Taman%20Laut%20Banda"><img src="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2011/07/keajaiban-taman-laut-banda/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/30932/0/f8810ef3ac7803063395ab0abb0012b8.mp3" length="262597" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Dari sekian banyak lokasi penyelaman di taman laut kepulauan banda, taman laut yang berada di pulau Hatta adalah yang paling eksotis.nbsp;Dari Banda Neira, Pulau Hatta ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Dari sekian banyak lokasi penyelaman di taman laut kepulauan banda, taman laut yang berada di pulau Hatta adalah yang paling eksotis.nbsp;Dari Banda Neira, Pulau Hatta bisa ditempuh selama satu jam dengan menggunakan speed boat. Di sini terdapat beberapa goa bawah laut baik yang besar dan kecil. Setelah Anda meyelam maka Kemanapun mata Anda memandang, yang tampak hanya terumbu karang warna warni yang dikeliling ribuan ikan. Jika anda adalah seorang penyelam, taman laut pulau Hatta adalah tempat yang wajib dikunjungi bila berada di Banda.</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Kalimantan,-,Sulawesi,,Sulawesi,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Wakatobi - Tempat Menyelam (KOMPAS.com)</title>
		<link>/2011/07/wakatobi-tempat-menyelam-kompascom/</link>
		<comments>/2011/07/wakatobi-tempat-menyelam-kompascom/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 07:12:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kalimantan - Sulawesi]]></category>

		<category><![CDATA[Sulawesi]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<category><![CDATA[harleyradishow]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2011/07/wakatobi-tempat-menyelam-kompascom/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.harleyradioshow.com/wp-content/uploads/2011/04/wakatobi.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-7845" title="wakatobi" src="http://www.harleyradioshow.com/wp-content/uploads/2011/04/wakatobi.jpg" alt="wakatobi" width="519" height="345" /></a></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2011%2F07%2Fwakatobi-tempat-menyelam-kompascom%2F&amp;linkname=Wakatobi%20-%20Tempat%20Menyelam%20%28KOMPAS.com%29"><img src="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2011/07/wakatobi-tempat-menyelam-kompascom/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/27999/0/5d4e424aff3b5aa289ca43ec02869c95.mp3" length="1110100" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>1:09</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Wakatobi - Tempat Menyelam (KOMPAS.com)</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>e-Broadcasting Institute</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Kalimantan,-,Sulawesi,,Sulawesi,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Kota Muna</title>
		<link>/2011/07/kota-muna/</link>
		<comments>/2011/07/kota-muna/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 07:01:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sulawesi]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<category><![CDATA[harleyradishow]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2011/07/kota-muna-sulawesi-tenggara-narasi-jeanne-nizomi-2/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.harleyradioshow.com/wp-content/uploads/2010/12/kota-muna-sultra1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-6772" title="kota-muna-sultra1" src="http://www.harleyradioshow.com/wp-content/uploads/2010/12/kota-muna-sultra1.jpg" alt="kota-muna-sultra1" /></a></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2011%2F07%2Fkota-muna%2F&amp;linkname=Kota%20Muna"><img src="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2011/07/kota-muna/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/27380/0/d28f53c57eb10eedb09544cba83a68f9.mp3" length="2260323" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Kota Muna</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>e-Broadcasting Institute</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Sulawesi,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Kota Muna Sulawesi Tenggara - Narasi : Jeanne Nizomi</title>
		<link>/2011/01/kota-muna-sulawesi-tenggara-narasi-jeanne-nizomi/</link>
		<comments>/2011/01/kota-muna-sulawesi-tenggara-narasi-jeanne-nizomi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Jan 2011 08:40:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sulawesi]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/2011/01/kota-muna-sulawesi-tenggara-narasi-jeanne-nizomi/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2011/01/kota-muna-sulawesi-tenggara-narasi-jeanne-nizomi/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/14373/0/d28f53c57eb10eedb09544cba83a68f9.mp3" length="2260323" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Kota Muna Sulawesi Tenggara - Narasi : Jeanne Nizomi</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>e-Broadcasting Institute</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Sulawesi,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Kuah Asam Ikan Goropa Incaran Wisatawan</title>
		<link>/2010/04/kuah-asam-ikan-goropa-incaran-wisatawan/</link>
		<comments>/2010/04/kuah-asam-ikan-goropa-incaran-wisatawan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2010 10:11:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kalimantan - Sulawesi]]></category>

		<category><![CDATA[Sulawesi]]></category>

		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.suararadio.com/2010/04/kuah-asam-ikan-goropa-incaran-wisatawan/</guid>
		<description><![CDATA[



Tak cuma Taman Laut Bunaken. Kota Manado, Sulawesi Utara, juga memiliki banyak hal menarik, di antaranya berbagai menu makanan khasnya. Yakni bubur manado, nike, woku, ikan roa, klapertart, dan kuah asam ikan goropa. Menu terakhir, masakan kuah asam ikan goropa atau ikan kerapu, menjadi favorit wisatawan yang berjalan-jalan ke Manado.
Kuah asam ikan goropa merupakan masakan khas yang memiliki rasa asam, manis, dan segar serta punya aroma harum. Cara memasaknya tidaklah sulit. Bahan-bahannya terdiri dari ikan segar, cabai merah dan rawit, daun sereh, daun kemangi, tomat merah, tomat hijau, bawang, jahe, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<table style="text-align: justify;" border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><a href="http://www.suararadio.com/wp-content/uploads/2010/04/kuah-asam-ikan-goropa.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-47441" title="kuah-asam-ikan-goropa" src="http://www.suararadio.com/wp-content/uploads/2010/04/kuah-asam-ikan-goropa.jpg" alt="kuah-asam-ikan-goropa" width="230" height="168" /></a>Tak cuma Taman Laut Bunaken. Kota Manado, Sulawesi Utara, juga memiliki banyak hal menarik, di antaranya berbagai menu makanan khasnya. Yakni bubur manado, nike, woku, ikan roa, klapertart, dan kuah asam ikan goropa. Menu terakhir, masakan kuah asam ikan goropa atau ikan kerapu, menjadi favorit wisatawan yang berjalan-jalan ke Manado.<br />
Kuah asam ikan goropa merupakan masakan khas yang memiliki rasa asam, manis, dan segar serta punya aroma harum. Cara memasaknya tidaklah sulit. Bahan-bahannya terdiri dari ikan segar, cabai merah dan rawit, daun sereh, daun kemangi, tomat merah, tomat hijau, bawang, jahe, dan jeruk peras.</p>
<p>Ikan yang sudah dipotong, lalu dimasukan ke air yang sudah mendidih. Selanjutnya semua bumbu juga dimasukan. Setelah matang, kuah asam ikan goropa siap dihidangkan. Ingin mencoba juga?</p>
<p>Source :berita.liputan6.com / announcer : Ayu Saraswati</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2010%2F04%2Fkuah-asam-ikan-goropa-incaran-wisatawan%2F&amp;linkname=Kuah%20Asam%20Ikan%20Goropa%20Incaran%20Wisatawan"><img src="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2010/04/kuah-asam-ikan-goropa-incaran-wisatawan/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/7453/0/4032911bbf93ed26b9d2eba8543f6443.mp3" length="1" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>1:18</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Tak cuma Taman Laut Bunaken. Kota Manado, Sulawesi Utara, juga memiliki banyak hal menarik, di antaranya berbagai menu makanan khasnya. Yakni bubur manado, nike, woku, ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Tak cuma Taman Laut Bunaken. Kota Manado, Sulawesi Utara, juga memiliki banyak hal menarik, di antaranya berbagai menu makanan khasnya. Yakni bubur manado, nike, woku, ikan roa, klapertart, dan kuah asam ikan goropa. Menu terakhir, masakan kuah asam ikan goropa atau ikan kerapu, menjadi favorit wisatawan yang berjalan-jalan ke Manado.
Kuah asam ikan goropa merupakan masakan khas yang memiliki rasa asam, manis, dan segar serta punya aroma harum. Cara memasaknya tidaklah sulit. Bahan-bahannya terdiri dari ikan segar, cabai merah dan rawit, daun sereh, daun kemangi, tomat merah, tomat hijau, bawang, jahe, dan jeruk peras.

Ikan yang sudah dipotong, lalu dimasukan ke air yang sudah mendidih. Selanjutnya semua bumbu juga dimasukan. Setelah matang, kuah asam ikan goropa siap dihidangkan. Ingin mencoba juga?

Source :berita.liputan6.com / announcer : Ayu Saraswati


</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Kalimantan,-,Sulawesi,,Sulawesi,,Travel</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Danau Ranau , Danau Terbesar dan Terindah Di Sumsel</title>
		<link>/2009/09/danau-ranau/</link>
		<comments>/2009/09/danau-ranau/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 10:30:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ronni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kalimantan - Sulawesi]]></category>

		<category><![CDATA[Sulawesi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.suararadio.com/?p=1556</guid>
		<description><![CDATA[Danau Ranau merupakan danau terbesar dan terindah di Sumatera Selatan yang terletak di kecamatan Banding Agung Kabupaten UKO Selatan (dahulu masuk dalam wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu). Berjarak sekitar 342 km dari kota palembang, 130 km dari kota Baturaja, dan 50 kilometer dari Muara Dua, ibu kota OKU Selatan, dengan jarak tempuh dengan mobil sekitar 7 jam dari kota Palembang. Sementara dari Bandar Lampung, danau ini bisa ditempuh melalui Bukit Kemuning dan Liwa. Secara geografis, danau ini terletak di perbatasan Kabupaten OKU Selatan Propinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Lampung Barat ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.suararadio.com/wp-content/uploads/2009/09/danau-ranau.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-54177" title="danau-ranau" src="http://www.suararadio.com/wp-content/uploads/2009/09/danau-ranau.jpg" alt="danau-ranau" /></a>Danau Ranau</strong> merupakan danau terbesar dan terindah di Sumatera Selatan yang terletak di kecamatan Banding Agung Kabupaten UKO Selatan (dahulu masuk dalam wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu). Berjarak sekitar 342 km dari kota palembang, 130 km dari kota Baturaja, dan 50 kilometer dari Muara Dua, ibu kota OKU Selatan, dengan jarak tempuh dengan mobil sekitar 7 jam dari kota Palembang. Sementara dari Bandar Lampung, danau ini bisa ditempuh melalui Bukit Kemuning dan Liwa. Secara geografis, danau ini terletak di perbatasan Kabupaten OKU Selatan Propinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Lampung Barat Propinsi Lampung.</p>
<p>Danau Ranau yang mempunyai luas sekitar 8×16 km dengan latar belakang <strong>gunung Seminung</strong> (ketinggian ± 1.880 m dpl), dikelilingi oleh bukit dan lembah. Pada malam hari udara sejuk dan pada siang hari cerah suhu berkisar antara 20° – 26° Celsius. Terletak pada posisi 4°51′45″ bujur selatan dan 103°55′50″ bujur timur.</p>
<p>Menurut legenda yang ada, danau ini tercipta dari gempa besar dan letusan vulkanik dari gunung berapi yang membuat cekungan besar. Sungai besar yang sebelumnya mengalir di kaki gunung berapi itu kemudian menjadi sumber air utama yang mengisi cekungan/belahan itu. Dan lama-kelamaan lubang besar itu penuh dengan air. Kemudian di sekeliling danau baru itu mulai ditumbuhi berbagai tanaman, di antaranya tumbuhan semak yang oleh warga setempat disebut ranau. Maka danau itu pun dinamakanlah Danau Ranau. Sisa gunung api itu kini menjadi Gunung Seminung yang berdiri kokoh di tepi danau berair jernih tersebut.<a href="http://www.suararadio.com/wp-content/uploads/2009/09/danau_ranau2.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-56577" title="danau_ranau2" src="http://www.suararadio.com/wp-content/uploads/2009/09/danau_ranau2.jpg" alt="danau_ranau2" width="256" height="244" /></a></p>
<p>Pada sisi lain di kaki gunung Seminung terdapat sumber air panas alam yang keluar dari dasar danau. Di sekitar danau ini juga dapat ditemui air terjun Subik. Tempat lain yang menarik untuk dikunjungi adalah Pulau Marisa yang terletak tidak jauh dari air panas.</p>
<p>Kami, satu rombongan, menyempatkan menginap di wisma VARITA Pusri yang terletak di tepi danau Ranau ini. Tempat yang strategis untuk menikmati keindahan danau ini. Sayangnya, pengelolaan danau Ranau sebagai aset pariwisata dirasa sangat kurang. Beberapa infrastruktur pendukung, seperti akses jalan dan listrik, belum memadai.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2009%2F09%2Fdanau-ranau%2F&amp;linkname=Danau%20Ranau%20%2C%20Danau%20Terbesar%20dan%20Terindah%20Di%20Sumsel"><img src="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2009/09/danau-ranau/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/1556/0/9fddd5279d3c22a1f2c3b1fd7db45558.mp3" length="962183" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Danau Ranau merupakan danau terbesar dan terindah di Sumatera Selatan yang terletak di kecamatan Banding Agung Kabupaten UKO Selatan (dahulu masuk dalam wilayah Kabupaten Ogan ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Danau Ranau merupakan danau terbesar dan terindah di Sumatera Selatan yang terletak di kecamatan Banding Agung Kabupaten UKO Selatan (dahulu masuk dalam wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu). Berjarak sekitar 342 km dari kota palembang, 130 km dari kota Baturaja, dan 50 kilometer dari Muara Dua, ibu kota OKU Selatan, dengan jarak tempuh dengan mobil sekitar 7 jam dari kota Palembang. Sementara dari Bandar Lampung, danau ini bisa ditempuh melalui Bukit Kemuning dan Liwa. Secara geografis, danau ini terletak di perbatasan Kabupaten OKU Selatan Propinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Lampung Barat Propinsi Lampung.

Danau Ranau yang mempunyai luas sekitar 8times;16 km dengan latar belakang gunung Seminung (ketinggian plusmn; 1.880 m dpl), dikelilingi oleh bukit dan lembah. Pada malam hari udara sejuk dan pada siang hari cerah suhu berkisar antara 20deg; ndash; 26deg; Celsius. Terletak pada posisi 4deg;51prime;45Prime; bujur selatan dan 103deg;55prime;50Prime; bujur timur.

Menurut legenda yang ada, danau ini tercipta dari gempa besar dan letusan vulkanik dari gunung berapi yang membuat cekungan besar. Sungai besar yang sebelumnya mengalir di kaki gunung berapi itu kemudian menjadi sumber air utama yang mengisi cekungan/belahan itu. Dan lama-kelamaan lubang besar itu penuh dengan air. Kemudian di sekeliling danau baru itu mulai ditumbuhi berbagai tanaman, di antaranya tumbuhan semak yang oleh warga setempat disebut ranau. Maka danau itu pun dinamakanlah Danau Ranau. Sisa gunung api itu kini menjadi Gunung Seminung yang berdiri kokoh di tepi danau berair jernih tersebut.

Pada sisi lain di kaki gunung Seminung terdapat sumber air panas alam yang keluar dari dasar danau. Di sekitar danau ini juga dapat ditemui air terjun Subik. Tempat lain yang menarik untuk dikunjungi adalah Pulau Marisa yang terletak tidak jauh dari air panas.

Kami, satu rombongan, menyempatkan menginap di wisma VARITA Pusri yang terletak di tepi danau Ranau ini. Tempat yang strategis untuk menikmati keindahan danau ini. Sayangnya, pengelolaan danau Ranau sebagai aset pariwisata dirasa sangat kurang. Beberapa infrastruktur pendukung, seperti akses jalan dan listrik, belum memadai.</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Kalimantan,-,Sulawesi,,Sulawesi</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Gunung Dempo</title>
		<link>/2009/09/gunung-dempo/</link>
		<comments>/2009/09/gunung-dempo/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 09:53:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ronni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sulawesi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.suararadio.com/?p=1535</guid>
		<description><![CDATA[Gunung Dempo (3159 mdpl) terletak di perbatasan propinsi Sumatera Selatan dan propinsi Bengkulu. Untuk mencapai desa terdekat, terlebih dahulu anda harus mencapai kota Pagar Alam, dengan jarak ± 290 km atau kurang lebih 6 jam perjalanan darat dari Palembang. Dari ibukota Sumsel ini tersedia banyak bus ke arah Pagar Alam, antara lain travel/Bus Telaga Biru, travel/Bus Melati, Travel Sinar Dempo dan travel/bus Dharma Karya. Atau apabila anda dari Jakarta, menggunakan bus Garuda Dempo, bus Sinar Dempo, Bus Patmos, atau menumpang bus jurusan Bengkulu atau Padang, dan turun di kabupaten Lahat.
Kota ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;">Gunung Dempo</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"> (3159 mdpl) terletak di perbatasan <a title="Propinsi" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Propinsi&amp;action=edit"><span style="color: #cc2200;">propinsi</span></a> <a title="Sumatera Selatan" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Sumatera_Selatan">Sumatera Selatan</a> dan propinsi <a title="Bengkulu" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Bengkulu">Bengkulu</a>. Untuk mencapai desa terdekat, terlebih dahulu anda harus mencapai <a title="Kota Pagar Alam" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Kota_Pagar_Alam&amp;action=edit"><span style="color: #cc2200;">kota Pagar Alam</span></a>, </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;">dengan jarak </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;">±</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"> 290 km atau </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;">kurang lebih 6 jam perjalanan darat dari <a title="Palembang" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Palembang">Palembang</a>. Dari ibukota Sumsel ini tersedia banyak bus ke arah Pagar Alam, antara lain travel/Bus Telaga Biru, travel/Bus Melati, Travel Sinar Dempo </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;">dan </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;">travel/bus Dharma Karya. Atau apabila anda dari Jakarta, menggunakan bus Garuda Dempo, bus Sinar Dempo, Bus Patmos,</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"> atau</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"> menumpang bus jurusan Bengkulu atau <a title="Padang" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Padang">Padang</a>, dan turun di </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;">kabupaten </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"><a title="Lahat" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Lahat">Lahat</a>.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;">Kota Pagar Alam, memang sesuai dengan namanya, kota ini jelas dikelilingi barisan pegunungan <a title="Bukit Barisan" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Bukit_Barisan&amp;action=edit"><span style="color: #cc2200;">Bukit Barisan</span></a> dan yang tertinggi dari barisan tersebut adalah Gunung Dempo. Gunung ini sangat indah menjulang tegak menggapai langit nan biru apabila dilihat pada pagi hari. Oleh karena itu sangat tepat bila bermalam dulu di kota ini, disini banyak tersedia losmen, villa atau motel. Budaya kota yang sudah berbaur dari berbagai suku baik pendatang maupun asli menciptakan kedamaian yang anda tidak peroleh di kota-kota besar. Dari terminal Pagar Alam, terlebih dulu mencarter mobil/taksi untuk jurusan Pabrik Teh PTPN III yang jaraknya mencapai 15 KM dari terminal. Di Pabrik ini ada baiknya anda berkenalan dengan seseorang yang biasa dipanggil pak Anton, beliau termasuk yang dituakan oleh para pencinta alam seantero Sumsel-Lampung. Dengan meminta bantuannya, mobil carteran akan membawa anda ke desa terdekat dari kaki gunung Dempo, yang dapat memakan waktu lebih dari 20 menit, karena jalannya cukup terjal, berkelok dengan melewati hamparan kebun teh nan hijau.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;">Ke tempat itulah warga Sumsel atau Bengkulu berakhir pekan. Namun. Minat warga Sumsel untuk menikmati udara sejuk di kaki Gunung Dempo itu cukup tinggi. Ini disebabkan terbatasnya tempat wisata di provinsi ini, khususnya di Palembang. Sebagai obyek wisata di pegunungan, perkebunan teh di kaki gunung itu merupakan satu-satunya pilihan.&#8221;Padahal, kalau kawasan ini dikelola lebih baik dan banyak fasilitas pendukung, seperti vila serta tempat makan dan beristirahat, warga Sumatera Selatan tidak perlu lagi jauh- jauh ke Puncak di Bogor sana,&#8221; kata Anwar (38), warga Tebing Tinggi, Kabupaten Lahat, Sumsel.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;">Keinginan pengunjung agar fasilitas wisata dibenahi dan ditambah, rupanya telah dipikirkan Pemkot Pagar Alam. Di kawasan perkebunan teh itu akan dibangun vila-vila baru, toko-toko suvenir, tempat ibadah, dan lainnya. Berbagai fasilitas wisata itu dibangun untuk mendukung rencana pembangunan tangga sepanjang 1.000 meter di kawasan perkebunan teh tersebut.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"><a title="Pembangunan Tangga 2001" href="http://www.pagaralam.go.id/new/images/tangga.jpg"></a></span></p>
<div style="page-break-after: always;"><span style="display: none;"><a title="Pembangunan Tangga 2001" href="http://www.pagaralam.go.id/new/images/tangga.jpg"> </a></span></div>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;">Kalau itu terwujud, tangga di Gunung Bromo, Jawa Timur, yang jumlah anak tangganya 249, pasti akan kalah banyak dan kalah menarik. Di perkebunan teh di kaki Gunung Dempo itu, menurut rencana, akan dibangun 2.001 anak tangga!</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;">Anak tangga sebanyak itu akan dibangun mulai dari lokasi terendah di kawasan wisata perkebunan teh di sekitar Mes Pemda. Pembangunan anak tangga dari batu dan berbagai fasilitas penunjangnya tersebut diperkirakan menelan biaya Rp 11,1 miliar.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;">Menurut Mujahidin, Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pariwisata Seni Budaya dan Komunikasi Kota Pagar Alam, panjang tangga yang akan dibangun sekitar 1.000 meter. Sebanyak 2.001 anak tangga terbuat dari batu, yang masing-masing tingginya 50 sentimeter, menandai tahun pembentukan Kota Pagar Alam sebagai daerah otonom.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;">Di sekitar tangga yang akan membelah kawasan perkebunan teh itu akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang obyek wisata. Itu semua dibangun untuk lebih memberi kenyamanan bagi pengunjung.&#8221;Di sekitar tangga akan dibangun vila, tempat-tempat istirahat pejalan kaki, masjid, kios-kios cenderamata, lapangan tenis, gelanggang remaja, dan lainnya. Sementara di bagian tangga paling atas akan dibangun gedung menara pandang. Dari tempat itu pengunjung bisa menikmati alam pegunungan di sekitarnya,&#8221; papar Mujahidin.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;">Tangga di kaki Gunung Dempo kelak dibagi dalam 11 subkawasan. Di antara fasilitas yang dibangun, yaitu di setiap subkawasan dibangun area tempat duduk untuk tempat istirahat bagi para pendaki tangga.&#8221;Perkebunan teh yang dilengkapi dengan tangga dan berbagai fasilitasnya tersebut akan menjadi tempat wisata paling andal di Pagar Alam,&#8221; ungkap Mujahidin.Ia memaparkan, sebagian dari biaya pembangunan akan dianggarkan dalam Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) Pagar Alam tahun 2004. Dana APBD itu dimaksudkan untuk memancing masuknya para investor untuk membangun berbagai fasilitas penunjang yang disediakan di sekitar tangga.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;">&#8220;Rencananya, biaya pembangunan 2.001 anak tangga yang menelan biaya Rp 2,1 miliar menggunakan dana dari APBD Pagar Alam. Dengan kepastian pembangunan tangga oleh pemkot, diharapkan investor dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk BUMN dan BUMD, mau turut membangun fasilitas penunjang. Tempat-tempat itu nanti mereka kelola sendiri,&#8221; ucapnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;">Mujahidin menyebutkan, Pemkot Pagar Alam sebenarnya pernah memaparkan rencana pembangunan tangga itu ke sejumlah BUMN dan BUMD di Palembang. &#8220;Mungkin dengan adanya tangga yang dibangun pemerintah kota terlebih dahulu, investor akan mau menanamkan modalnya untuk membangun berbagai fasilitas di sekitar tangga,&#8221; kata Mujahidin.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;">Dengan adanya tangga dan berbagai fasilitasnya nanti, diharapkan kawasan itu menjadi lebih dinikmati pengunjung dan menjadi daerah tujuan wisata andalan Sumsel.Ide itu pun ditanggapi. Gagasan jumlah anak tangga pun segera muncul, yakni 2.001 anak tangga. Jumlah itu dikaitkan dengan tahun pembentukan Kota Pagar Alam yang memisahkan diri dari induknya, Kabupaten Lahat. Rencana pembangunan kawasan wisata di perkebunan teh Gunung Dempo pun segera dirancang. Rencana detail kawasan wisata, termasuk gambar-gambar bentuk bangunan, disiapkan. Tahun 2004 rencana membangun tempat wisata itu telah mulai diwujudkan. &#8220;Mudah-mudahan, jika 2.001 anak tangga sudah mulai dibangun oleh Pemkot Pagar Alam, para investor mau berdatangan dan segera pula membangun berbagai fasilitas itu. Seandainya semua itu terwujud, Pagar Alam akan menjadi daerah tujuan wisata paling menarik di Sumsel,&#8221; ujar Mujahidin</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: x-small;"><span style="font-weight: 700; font-family: Tahoma;">Pendakian Gunung Dempo</span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Tahoma; font-size: x-small;">Dari terminal Pagar Alam, terlebih dulu mencarter mobil/taksi untuk jurusan Pabrik Teh PTPN III yang jaraknya mencapai 15 KM dari terminal. Di Pabrik ini ada baiknya anda berkenalan dengan seseorang yang biasa dipanggil pak Anton, beliau termasuk yang dituakan oleh para pencinta alam seantero Sumsel-Lampung. Dengan meminta bantuannya, mobil carteran akan membawa anda ke desa terdekat dari kaki gunung Dempo, yang dapat memakan waktu lebih dari 20 menit, karena jalannya cukup terjal, berkelok dengan melewati hamparan kebun teh nan hijau.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Tahoma; font-size: x-small;">Pendakian yang baik, sekitar jam 10 pagi, selain anda dapat menikmati indahnya susunan bukit barisan, perjalanan akan sedikit santai, tidak dikejar waktu. Satu jam pertama, hanya kebun teh dan kebun perdu yang dijumpai sebelum memasuki pintu hutan. Jalur sangat terjal dan licin bila hujan. Hutan yang dilewati sangat lebat dan padat sampai puncak Dempo. Tiga jam dari mulut hutan, puncak pertama dapat dicapai. Dempo memiliki dua puncak, yang satunya lagi dinamakan puncak Api. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Tahoma; font-size: x-small;">Anda bisa mendirikan kemah diantara dua puncak itu, karena disana tersedia mata air dan cukup terlindung bila ada badai. Lagi pula sayang bila anda tidak menikmati sunrise dari sana. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Tahoma; font-size: x-small;">Dusun VI, biasa disebut, dari sini anda harus melaporkan diri/bersilahturahmi dengan kepala keamanan desa, Wamin namanya. Di desa ini pula ada baiknya terlebih dahulu beristirahat sambil mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Hanya sayang, jangan berharap kebutuhan logistik anda dapat dipenuhi disini, warung yang ada sangat kecil, itupun cuma satu. Maklum rata-rata yang tinggal di sini adalah buruh pemetik teh, yang rata-rata berasal dari pulau Jawa. Kalau boleh anda tahu, ketinggian altitude disini mencapai 1200 mdpl. Jadi anda tinggal mendaki 1900 meter lagi untuk mencapai puncak Dempo.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;">Jalur menuju ke puncak gunung </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;">Dempo </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;">sudah sangat jelas dan bahkan di hari-hari biasa pun banyak orang desa yang sengaja naik ke puncak baik itu untuk mencari kayu ataupun sekedar berhiking ria. gunung ini memang cukup tinggi tetapi air jernih yang ada terdapat sampai setengah perjalanan ke gunung ini sehingga para pendaki tidak perlu khawatir kehabisan air minum selama perjalanan. Sebuah kali kecil yang jernih, mengalir di perbatasan hutan pertanda kita mulai memasuki daerah hutan yang ditumbuhi dengan tumbuhan yang mirip seperti yang kita dapati di gunung Gede-Pangrango, yaitu hutan montana. Jalan setapak penuh dengan akar-akar yang melintang, kemiringan lereng sendiri cukup curam untuk memeras keringat. Tidak ada tanda-tanda khusus, keadaan hutan ini hampir homogen dan sangat hening.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;">Empat atau lima jam kemudian, kita akan memasuki daerah dengan vegetasi tumbuhan berpohon rendah dan semakin rendah, beberapa daerah agak terbuka, pandangan pun menjadi luas. Gunung Dempo memiliki dua puncak yang satunya bernama puncak api. Menjelang puncak pertama Dempo yang merupakan dataran masif, Puncak pertama ditumbuhi tanaman yang rendah mirip perdu. Dari puncak pertama ini kita turun kembali kelembah yang diapit oleh puncak pertama dan puncak utama. Dilembah ini terdapat sebuah sumber mata air mengalir disini. Hanya airnya yang jernih ini sedikit kecut rasanya, mungkin pengaruh rembesan belerang.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;">Pendakian kepuncak utama tidak terlalu sulit. Lerengnya terdiri dari kerikil dan batu-batu dengan kemi</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;">r</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;">ingan lereng sekitar 40°, cukup stabil untuk didaki. Puncak utama gunung Dempo (3158 m), Merupakan kawah gunung berapi yang masih bergejolak dengan diameter sekitar seratus meter persegi. Dinding kawah cukup terjal dan tidak mungkin bisa dituruni tanpa batuan tali temali. Pemandangan dari puncak cukup mengasyikan. Selain kawah yang memberikan kesan khusus, tampak juga terhamparan propinsi Bengkulu dengan Lautan Hindia dengan hamparan lembah yang sunyi dan hening. Perjalanan turun hanya memakan waktu dua jam. Bila kemalaman anda bisa menginap di Dusun VI, dengan terlebih dahulu minta izin kepala keamanan di sana.</span></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=%2F2009%2F09%2Fgunung-dempo%2F&amp;linkname=Gunung%20Dempo"><img src="http://www.suararadio.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>/2009/09/gunung-dempo/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.suararadio.com/podpress_trac/feed/1535/0/bfffbbfddc863cc828269d5997627125.mp3" length="1" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Gunung Dempo (3159 mdpl) terletak di perbatasan propinsi Sumatera Selatan dan propinsi Bengkulu. Untuk mencapai desa terdekat, terlebih dahulu anda harus mencapai kota Pagar Alam, ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Gunung Dempo (3159 mdpl) terletak di perbatasan propinsi Sumatera Selatan dan propinsi Bengkulu. Untuk mencapai desa terdekat, terlebih dahulu anda harus mencapai kota Pagar Alam, dengan jarak plusmn; 290 km atau kurang lebih 6 jam perjalanan darat dari Palembang. Dari ibukota Sumsel ini tersedia banyak bus ke arah Pagar Alam, antara lain travel/Bus Telaga Biru, travel/Bus Melati, Travel Sinar Dempo dan travel/bus Dharma Karya. Atau apabila anda dari Jakarta, menggunakan bus Garuda Dempo, bus Sinar Dempo, Bus Patmos, atau menumpang bus jurusan Bengkulu atau Padang, dan turun di kabupaten Lahat.
Kota Pagar Alam, memang sesuai dengan namanya, kota ini jelas dikelilingi barisan pegunungan Bukit Barisan dan yang tertinggi dari barisan tersebut adalah Gunung Dempo. Gunung ini sangat indah menjulang tegak menggapai langit nan biru apabila dilihat pada pagi hari. Oleh karena itu sangat tepat bila bermalam dulu di kota ini, disini banyak tersedia losmen, villa atau motel. Budaya kota yang sudah berbaur dari berbagai suku baik pendatang maupun asli menciptakan kedamaian yang anda tidak peroleh di kota-kota besar. Dari terminal Pagar Alam, terlebih dulu mencarter mobil/taksi untuk jurusan Pabrik Teh PTPN III yang jaraknya mencapai 15 KM dari terminal. Di Pabrik ini ada baiknya anda berkenalan dengan seseorang yang biasa dipanggil pak Anton, beliau termasuk yang dituakan oleh para pencinta alam seantero Sumsel-Lampung. Dengan meminta bantuannya, mobil carteran akan membawa anda ke desa terdekat dari kaki gunung Dempo, yang dapat memakan waktu lebih dari 20 menit, karena jalannya cukup terjal, berkelok dengan melewati hamparan kebun teh nan hijau.
Ke tempat itulah warga Sumsel atau Bengkulu berakhir pekan. Namun. Minat warga Sumsel untuk menikmati udara sejuk di kaki Gunung Dempo itu cukup tinggi. Ini disebabkan terbatasnya tempat wisata di provinsi ini, khususnya di Palembang. Sebagai obyek wisata di pegunungan, perkebunan teh di kaki gunung itu merupakan satu-satunya pilihan."Padahal, kalau kawasan ini dikelola lebih baik dan banyak fasilitas pendukung, seperti vila serta tempat makan dan beristirahat, warga Sumatera Selatan tidak perlu lagi jauh- jauh ke Puncak di Bogor sana," kata Anwar (38), warga Tebing Tinggi, Kabupaten Lahat, Sumsel.
Keinginan pengunjung agar fasilitas wisata dibenahi dan ditambah, rupanya telah dipikirkan Pemkot Pagar Alam. Di kawasan perkebunan teh itu akan dibangun vila-vila baru, toko-toko suvenir, tempat ibadah, dan lainnya. Berbagai fasilitas wisata itu dibangun untuk mendukung rencana pembangunan tangga sepanjang 1.000 meter di kawasan perkebunan teh tersebut.


 
Kalau itu terwujud, tangga di Gunung Bromo, Jawa Timur, yang jumlah anak tangganya 249, pasti akan kalah banyak dan kalah menarik. Di perkebunan teh di kaki Gunung Dempo itu, menurut rencana, akan dibangun 2.001 anak tangga!
Anak tangga sebanyak itu akan dibangun mulai dari lokasi terendah di kawasan wisata perkebunan teh di sekitar Mes Pemda. Pembangunan anak tangga dari batu dan berbagai fasilitas penunjangnya tersebut diperkirakan menelan biaya Rp 11,1 miliar.
Menurut Mujahidin, Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pariwisata Seni Budaya dan Komunikasi Kota Pagar Alam, panjang tangga yang akan dibangun sekitar 1.000 meter. Sebanyak 2.001 anak tangga terbuat dari batu, yang masing-masing tingginya 50 sentimeter, menandai tahun pembentukan Kota Pagar Alam sebagai daerah otonom.
Di sekitar tangga yang akan membelah kawasan perkebunan teh itu akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang obyek wisata. Itu semua dibangun untuk lebih memberi kenyamanan bagi pengunjung."Di sekitar tangga akan dibangun vila, tempat-tempat istirahat pejalan kaki, masjid, kios-kios cenderamata, lapangan tenis, gelanggang remaja, dan lainnya. Sementara di bagian tangga paling atas akan dibangun gedung menara pandang. Dari tempat itu pengunjung bisa menikmati alam pegunungan di sekitarnya," papar Mujahidin.
Tangga di kaki Gunung Dempo kelak dibagi dalam 11 subkawasa...</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Sulawesi</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
	</channel>
</rss>

